Galaksi di jaman kegelapan Dawn of the Universe ditemukan


Science | 24 October 2019

Galaksi Raksasa sari Dawn of the Universe ditemukan oleh tidak sengaja [Video]

Galaksi ini sebenarnya sedang mengalami ledakan pembentukan bintang, menyalakan gas yang mengelilingi galaksi dan mulai membentuk bintang.
Awan tebal debu yang terlihat dalam video mengaburkan sebagian besar cahaya yang tampak, menyebabkan galaksi tampak redup dan bentuknya tidak teratur/

Sangat berbeda dari galaksi yang terlihat hari ini seperti bentuk spiral atau elips

Apa yang menarik dari gambar berwarna merah ini dari jaman Dawn of the Universe

Alam semesta diawal pembentukan, dipenuhi dengan monster, sebuah studi baru mengungkapkan ketika alam semesta dimulai.
Alam semesta awal dimulai dari sebuah ledakan yang disebut Big Bang. Disebut sebagai tahun 0 dari terbentuknya.
Ketika alam semesta hanya berisikan gas yaitu Hidrogen sebagai elemen pertama.

Setelah terjadi ledakan, semua gas memanas. Tidak ada bintang hanya gas panas menurut para peneliti. Jadi apa yang terbentuk disana tidak dapat terlihat apapun.
Lalu gas mulai mendingin, tapi semua gelap. Belum muncul bintang di awal pembentukan alam semesta atau disebut jaman kegelapan. Dan berlangsung ratusan ribu tahun setelah Big Bang.

Ini adalah gambar ketika awal dari galaksi mulai terbentuk.

Para peneliti yang dipimpin oleh astronom Christina Williams menemukan galaksi yang sebelumnya tidak terlihat, dan mungkin populasi galaksi baru yang menunggu ditemukan.

Para astronom secara tidak sengaja menemukan sebuah jejak dari galaksi monster di ketika awal dari alam semesta dan bentuknya belum pernah terlihat sebelumnya.



Galaksi di jaman kegelapan Dawn of the Universe ditemukan

Seperti Yeti kosmik, komunitas ilmiah umumnya menganggap galaksi-galaksi ini sebagai cerita mitos.

Mengingat kurangnya bukti dari  keberadaan mereka, tetapi para astronom di Amerika Serikat dan Australia berhasil mendapatkan gambar binatang buas ini  (versi cerita mitos di bumi) untuk pertama kalinya.

Diterbitkan 22 Oktober 2019 dari Astrophysical Journal, penemuan ini memberikan wawasan baru tentang langkah-langkah pertumbuhan pertama kali dari beberapa galaksi yang akan menjadi galaksi terbesar di alam semesta.

Astronom University of Arizona, Christina Williams, penulis utama penelitian ini, memperhatikan gumpalan cahaya redup dalam peralatan pengamatan sensitif baru.
Mereka menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter Array, atau ALMA, disana terdapat 66 teleskop radio dan berada di sebuah pegunungan di Chili.

"Galaksi ini sangat misterius karena cahaya tampaknya tidak terkait seperti bentuk galaksi yang pernah ditemukan," kata Williams, seorang postdoctoral fellow National Science Foundation di Steward Observatory. "Ketika saya melihat galaksi ini, bentuknya hanya terlihat pada panjang gelombang lain, menunjukan galaksi ini mungkin sangat jauh dan tersembunyi oleh awan debu di ruang angkasa."

Para peneliti memperkirakan bahwa sinyal yang tertangkap di teleskop radio. Datang dari tempat yang begitu jauh sehingga membutuhkan waktu perjalanan 12,5 miliar tahun untuk mencapai Bumi, oleh karena itu memberi kita pandangan tentang alam semesta ketika mereka semua masih bayi.
Perkiraan alam semesta saat ini adalah 13,8 miliar tahun, bila dikurangkan di jaman galaksi ini 12,5 miliar tahun. Kira kira usia galaksi tersebut baru 1,3 miliar tahun setelah terbentuknya alam semesta.

Mereka berpikir emisi yang diamati disebabkan pancaran partikel debu yang dipanaskan oleh bintang-bintang yang berada jauh di dalam galaksi muda.
Awan debu raksasa menutupi cahaya bintang-bintang itu sendiri, membuat bentuk galaksi aslinya sama sekali tidak terlihat.

Rekan penulis studi, Ivo Labbé, dari Universitas Teknologi Swinburne, Melbourne, Australia, mengatakan: “Kami menemukan bentuk galaksi ini, sebenarnya sebuah galaksi monster raksasa dengan bintang yang jumlahnya setara bintang di galaksi Bima Sakti, tetapi disana sedang sibuk atau penuh dengan aktivitas, membentuk 100 kali lebih banyak bintang-bintang baru dari  aktivitas galaksi kita sendiri. "

Penemuan ini memecahkan pertanyaan lama dalam astronomi, kata para penulis. Studi terbaru menemukan beberapa galaksi terbesar di alam semesta muda tumbuh dan menjadi dewasa tapi sangat cepat, hasil yang tidak dipahami secara teoritis kata para peneliti.

Galaksi-galaksi dewasa yang masif terlihat ketika alam semesta baru berusia balita kosmik atau 10% dari usia saat ini. Yang lebih membingungkan lagi, galaksi-galaksi dewasa ini muncul entah dari mana: para astronom sepertinya tidak dapat menangkap mereka ketika sedang terbentuk.

Galaksi yang lebih kecil telah terlihat di alam semesta awal dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble, tetapi makhluk seperti itu tidak tumbuh cukup cepat untuk memecahkan teka-teki yang dipertanyakan peneliti sebelumnya.

Galaksi monster lain juga telah ditemukan sebelumnya, tetapi penampakan mereka terlalu jarang sehingga sulit untuk mendapatkan  penjelasannya yang memuaskan.

"Galaksi monster yang tersembunyi memiliki bahan yang tepat untuk menjawab mata rantai yang hilang itu," Williams menjelaskan, "karena mereka mungkin saja sudah ada dan  jauh lebih umum."


Mungkin yang dimaksud teknologi astronomi saat ini belum mampu melihat semua. Seperti penemuan planet di luar tata surya baru terungkap setelah melakukan pengamanan dengan bintang dari teleskop ruang angkasa.

Pertanyaan terbuka adalah berapa banyak mereka itu.

Pengamatan untuk studi saat ini harus diamnati oleh teleskop ke satu bagian kecil dari langit, kira kira bidang yang harus diamati kurang dari 1/100 bulan purnama.
Peneliti hanya mengamati 1 % dari bidang ukuran bulan saja, untuk pengamatan tersebut

Seperti halnya mahluk Yeti, menemukan jejak kaki makhluk masih menjadi cerita mitos dari sebidang kecil hutan belantara. Jadi melihat galaksi yang begitu jauh dan baru terbentuk, menjadi pertanda keberuntungan luar biasa atau tanda bahwa monster tersebut memang ada, hanya saja mereka benar-benar bersembunyi di mana-mana.

Williams mengatakan bahwa para peneliti sedang menunggu peluncuran teleskop antariksa James Webb NASA Maret 2021 untuk menyelidiki objek-objek seperti ini secara lebih rinci.
Sementara teleskop Hubble tidak memiliki kemampuan lebih dari teleskop James Webb. Teleskop James Webb nantinya tidak melakukan pengamatan dengan lensa optik, melainkan menangkap gelombang inframerah untuk menditeksi benda benda yang sangat jauh atau benda benda yang memiliki panas seperti bintang yang tertutup oleh gas.

Peneliti mengatakan pentingnya teleskop teknologi baru. "Teleskop baru JWST dapat melihat benda benda dengan jejak inframerah yang tertutup dan menembus melalui tabir debu sehingga kita dapat belajar seberapa besar ukuran galaksi ini sebenarnya dan seberapa cepat mereka tumbuh, untuk lebih memahami mengapa model galaksi yang dikemukakan sebelumnya akhirnya gagal menjelaskan secara lengkap."

Dibawah ini ilustrasi gambar dari galaksi purba, seperti apa pembentukan mereka di awal alam semesta. Terlihat memiliki cahaya yang meletup berdasarkan data pengamatan teleskop ALMA.



Berita terkait
Galaksi tipe Hoag adalah tipe galaksi dengan 2 cincin.Keunikan galaksi seperti ini, cincin bagian dalam memiliki cahaya kuning atau kemerahan, menunjukan bintang lebih tua sudah ada. Sedangkan di cincin luar berwarna biru atau bintang lebih muda dan panas. Ilmuwan hanya tahu ini terjadi akibat tabrakan antar galaksi, tapi tidak tahu mengapa bisa terjadi 2 cincin

Galaksi ARP 203 adalah nama dari interaksi 2 galaksi NGC 6285 dan NGC 6286. Keduanya hanya berjarak 130 ribu tahun cahaya, atau dipisahkan selebar galaksi Bima Sakti. Dan kedua galaksi sedang tarik menarik, tapi yang terlihat ada jembatan debu gas yang keluar dari galaksi.



Bintang NGC 2169 adalah kelompok bintang yang tidak terlalu banyak, dan berkelompok bersama. Lahir pada waktu yang sama tapi ukurannya berbeda-beda. Bintang bintang disana hanya membentang 7 tahun cahaya. Letaknya tinggal di cari 3 bintang The Three Sisters, dekat nebula Orion, dan satu bintang paling terang Betelgeuse

Ketika 2 galaksi yang sama kuat, akhirnya bertabrakan dengan posisi yang tepat. Mereka seperti membentuk wajah hantu, dengan mata hidung dan lingkaran wajah.  Tabrakan galaksi Arp-Madore 2026-424 adalah tabrakan langka. Alasannya keduanya memiliki ukuran yang sama, dan ketikaa tabrakan terjadi memiliki arah yang sama

Satu kluster galaksi berisikan beberapa galaksi yang saling berkelompok dan berkumpul. Tidak seperti pengabungan 2 galaksi yang disebut galaksi bertabarakan. Di Abell 1758 menjadi tempat terbesar pengabungan dari 4 kluster galaksi. Dari beberapa kluster galaksi yang berisi puluhan bahkan ratusan galaksi, akhirnya menjadi satu kelompok baru. Penggabungan dari empat kluster galaksi di Abell 1758 telah diamati oleh Chandra dan teleskop lainnya.

Beberapt tahun ini dibangun beberapa teleskop radio. Tapi bukan mencari sinyal alien, melainkan mendapatkan adanya sinyal frekuensi 21cm. Yang berasal dari sinyal sebelum pembentukan galaksi pertama, sinyal bersumber dari 13 miliar tahun lalu jauhnya dari Bumi. Mendapatkan sinyal dari bintang generasi pertama dimana benda Black Hole sebagai materi padat belum ada di awal alam semesta. Lalu untuk apa

Seberapa besar alam semesta, dapat dilihat dengan membagi beberapa bentuk struktur raksasa. Dari planet yang dikira sebuah bintang, kumpulan galaksi yang bergabung menjadi kluster galaksi, cahaya ditengah galaksi yang disebut Fermi Bubble, sampai Supervoid atau wilayah dingin yang berada di tengah alam semesta tapi ilmuwan tidak tahu mengapa tempat tersebut relatif kosong.



Planet NGTS-10b begitu dekat ke bintang, hanya 18 jam saja setahun. Planet seperti ini mudah ditemukan juga planet langka karena orbitnya terlalu dekat ke bintang yang panas. Perlahan planet akan mendekat sampai suatu hari nanti akan ditelan dan masuk ke dalam. Kapan, tergantug kekuatan gravitasi keduanya

Bila ada yang mengatakan galaksi kita berbentuk piring utuh. Nyatanya galaksi Bima Sakti dimana kita tinggal, sebenarnya tidak rata seperti yang kita bayangkan. Dari beberapa penelitian menunjukan galaksi kita sebenarnya tidak rata. Yang benar galaksi Bima Sakti memiliki 4 lengan, tapi tidak melingkar utuh.

Kami tidak tahu apakah ada orang yang melihat secara langsung ketika terjadi ledakan yang sangat terang tersebut. Sumber cahaya GRB 080319B berasal dari benda yang jauhnya 7,5 miliar tahun cahaya. Atau ledakan yang tercatat tersebut di tahun 2008 berasal dari ledakan 7,5 miliar tahun lalu.

Rosette nebula adalah wilayah cluster bintang. 2 bintang raksasa ada disana, dan bintang raksasa lain akan menganggu lahirnya proto planet karena tersapu oleh angin bintang yang kuat. Wilayah nebula ini menjadi salah satu pembibitan bintang yang sangat padat

Sebuah galaksi NGC 7674 ini bukan memiliki 1 lubang hitam, tapi 2 lubang hitam atau black hole. Dan bukan lubang hitam kecil, tapi lubang hitam ukuran supermasif seperti yang ada di tengah setiap galaksi.. Galaksi NGC 7674 berada 400 juta tahun cahaya dari Bumi.

Peneliti mengatakan ada hubungan antara magnetik bintang dengan sinar X yang dipancarkan. Ketika bintang berusia muda, mereka masih aktif secara magnetis, dan membuat putaran bintang lebih cepat. Seiring jalan, bintang mulai kehilangan energi rotasi.

Mengunakan teleskop paling kuat Hubble, melihat 2 galaksi yang dempet. Letaknya 500 ribu tahun cahaya dari Bumi. Disebut galaksi IRAS 06076-2139, keduanya saling berpaspasan alias saling melintas berdekatan dengan kecepatan 2 juta km perjam.



Tata surya Epsilon Eridani menjadi jawaban dari misteri terbentuknya sebuah tata surya kita. Disini peneliti mencari jawaban bagaimana planet terbentuk, tapi lahir jauh dari sebuah bintang induknya. Karena tata surya kita dahulunya tidak seperti sekarang.

Membutuhkan waktu sekitar 1000 jam untuk menangkap seluruh kombinasi cahaya yang begitu jauh. Diperkirakan baru berusia 5 miliar tahun  setelah terjadi Big Bang. Atau jauhnya mencapai 8-9 miliar tahun dari Bumi, mengingat usia alam semesta saat ini sekitar 13,8 miliar tahun.




No popular articles found.