Rekor alam semesta yang pernah ditemukan dalam bidang astronomi


Science | 5 October 2019



Planet GQ Lupi b

Satu planet yang misterius, ditemukan tahun 2005.
Sebuah planet mengorbit ke sebuah bintang yang berusia muda. Planet tersebut memiliki jarak orbit 2x kali jauhnya jarak matahari ke Pluto.

Awal penelitian menyebut benda tersebut dinamai GQ Lupi b dan dianggap sebagai sebuah planet
Tapi peneliti lebih lanjut melihat yang tampak tersebut adalah bintang kerdil yang mendampingi bintang induknya.
Kembali lagi sampai tidak dapat diperkirakan, apakah GQ Lupi b sebuah planet atau bintang kerdil.

Sampai disimpulkan terakhir, GQ Lupi b adalah sebuah planet gas, tapi ukuran planet tersebut sangat masif, 3,5x lebih besar dari Jupiter.
Menjadi planet ekstrasurya terbesar yang pernah ditemukan dalam dunia astronomi.

Planet terbesar yang pernah ditemukan Planet GQ Lupi b

Bintang terbesar UY Scuti

Tentu anda sudah tahu bintang raksasa UY Scuti masih memegang catatan rekor bintang terbesar yang pernah ditemukan.

Memiliki ukuran 1.700x lebih besar dari Matahari. Bila ditempatkan sebagai matahari, maka tepi bintang akan mencapai radios ke planet Jupiter.

Nebula 30 Doradus sebagai nebula terbesar di galaksi kita

Sebagai nebula terbesar yang pernah ditemukan.

Membentang sepanjang 1.800 tahun cahaya, berada 170.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.



Nebula 30 Doradus bukan berada di dalam piring galaksi Bima sakti, tapi di LMC - Large Magellanic Cloud / Awan Magellan Besar
Sebuah tempat di luar garis galaksi, galaksi mini, sebagai satelit galaksi kecil dari Bima Sakti.
Walau disebut sebagai satelit galaksi Bima Sakti, satelit galaksi tersebut menjadi satelit terbesar setelah posisi kedua SMC (Small Magellanic Cloud)

Nebula 30 Doradus memiliki sebutan nama lain sebagai nebula Tarantula.

Nebula secara umum adalah kumpulan gas dan debu di ruang angkasa.
Perlahan gas dan debu mulai berkumpul dan membentuk seperti gumpalan.

Disana menjadi tempat pembibitan bintang, atau banyak bintang yang lahir dari kompresi debu dan gas raksasa.
Karena disana terkumpul debu dan gas sangat masif untuk bahan bintang, lahirnya bintang di area yang padat juga menghasilkan bintang raksasa.
Sekelas SuperBlue Giang Star dan bintang besar lainnya.

Ketika sebuah nebula memiliki jumlah kandungan materi sangat besar dan banyak muncul bintang baru.

Semua bintang tidak akan terlihat dari teleskop optik, karena cahaya bintang akan masih tersembunyi di balik tebalnya gas dan debu.
Dibagian Nebula 30 itulah terdapat bintang bintang yang jumlahnya sangat banyak.
Dan nebula 30 juga menjadi bagian dengan kepadatan gas terbesar dibanding bagian lain disekitar.

Click gambar zoom

Nebula kumpulan debu dan gas Nebula 30 Doradus

Supervoid Eridanus

Tahun 2004 astronom mengunakan peralatan satelit NASA Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) untuk memindai area sangat detil dari sinyal gelombang mikro kosmik atau sisa gelombang radiasi dari big bang.

Pengamatan ini untuk mendapatkan mencatat area CMB = Cosmic Microwave Background
Menjadi jejak bersejarah atau sinyal yang dapat tertangkap di Bumi. Walau sinyal tersebut berasal dari puluhan miliar tahun cahaya.

CMB bertujuan memetakan seperti apa bentuk alam semesta. Seperti kita berada di dalam balon, dan ekpansi atau mengambarkan apa yang terlukis di permukaan balon yang mengembang. Peta tersebut seperti bola dalam 3 dimensi, atau dapat dilihat dalam bentuk 2 dimensi dalam  bentuk oval.



Ditemukan CMB spot dingin atau tidak ada tanda tanda / kosong. Dimana wilayah tersebut tidak memiliki panas, seperti wilayah lainnya.

Uniknya wilayah kosong yang membentang sepanjang 1,8 miliar tahun cahaya. Dan dinamai Supervoid Eridanus, merupakan dari yang kosong dan sangat luas.

Peneliti mengatakkan disana seperti tidak ada apa apa dan benas benar kosong. Seakan tidak ada bintang, debu dan gas bahkan dark matter.

Di beberapa tempat dari pengamatan di Bumi memang ada beberapa tempat yang terlihat kosong. Tapi tidak seluas wilayah ini SuperVoid ini.

Bukan berarti wilayah ini benar benar kosong, tapi berisi 10% materi dari wilayah lain. Wilayah ini memiliki suhu 10% lebih rendah dalam pengamatan CMB.

Wilayah ini juga menjadi struktur terbesar di alam semesta yang pernah diketahui.

Pertanyaannya mengapa wilayah tersebut berada di tengah alam semesta.
Agaknya sebuah lelucon tapi bisa di mengerti bahwa alam semesta sangat luas dan belum banyak diketahui.

Astrofisikawan Laura Mersini mengatakan wilayah dingin tersebut adalah hasill alam semesta paralel yang saling menabrak alam semesta kita dengan alam semesta lain di masa lalu. Tapi alasan tersebut ditentang dengan fisika tradisional.

Jadi anggapan Laura adanya alam semesta kita dengan bentuk bulat, bergesekan dengan bila alam semesta lain yang dianggap paralel.
Benturan tersebut membuat satu wilayah menjadi kosong atau jauh lebih sepi dari galaksi sampai bintang.

Alasan adanya lubang atau Cold Spot atau Super Void memang saling tumpang tindih dalam pengertiannya.

Peneliti tidak pernah tahu seperti apa dan mengapa disana sebagai daerah yang lebih kosong.
Bahkan dari beberapa asumsi, hanya satu yang dapat diterima. Ketika Big Bang terjadi maka terjadi juga fluktuasi kuantom. Tapi tidak pernah dapat dijelaskan secara masuk akal mengapa bisa terjadi.

Dibawah ini area Eridanus, gambar yang terlihat dari bumi adalah gambar berwarna biru sebagai daerah yang tidak terlihat apa apa.
Sedangkan gambar tengah perkiraan wilayah yang begitu luas dan lebih kosong dari area lain.

Gambar kedua pengamatan sinyal CMB, Supervoid memiliki panjang lebih dari 1 miliar tahun cahaya. Bila diamati, ukuran bulan atau Moon, dan perbandingan Supervoid Eridanus
Supervoid Eridanus struktur terbesar di wilayah kosong alam semesta

Fermi Bubble atau gelembung Fermi.

Pada 2010, para astronom yang menggunakan teleskop ruang angkasa Fermi khusus menangkap radiasi berbahaya yaitu Gamma.
Menemukan struktur kolosal yang muncul dari Bima Sakti.

Gumpalan besar ini, yang hanya dapat dilihat dalam panjang gelombang cahaya tertentu gelombang sinar gamma.
Memiliki lebar  25.000 tahun cahaya kearah atas dan bawah (kira kira seperempat dari lebar galaksi Bima Sakti).

Para peneliti percaya gelembung itu adalah hasil dari hiruk-pikuk bekas makanan kuno dari aktivitas lubang hitam pusat galaksi kita yang dikenal dengan Sagitarius A (SagA), menghasilkan energi yang sangat besar sampai membentuk seperti gelembung.



Gelembung Fermi berada di kutub galaksi Bima Sakti atau tepat berada diatas dan bawah pusat galaksi. Gelembung hanya dapat terbentuk dengan kekuatan energi sangat luar biasa besar. Mungkin energi tersebut terikat oleh kekuatan lubang hitam supermasif.

Mungkin juga, jutaan tahun lalu SagA mendapatkan makanan yang luar biasa tapi menganggu pencernaan si lubang hitam. Dari materi yang tertarik mendapatkan gaya listrik dan magnet. Lalu terlempar ke arah kutub seperti disebut jet. Partikel yang mengalami percepatan tersebut terlempar secepat kecepatan cahaya. Lalu menyebar dan menipis dibagian luar. Sampai saat ini jejak atau sisanya masih dapat dianalisa.

Atau disebabkan sebuah bintang ukuran raksasa berkeliaran dan nyasar dan tertarik masuk di sekitar lubang hitam SagA.
Lalu tercabik cabik hancur, menjadikan lubang hitam aktif dan melempar materi ke arah kutub.
Akhirnya energi gravitasi yang kuat dalam satu kejadian tersebut membentuk gelembung Fermi.

Atau keduannya memang tidak terjadi. Dan kita tidak ada yang peduli mengapa gelembung besar tersebut ada disana.

Sinar gamma adalah energi partikel tinggi, menjadi energi paling berbahaya di alam semesta. Kadang sinar kosmik dapat berinteraksi satu dengan lainnya. Menimbulkan energi seperti ini.

Gelembung Fermi di tengah galaksi Bima Sakti


Protocluster SPT2349-56 terbesar

Ketika usia alam semesta baru 1/10 dari usia sekarang.
Ada 14 galaksi yang mulai menabrak secara bersamaan. Dan membentuk ikatan dengan gravitasi paling masif yang pernah diketahui.

Protocluster SPT2349-56 adalah tempat dimana sebuah kluster berkumpulnya beberapa galaksi.
Karena galaksi di awal pembentukan galaksi, ukurannya belum terlalu besar.
Mereka berkumpul hanya seukuran 3x luas galaksi Bima Sakti atau menempati di satu area yang lebarnya sekitar 300 ribu tahun cahaya
Bandingkan dengan galaksi terdekat Bima Sakti dan Andromeda, memiliki jarak 4 miliar tahun cahaya lebih.

Dengan ruangan yang kecil setidaknya ada 14 galaksi berkumpul. Mungkin sekarang telah bergabung dan sudah terbentuk menjadi satu galaksi baru yang lebih besar.

Tapi disana terlihat tidak hanya 14 galaksi kecil tersebut yang saling terikat dan berdekatan, masih ada 50 galaksi lain yang mengelilingi struktur Protocluster SPT2349-50.

Nantinya sebagian galaksi akan menjadi satu tempat dimana galaksi saling mengorbit satu sama lain.

Menjadi rekor dari satu tempat dimana terdapat 14 galaksi yang saling berdekatan.

Cahaya merah dibawah ini adalah kumpulan galaksi yang baru beusia 1,5 miliar tahun setelah terbentuk Big Bang.

Protocluster SPT2349-56 terbesar


Shapley Supercluster

Tahun 1930, Harlow Shapley dan rekan-rekannya di Harvard College Observatory memulai survei galaksi di langit selatan, menggunakan lempeng foto dengan  teleskop Bruce 24 inci di Bloemfontein, Afrika Selatan.

Pada tahun 1932, Shapley melaporkan penemuan 76.000 galaksi yang lebih terang dari ukuran 18 cahaya di sepertiga langit selatan, berdasarkan jumlah galaksi dari lempengnya yang dibuat.

Dalam katalog ini, Shapley dapat melihat sebagian besar 'awan Coma-Virgo' (sekarang dikenal Supercluster Koma dan Supercluster Virgo), tetapi menemukan 'awan debu dan gas' di konstelasi Centaurus sebagai konsentrasi yang paling mencolok

Dia menemukan bagian yang sangat menarik karena dimensi liniernya yang besar, populasi yang begitu  banyak dan bentuk memanjang dengan jelas.

Lebih dari 8000 galaksi ada disana dan menjadi struktur paling masif yang jaraknya hanya 1 miliar tahun cahaya dari Bima Sakti.
Gas panas yang ada disana terlihat bersinar terang dalam cahaya radiasi X-ray.

Gambar merah mudah terbesar adalah cahaya sinar X yang mengidentifikasi kumpulan kelompok galaksi Abell 3558. (kanan) dan Abell 3562 (kiri). Serta beberapa kelompok lain yang lebih kecil.

Bukan hanya jumlah galaksi yang banyak ditemukan di area tersebut. Tapi memiliki pola seperti memanjang

Shapley Supercluster

Tidak lama lagi, mungkin dalam beberapa tahun kedepan. Banyak penelitian tentang alam semesta akan mengunakan teknologi teleskop terbaru.
Dari teleskop raksasa di Bumi, sampai teleskop paling kuat JamesWebb yang ditempatkan di ruang angkasa nanti.

Akan mengungkap lebih jauh dengan alam semesta ini

Berita terkait
Sebuah foto galaksi berbentuk spiral M51, letaknya 23 juta tahun cahaya dari bumi. Galaksi tersebut sedang mendekati sebuah galaksi kecil dan sedang  mengambil bagian galaksi yang kecil.  Kombinasi gambar teleskop biasa dan teleskop Spitzer dapat melihat lebih detil apa yang terjadi disana.

Nebula N 180B bukan berada di galaksi Bima Sakti, tapi berada di satetit Bima Sakti yang disebut Large Megallanic Cloud Sebuah bintang yang dinamai HH 1177 atau Harao 1177, berada di gelembung sebuah nebula disana.Menghasilkan aliran jet dari bintang HH 1177 memanjang begitu jauh sampai 32.6 tahun cahaya.



Bila melihat data alam semesta mungkin kita akan kaget. Dalam 10 tahun terakhir manusia baru bisa menjawab beberapa pertanyaan. Galaksi Bima Sakti berada di Laniakea, dan galaksi kita hanya sebagian kecil dari isi alam semesta. Ukuran paling tepat saat ini, jarak Bumi ke tepi galaksi adalah 66 ribu tahun cahaya.

Beberapa planet ekstrem yang ditemukan astronom kadang posisi planet. Bagaimana bila sebuah planet berisi air saja. Ada yang besar, sampai ukurannya puluhan kali lebih besar dari Bumi. Ada yang sangat jauh letaknya, planet sangat dingin, dan planet terlalu panas, dan ada yang berukuran 28x lebih besar dari Jupiter

NASA mengunakan satelit Swift untuk merinci gambar dengan ultraviolet. Ribuan gambar sudah dikumpulkan dan menghasilkan gambar utuh selebar 160 megapixel. Seperti apa bentuk galaksi kita bila di zoom sangat jauh, gambar miliaran bintang itu sangat luar biasa.

Galaksi terbesar di alam semestaSeratus juta galaksi yang terditeksi oleh manusia, galaksi apa yang terbesar yang pernah ditemukan. Disebut galaksi IC 1101, diperkirakan memiliki bentuk eliptikal. Jaraknya dari bumi 1 milyar tahun cahaya, memang jauh sekali tapi ukurannya sangat besar.

Benda antariksa terbesar berdasarkan kategori. Bumi pernah di tabrak  meteor seukuran 10km dan memusnakan dinosaurus. Bila asteroid Ceres berukuran 1000km nyasar ke bumi. Struktur terbesar dengan nama BOSS memanjang 1 miliar tahun cahaya. Kenyataannya ada yang sangat besar sekali.



Coma Cluster atau satu kluster galaksi berada di konstelasi Coma Berenices. Tapi bisa terlihat dengan teleskop ukuran besar untuk kelas amatir. Posisinya berada di antara rasi leo dan Bootes, dan paling mudah dilihat pada musim semi dan musim panas.

Sebuah gugus galaksi yang jaraknya sangat cadas, 5 milyar tahun cahaya. Diabadikan oleh Hubble, ESA, Nasa teleskop ruang angkasa. Memberikan penampakan luar biasa dari galaksi yang sangat jauh, maklum fotonya saja harus diabadikan selama 14 jam.

Video 7 menit menceritakan perubahan terjadinya bumi dengan infografik. Di ringkas apik dari pembangun piramid 4000 tahun lalu sampai konstruksi saat ini. Mengambarkan kehidupan awal manusia dan mahluk hidup, lalu maju ke masa depan.

Mengapa langit berwarna biru disiang hari dan matahari terlihat kuning. Sedangkan ketika sore, langit terlihat berwarna merah atau kuning, sedangkan cahaya biru langit perlahan menghilang. Ini penjelasan dalam sain tentang perubahan warna langit.

Astronot pergi ke bulan , untuk berhubungan dengan radio terjadi keterlambatan 1.5 detik. Bagaimana bila berkomunikasi dari Saturnus ke Bumi. Bagaimana bila lebih jauh lagi. Mungkin manusia yang jauh disana masih bisa melihat dinosaurus ke bumi. Melihat ruang angkasa sama seperti melihat waktu, mengapa berbeda. Diterangkan secara ilmiah

Galaksi spiral NGC 6872 yang ditemukan NASA menjadi galaksi spiral terbesar saat ini. Rentangnya mencapai 552 ribu tahun cahaya, dan jaraknya memang jauh sekitar 212 juta tahun cahaya dari Bumi.

Kalangan radio amatir sering menangkap suara tersebut, baru diketahui asalnya. Akhirnya ditemukan sumbernya saat ini.



Gambar diambil oleh satelit observasi tanpa awak Voyager 1. Bumi hanya sebesar 1 titik saja.




No popular articles found.