Planet NGTS-10b satu putaran ke bintang hanya 18 jam setahun waktu bumi


Science | 3 October 2019

Sebuah planet yang jaraknya 1060 tahun dari cahaya. Mengorbit ke bintang induknya hanya 18 jam.
DItemukan tahun 2017 oleh tim universitas Warwick, dipublikasi pada tahun 2019.

Bumi mengitari matahari dalam waktu 365 hari, sedangkan di planet NGTS-10b kurang 1 hari sudah menyelesaikan 1 kali putaran.

Teknologi dengan astronomi membuka mata kita dengan isi alam semesta.

Urusan planet, dari planet sangat besar, yang lebih besar sampai beebrapa kali dari planet Jupiter atau disebut Super Jupiter. Dan ada lagi planet gas yang ditemukan, mengorbit sangat dekat ke bintang induknya, dan dinamai Hot Jupiter.

Teori lama selalu menyebutkan, planet berbatu yang lebih berat akan ada di bagian depan. Sedangkan gas yang lebih ringan membentuk planet gas dengan letak lebih jauh dari matahari.

Itu cerita tata surya kita dengan matahari, seperti planet Neptunus sebagai planet gas terakhir paling jauh mengorbit ke matahari sekali saja membutuhkan waktu 164,8 tahun (Waktu Bumi). Tapi berputar dalam sehari hanya 16 jam 6 menit saja.

Planet paling depan adalah Merkurius dengan orbit 88 hari setahun waktu bumi. Disana saja sudah sanga panas mencapai 480 derajat C ditambah rotasi planet yang lambat membuat sisi gelap mencapai suhu dingin -180 derajat C.

 planet NGTS-10b gambar ilustrasi

Bandingkan dengan planet NGTS-10b, sekali mengitari dalam 18 jam.

Planet tersebut ditemukan oleh teleskop Next Transit Survey - NGTS yang ditempatkan di pegunungan Chili milik ESO.
Tugasnya mencari planet di sekitar bintang bintang dengan target ukuran seperti Neptunus sampai seukuran Bumi.
Memiliki 12 teleskop yang identik berukuran 20cm.



Terkait dengan penemuan planet NGTS-10b, teleskop mendapatkan planet tersebut di area bintang yang cerah.
Terletak 1000 tahun cahaya dari Bumi. Sebagai planet dengan orbital paling pendek yang pernah ada.
Dalam penemuan astronom, hanya 7 planet seukuran Jupiter yang ditemukan memiliki orbit kurang dari 1 hari
Dan salah satunya NGTS-10b dengan orbit paling pendek.

James McCormac peneliti pasca doktoral Exoplanet universitas Warwick menjelaskan tentang planet NGTS-10b.
Planet yang transit di depan bintang dengan waktu sangat singkat tersebut sangat mudah diamati, karena dalam 1 hari bisa terlihat 2x.
Planet seperti itu secara teoritis mudah dilihat tapi juga langka.

McCormac mengatakan planet NGTS-10b mengorbit ke sebuah bintang berwarna kuning kelas K5V yang relatif aktif.
Artinya bintang tersebut sedikit lebih kecil dari matahari kita, lebih dingin dan lebih redup cahayanya.

Mengingat orbit planet NGTS-10b begitu cepat, bagaimana planet tersebut masih bertahan dengan jarak sangat dekat ke bintang.

NGTS-10b bukan saja sebagai planet dengan waktu terpendek mengitari sebuah bintang. Juga menempatkan planet ini menjadi kandidat yang mengalami pasang surut akibat gravitasi bintangnya ke planet.

Planet planet besar seperti NGTS-10b mungkin tidak akan bertahan lama. Dalam arti suatu hari akan hancur oleh bintangnya sendiri atau ditelan masuk ke dalam.
Peneliti mencari tahu, dengan putaran sedemikian cepat, apakah planet mampu bertahan untuk waktu jangka panjang.

Walau tidak dapat disangkal, planet NGTS-10b dimasa mendatang akan lenyap.
Karena McCormac telah menghitung, orbit planet tersebut terus memendek 7 detik setiap 10 tahun. Dan suatu hari akan semakin mendekat dan habis.

Nasib planet NGTS-10b
Jika proses interaksi pasang surut dapat efisien di keduanya. Kira kira 38 juta tahun lagi, barulah planet masuk ke dalam bintangnya.
Jika proses interaksi pasang surut keduanya kurang efisien atau tidak banyak terganggu oleh gravitasi planet, mungkin planet dapat berada di orbit bintang lebih lama.
Mungkin planet NGTS-10b bukan berasal dari tata suryanya sendiri. Tapi planet yang datang dari tata surya lain, dan terganggu dengan sebuah bintang lalu masuk ke dalam orbit bintang. Sehingga posisinya berada sangat dekat.

Penelitian planet ini masih berlanjut, untuk menentukan orbit dari bentuk spiral planet ke bintang.

Berita terkait
Misi Kepler telah berakhir, ditemukan banyak planet dan disebut Super Earth. Dari semua yang ditemukan apakah ada satu planet yang tepat untuk kehidupan, khususnya untuk manusia. Peneliti mengatakan tidak. Ukuran planet yang berbeda dari Bumi akan berbeda. Apa saja  yang dimaksud berbeda.

Galaksi yang sedang mengalami ledakan pembentukan bintang ketika usia alam semesta baru 1 persen, terlihat galaksi menyalakan gas yang mengelilingi galaksi. Awan tebal debu mengaburkan sebagian besar cahaya, menyebabkan galaksi tampak redup bahkan bentuknya tidak teratur. Mirip menemukan mahluk mitos Yeti di hutan belantara. Teknologi saat ini hanya mampu melihat benda kabur dengan teleskop sinyal radio



Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. Tetapi dengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Proses daur ulang di alam semesta hal biasa. Galaksi Bima Sakti menelan gas dan melontarkan kembali ke ruang angkasa. Tapi gas yang keluar akan masuk kembali ke dalam galaksi. Membentuk gas sebagai bahan bakar bintang baru. Uniknya, yang masuk lebih banyak dari yang dimuntahkan. Dari mana gas tersebut bertambah.

Michel mendapat penghargaan Nobel Prize in Physics 2019. Atas upayanya mencari planet dan dia menjadi orang pertama yang menemukan exoplanet diluar tata surya kita. Teleskop Hubble sudah ada di ruang angkasa sejak 1990, tapi tidak ketemu namanya planet lain. Merubah semua teori yang dipegang oleh para ilmuwan lain. Michel mengatakan ide gila kalau pergi kesana. Kenapa harus kesana, karena bumi masih bisa di tinggali.

Bintang T Ursae Minoris adalah bintang besar berukuran 2x lebih besar dari matahari. Masuk bintang raksasa yang sekarang sedang membengkak, mulai berdunyut. Ilmuwan berharap dapat menyaksikan bintang T Ursae Minoris ketika memasuki masa akhir. Dimana skala kehidupan manusia dapat melihat secara langsung kematian bintang.

Sebuah galaksi yang bergabung, terditeksi ada 2 inti dari galaksi SDSS J1010 + 1413 yaitu 2 lubang hitam supermasif. Kedua lubang hitam yang sudah masuk menjadi satu dan perlahan saling mendekat. Terditeksi oleh teleskop Hubble dan memperlihatkan ada 2 cahaya biru. Peneliti mengatakan kedua lubang hitam akan saling mengitari. Kapan tabarakan akan terjadi, tidak tahu. Apa yang akan terjadi, disana akan terjadi riak gelombang gravitasi sangat kuat.



Bintang J005311 letaknya di rasi bintang Cassiopeia, 10.000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh teleskop satelit WISE. Bintang tidak menghasilkan cahaya, tapi bukan cahaya biasa, melainkan radiasi cahaya inframerah. Keanehan lain menghasilkan angin bintang dengan kecepatan 16.000x. Salah satu bintang langka di galaksi Bima Sakti

Sebuah tata surya dengan bintang 55 Cancri, terdapat sebuah planet yang diketahui seperti tidak berputar. Planet 55 Cancri e masuk kategori super earth, tapi orbitnya lebih parahnya dengan  satu putaran 18 jam. Data tahun 2013 ditemukan kandungan atmofer planet, tetapi tetap saja menjadi planet panas

Sebuah tata surya dengan jarak 11 tahun cahaya dari Bumi kembali ditemukan, disana terdapat planet. Planet Ross 128b berada di posisi yang tepat atau dikenal Goldilock. Planet ke 2 paling dekat ke Bumi setelah planet yang ada di Proxima

Sebuah planet ekstrasurya terlihat mengorbit di sebuah bintang katai merah, jaraknya 40 tahun cahaya dari Bumi. Mungkin planet ini menjadi tempat untuk mencari tanda tanda kehidupan diluar tata surya. Ukuran 1,4x dari Bumi, bintang disana berwarna merah.

Planet Tap 26b ditemukan awal Januari 2016. Masuk sebagai planet bongsor dan lebih besar dari planet Jupiter, tapi planet ini sangat panas. Bahkan berada dekat dengan bintang induknya TAP 26. Jangan berharap mampir di planet seperti ini.

Planet OGLE-2007-BLG-349 ditemukan ketika mengalami microlensing. Posisi munculnya planet dan 2 bintang diakibatkan posisi tepat sejajar dari pengamatan dengan Bumi. Salah satu planet terjauh yang ditemukan dengan jarak 8000 tahun cahaya.

Michelle Kunimoto 22 tahun seorang mahasiswa di universitas Columbia. Dia tertarik dengan planet yang jauh. Sebagai mahasiswa dia mengambil bagian untuk menganalisa data dari teleskop ruang angkasa Kepler. Dan dia menemukan 4 planet dan satu planet diantaranya adalah seukuran planet Neptunus di posisi hangat.




No popular articles found.
< /body>