Cluster galaksi terjauh 13 miliar tahun cahaya ditemukan dan ada sejak awal lahirnya alam semesta


Science | 29 September 2019

Galaksi dan materi gelap membentang di seluruh alam semesta kita sebagai jaring kosmik yang luas.

Mereka berkumpul bersama di beberapa daerah dan meninggalkan ruang kosong di tempat lain.
Seperti galaksi Bima Sakti dan Andromeda berada di satu kelompok kecil dan disebut lokal galaksi grup.

Dalam beberapa galaksi grup lainnya disebut Supercluster. Termasuk galaksi Bima Sakti, Andromeda, Formax cluster,  Leo group dan lainnya

Tetapi seberapa awal sejarah alam semesta, ketika cluster galaksi mulai terbentuk masih belum diketahui.

Sekarang, para peneliti telah menemukan contoh cluster  paling jauh dan paling awal atau disebut sebuah protocluster galaksi.

Sekelompok galaksi yang mulai mengumpul, sekitar 13 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.
Penemuan kelompk galaksi yang sangat jauh tersebut diumumkan 30 September di The Astrophysical Journal.

Satu Temuan langka yang menambah pemahaman para astronom tentang bagaimana dan kapan cluster galaksi saat ini terbentuk seperti sekarang ini dan bagaimana lingkungan galaksi mempengaruhi evolusi mereka.

"Dengan menyelidiki protoclusters adalah  nenek moyang dari galaksi cluster saat ini, kita dapat mempelajari kapan dan bagaimana cluster galaksi terbentuk dan berevolusi," kata penulis utama studi tersebut, Yuichi Harikane dari National Astronomical Observatory of Japan.

Dalam memahami struktur besar yang membentuk alam semesta kita, tim Harikane mengintip di ruang angkasa.



Karena cahaya membutuhkan waktu miliaran tahun cahaya untuk melakukan perjalanan dari galaksi yang amat sangat jauh, mempelajari mereka yang jauh berarti melihat galaksi karena mereka lama di masa lalu.

Setiap kotak dari titik berwarna biru adalah galaksi purba yang sudah terbentuk sejak 13,8 miliar tahun lalu.
Warna merah disebabkan fenomena Red Shift, karena cahaya yang sampai ke bumi mengalami penarikan oleh alam semesta. Dan galaksi tersebut dapat terlihat karena bergerak menjauh dari Bumi

Cluster galaksi sudah mulai terbentuk - Protocluster galaksi 800 juta tahun

Tim Harikane menggabungkan pengamatan dengan beberapa teleskop untuk membuat peta 3D galaksi dalam dua bentang ruang yang jauh.

Kedua bidak yang dipetakan begitu jauh dari kita sehingga cahaya mereka membutuhkan miliaran tahun untuk mencapai Bumi. Hasilnya adalah sekilas seperti apa bentuk galaksi itu tampak di masa lalu.

Jarak yang lebih jauh dari keduanya kira-kira 13 miliar tahun cahaya, memberikan kita gambaran dari saat alam semesta yang baru berusia sekitar 800 juta tahun terbentuk. Sedangkan saat ini alam semesta yang kita huni diperkirakan sudah berusia 13,8 miliar tahun.

Setiap peta 3D menunjukkan struktur skala besar seperti yang diharapkan. Ternyata galaksi tidak tersebar merata di seluruh ruang, dan beberapa tempat berkumpul galaksi yang berdekatan lebih banyak daripada yang lain. Khususnya, masing-masing bongkahan gambar tersebut terdapat pengelompokan galaksi yang lebih padat.

Sebuah petunjuk kuat bahwa pengelompokan atau adanya galaksi yang mulai berkumpul tersebut adalah awal dari pembentukan dari cluster galaksi yang masih ada saat ini berasal juga dipengaruhi oleh materi gelap

Dimana materi tersebut tak terlihat dalam bentuk massa alam semesta.
Bintang dan gas yang bersinar yang membentuk galaksi, dan gugusan galaksi
Juga diselimuti oleh awan besar yang dinamai Dark Matter, yang disebut halo materi gelap.

Huichi Harikane, seorang peneliti di National Astronomical Observatory of Japan yang memimpin tim internasional, mengatakan dalam siaran pers.

"Protocluster adalah sistem yang langka dan istimewa dengan kepadatan yang sangat tinggi," kata Harikane, seraya menambahkan bahwa para peneliti menggunakan bidang pengamatan teleskop Subaru di Hawaii untuk "memetakan area besar langit" dalam pencarian ini.

Penemuan protocluster, kumpulan 12 galaksi, menunjukkan bahwa struktur kosmik besar telah ada pada tahap paling awal alam semesta, yang diyakini para ilmuwan lahir alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun lalu.

Salah satu dari 12 galaksi disebut sebagai Himiko, dalam bentuk awan gas raksasa yang ditemukan pada 2009 dengan menggunakan teleskop yang sama.

"Masuk akal untuk menemukan protocluster dekat objek besar, seperti galaksi Himiko. Namun, kami terkejut melihat bahwa Himiko terletak ... di tepi 500 juta tahun cahaya dari pusat," tulis surat kabar itu. kata penulis Masami Ouchi.



"Masih belum dimengerti mengapa Himiko tidak berada di tengah," katanya.
"Hasil ini akan menjadi kunci untuk memahami hubungan antara kluster dan galaksi besar."

Tim tersebut termasuk para ilmuwan dari Imperial College London dan penelitian ini diterbitkan dalam Journal Astrophysical Jumat

Tim tersebut membandingkan gumpalan galaksi yang lebih padat yang mereka amati dengan simulasi komputer dari penggabungan materi gelap dengan periode waktu ke waktu di alam semesta.

Daerah galaksi padat menunjukkan kemiripan dengan gumpalan dalam simulasi yang akhirnya tumbuh menjadi lingkaran materi gelap dalam cluster galaksi yang biasa kita temukan di alam semesta seperti saat ini.

Para peneliti menyimpulkan bahwa gumpalan galaksi yang lebih padat mungkin sebagai prekursor dari gugus-gugus galaksi ini, atau protocluster galaksi.


Penemuan ini juga menjadi bukti yang menunjukkan di alam semesta modern, galaksi dalam kelompok padat cenderung membentuk bintang yang kurang aktif dibandingkan wilayah dengan lingkungan yang kurang padat.
Tetapi pada tahap awal kehidupan kelompok galaksi, bisa saja berbeda seperti temuan para peneliti tersebut.


Berita terkait
Inlah penyebab mengapa bintang sedang menjadi ukuran raksasa. Ketika gugus bintang dapat mencapai jumlah 1 juta bintang. Sebagian besar bintang lahir dalam periode yang sama. Uniknya bintang di  Large Megallanic Cluster muncul bintang besar dan usianya muda. Mengapa bintang tersebut ada disana. Peneliti memberi 2 pendapat.

Seperti apa sih galaksi Bimasakti sebelum seperti sekarang ini. Bicara galaksi loh, bukan bicara planet , komet atau asteroid. Nasa membuat 2 perbandingan gambar yang di dapat dari sebuah galaksi yang sangat jauh M33. Galaksi Bima Sakti dulu pernah mati tapi hidup kembali.



Dua lubang hitam ini berada pada jarak 750 juta tahun cahaya menunjukan kehancuran dua galaksi 0402-379 akibat kedua lubang hitam. Bentuk visual dari galaksi Galaksi 04020-379 dahulu kedua galaksi memiliki lengan spiral yang terbentuk dari garis bintang. Update foto VLBA

Mengunakan teleskop paling kuat Hubble, melihat 2 galaksi yang dempet. Letaknya 500 ribu tahun cahaya dari Bumi. Disebut galaksi IRAS 06076-2139, keduanya saling berpaspasan alias saling melintas berdekatan dengan kecepatan 2 juta km perjam.

Gugus galaksi Abell 370 letaknya 6 miliar tahun cahaya. Tapi terlihat dari bumi memberikan foto berbeda dari bentuk galaksi disana  Tetapi ada gambar galaksi yang terlihat pada busur biru adalah galaksi yang lebih jauh lagi. Dan berada di belakang kelompok galaksi Abell 370

Sebuah galaksi MACS 1423-z7p64 diumumkan10 April 2017. Menjadi galaksi terjauh dan terlihat seperti galaksi purba di awal pembentukan alam semesta. Galaksi MACS 1423-z7p64 ditemukan bukan melihat langsung dengan teleskop. Seperti terlihat pembesaran gravitasi lensa.

Kedua galaksi saling berinteraksi atau tarik menarik. Letaknya di konstelasi Canis Major. Keduanya bertabrakan tepat di tepi sisi galaksi. Karbon monoksida di galaksi IC 2163 terbentuk dari tsunami bintang dan gas akibat kedua galaksi bersinggungan



Teori relativitas umum dari Einstein kembali terbukti. Yang ini bisa disebut sangat langkah, karena ditemukan tidak kebetulan. Sebuha benda yang sangat jauh dengan jarak miliaran tahun cahaya bisa tampak, bahkan yang ini disebut cincin Canarias Einstein memiliki cahaya sempurna.

Gabungan galaksi dengan galaksi lain, umumnya membentuk galaksi bundar atau elips. Tapi yang ini tetap bertahan dengan bentuk spiral. Membentuk cahaya lebih cerah dibanding galaksi lain. Mengapa galaksi yang bertabrakan bisa bertahan dengan bentuk lama.

Umumnya sebuah galaksi memiliki 2 spiral atau lebih. Tetapi galaksi NGC 4725 hanya satu memiliki satu spiral saja. Mungkin aneh, tetapi biasa bagi penemuan di dunia astronomi.




No popular articles found.