Teleskop LSST sensor paling besar 3GB pixel lensa baru selesai setelah dibuat 5 tahun


Technology | 28 September 2019


2019
Membangun teleskop Large Synoptic Survey Telescope (LSST) yang sudah dirancang 10 tahun lalu.
Sampai mendapat lampu hijau untuk dibangin tahun 2011.
Mendapat pendanaan tahun 2015

Teleskop raksasa dengan 189 keping sensor CCD membentuk sensor terbesar di dunia dengan ketajaman 32 Gigapixel.
Kemampuan sensor tidak akan berguna tanpa lensa. Masalahnya sensor berukuran besar harus didukung dengan lensa besar.

Teleskop LSST memiliki 3 cermin besar dan 2 lensa elemen. Bagian lensa terbatgi dengan lensa L1 dan lensa pendamping.
Lensa utamanya itu menjadi lensa optik performa tinggi terbesar yang pernah dibuat.

Lensa utama L1 dan lensa pendamping dibuat oleh perusahaan Ball Aerospace berbasis di Colorado, Arizona Optical Systems.
Membutuhkan waktu 5 tahun pembuatan, dipasang dengan struktor serat karbon. Dan dikirim ke Tucson Slaca laboratorium.

Tahun 2019, lensa baru selesai dibuat.

Lensa performa paling kuat dari teleskop LSST

2017
Video dibawah ini dipublikasi Juli 2017, lokasi pembangunan teleskop dengan sensor terbesar LSST





2015
Smartphone memiliki sensor 16Mpix, camera profesional bisa saja menawarkan sensor camera dengan ketajaman 100Mpix.

Sensor camera yang satu ini bukan tandingannya lagi.

Memiliki ketajaman 3,2Gpixel atau setara memasukan 1500 gambar video HD.

Sensor camera miliki LSST nantinya menjadi jantung dari teleskop Large Synoptic Survey Telescope.

Saat ini konstruksi teleskop masih tahap pembangunan dan sensor masih diuji di California. Di dalam camera memiliki sususan 3 cermin, itupun seukuran kendaraan kecil.

Total berat mencapai 3 ton. Sensor camera untuk astronomi dengan ketajaman 3,2Gpixel sebenarnya tidak berbentuk utuh satu panel. Tapi berisikan 189 sensor CCD  16MP yang dipasang array.

Camera dapat menerima cahaya selama 15 detik dalam setiap 20 detik. Pada camera memiliki koreksi abrasi gambar.
Ketika bekerja penuh, camera dapat mengambil gambar sebanyak 200.000 foto antariksa selama setahun.
Karena sensor akan panas, maka perlu di dinginkan sampai suhu -100 degr.C
Setiap malam diperkirakan dapat menghasilkan foto sebanyak 15TB.
Masa tugas dalam rencana untuk 10 tahun setelah teleskop bekerja.

Sensor camera LSST akan di uji coba di laboratorium SLAC di Menlo Park California selama 5 tahun. Selesai di uji baru dipasang ke teleskop LSST yang berada di Chile..

Pembangunan teleskop LSST nantinya akan menjalankan misinya melihat antariksa, khususnya objek di daerah selatan dimana disana menjadi bagian paling banyak bintang dan galaksi. Diperkirakan bila konstruksi teleskop SLLT selesai. Di pusat observasi LSST dapat memberikan data sebesar 6 juta gigapixel pertahunnya dalam mengabadikan antariksa termasuk melihat bahan asteroid dan meneliti materi gelap dan energi gelap.

Sensor camera paling besar milik teleskop LSST

LSST terletak di Chile, berada di ketinggian 2.682 meter di daerah pegunungan Coquimbo.



Setelah konstruksi selesai, teleskop LSST akan masuk daftar 10 teleskop terbesar di darat. Pembangunan dimulai 1Agustus 2014.
Dana yang diajukan sekitar $27,5 juta.


teleskop astronomi dengan sensor terbesar LSST


Rencananya sudah dapat di uji coba tahun 2019, dan jadwal operasi tahun 2021. Dan bekerja sepenuhnya mulai 2022 selama 10 tahun.

+ www.lsst.org

Berita terkait
Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) hanya mencari planet pada jarak 200 tahun cahaya. Foto 200 ribu bintang pertama, yang jaraknya hanya 300 tahun cahaya dari bumi. Data terus berlanjut sampai 2 tahun diperkirakan dapat memetakan 26 segmen. 13 segmen wilayah selatan sudah selesai, dan posisi teleskop memutar ke arah pengamatan wilayah utara

Inlah penyebab mengapa bintang sedang menjadi ukuran raksasa. Ketika gugus bintang dapat mencapai jumlah 1 juta bintang. Sebagian besar bintang lahir dalam periode yang sama. Uniknya bintang di  Large Megallanic Cluster muncul bintang besar dan usianya muda. Mengapa bintang tersebut ada disana. Peneliti memberi 2 pendapat.



Bila ada yang mengatakan galaksi kita berbentuk piring utuh. Nyatanya galaksi Bima Sakti dimana kita tinggal, sebenarnya tidak rata seperti yang kita bayangkan. Dari beberapa penelitian menunjukan galaksi kita sebenarnya tidak rata. Yang benar galaksi Bima Sakti memiliki 4 lengan, tapi tidak melingkar utuh.

Melihat foto ISS ketika berada di luar modul dan melihat video. Atau melihat foto misi astronot Apollo, mungkin kita bertanya. Mengapa langit terlihat lebh gelap di ruang angkasa di banding di Bumi. Dan tidak tampak bintang seperti di Bumi. Bukan tidak ada bintang tapi camera yang digunakan dirancang khusus.

Teleksop Speculoos milik ESO mengunakan lengan robot. Bertugas untuk mengamati planet yang mungkin ada di sekitar bintang katai coklat. Observasi baru tersebut awalnya bekerja akhir 2017, dan test pertama tahun 2019. Setelah data observasi, akan dilanjutkan dengan teleskop lebih besar ELT

Teleskop radio SKA selesai dibangun, setelah tahun 2016 memperlihatkan gambar pertama dari 25% kekuatan teleskop radio. Menjadi teleskop paling sensitif di dunia untuk memetakan langit dengan gelombang radio, dan menangkap paling detil dari sebelumnya. Salah satu yang dicari adalah jejak gas hidrogen.

Spektrograf adalah instrumen untuk memisahkan cahaya dengan berbagai panjang gelombang. ESO membawa teknologi instrumen yang disebut Espresso untuk berburu planet berbatu seukuran bumi. Membutuhkan 4 teleskop berkerja bersamaan



Bila mendapatkan gambar dari teleskop Alma, bentuknya tidak seperti foto teleskop optik. Karena teleskop Alma adalah teleskop radio terbesar di ketinggian 5000 meter. Alma memiliki 66 antena presisi tinggi, terbesar dengan jarak 16km

Teleskop Array Murchison Widefield menangkap galaksi Bima Sakti dalam 12 warna. Tidak itu saha, setiap titik sinyal radio yang tertangkap juga mewakili galaksi yang lebih jauh. Dimana frekuensi radio telah mengalami perjalanan miliaran tahun untuk ditangkap oleh teleskop saat ini




No popular articles found.