Komet C 2019 Q4 Borisov bukan dari tata surya kita tapi dari bintang kembar Kruger 60


Science | 14 October 2019

Sebuah komet yang dinamai C 2019 Q4 disebutkan bukan komet di sekitar tata surya kita.

Dipastikan berasal dari antar bintang, atau dari bintang lain diluar orbit matahari.

Seorang astronom amatir awalmnya melihat benda kedua yang melintas datang dari luar orbit matahari.

Gennady Borisov asal Cremia menditeksi komet tersebut pada 30 Agustus 2019 dengan teleskopnya sendiri.

Hampir jelas ketika di analisa,orbit komet yang diberi nama C 2019 Q4 memiliki orbit aneh dan tidak terikat dengan gravitasi ke matahari.

Awalnya nama C 2019 Q4 diberi nama gb00234. Tetapi oleh badan Minor Planet Center dari Harvard & Smitsonian Center for Astrophysic memberi nama baru. C 2019 Q4 atau Borisov untuk menghormati si astronom amatir yang menemukannya.

Pengamatan lebih lanjut lintasan C 2019 Q4 memiliki hiperbolik. Jadi benda tersebut masuk ke tata surya dengan ekor sepanjang 10km.  Jadi komet tersebut hanya lewat, selanjutnya akan keluar dari tata surya kita.

Benda pertama yang terditeksi oleh astronom modern dinamai Oumuomua pada tahun 2017.
Benda batuan besar dengan bentuk panjang seperti cerutu menjadi viral setelah diketahui bukan dari tata surya kita melainkan dari bintang lain. Atau keluar dari orbit bintangnya.

Ada yang menyebut benda tersebut adalah pesawat alien, atau batuan mata mata yang sengaja dilepas untuk meneliti semua kehidupan antara bintang. Dan di batuan disebutkan ditempatkan sensor dari pengamatan alein.

Tentu saja itu hanya spekulasi. Yang benar batuan Oumuomua adalah batuan yang orbitnya lepas dari sebuah tata suryanya sendiri. Walau astronom tidak dapat menemukan dari mana asal batu tersebut, atau dari mana batu tersebut terlempar keluar.


Benda tersebut hanya melintas beberapa minggu dan sudah keluar dari tata surya kita.

Sedangkan komet C 2019 Q4 masih berada di tata surya.
Diperkirakan akan berada di sekitar tata surya kita selama 6 bulan. Bahkan komet C 2019 Q4 memiliki cahaya 6 kali kali lebih terang dari

Pada saat komet C 2019 Q4 ditemukan. Jaraknya sekitar 3AU atau 3x jarak matahari ke Bumi.
Jarak ke Bumi diperkirakan akan tercapai sampai 1.8AU pada 10 Desember 2019.

Astronom dan peneliti internasional mungkin akan menelaah kembali komet C 2019 Q4. Kemungkinan Hubble akan disertakan untuk melihat benda terebut lebih dekat.

Gambar pertama ilustrasi artis, gambar kiri kedua bentuk pengamatan dengan teleskop gambar dari teleskop Gemini North pada 10 September 2019.
Dan kanan lintasan komet sampai 6 bulan kedepan


Komet C 2019 Q4 Borisov bukan dari tata surya kita tapi dari luar antar bintang

Oktober 2019 Peneliti dari Polandia menghitung dari mana benda ini datang.
Ketika Komet 2I / Borisov datang dan melintas, setelah dihitung hitung, Bonsov berasal dari sebuah bintang katai merah biner yang letaknya 13,15 tahun cahaya. Atau dikenal dengan bintang Kruger 60.

Menjadi objek antar bintang yang dapat dilacak pertama kami, setidaknya dapat diperkirakan dari mana asal datangnya. Dengan catatan bila perhitungannya benar, atau bisa saja komet datang dari tempat lain.

Bintang Kruger 60 dengan bintang biner, satu bintang A memiliki massa 27% dibanding matahari, dan B dengan 18% massa matahari.
Bintang Kruger B adalah bintang variabel dengan sering melepaskan kilatan / flare setiap 8 menit.

Kedua bintang dipisahkan dengan jarak 9,5 Au, atau hampir 10 kali jarak matahari ke bumi.
Keduanya berada pada jarak Matahari ke Saturnus. Keduanya saling mengorbit setiap 45 tahun sekali, berada di konstelasi Cepheus.
Komet Borisov melintas di kedua bintang biner, dan berbelok sampai pada 1 juta tahun lalu dan baru sampai ke Bumi Agustus 2019

Ini agak membuat pusing. Ketika peneliti menghitung mundur. Kecepatan Komet 2I / Borisov bergerak dengan kecepatan hanya 3,43km perdetik.



Objek tersebut sudah melintas selama dengan jarak tempuh 5,7 tahun cahaya atau tidak lebih dari 6 tahun cahaya.
Jadi komet Borisov sudah menyeberang dari tata suryanya sendiri sejak 1 juta tahun lalu.

Peneliti Ye Quanzhi astronom dan pakar komet universitas Maryland, dia tidak terlibat dengan kesimpuna peneliti Polandia.
Menyebut datanya cukup menyakinkan dengan apa yang tersedia saat ini asalkan perhitungannya benar.

Bila anda ingin mengetahui dari mana asal benda ini di ruang angkasa, ada 2 faktor penting.
Komet ini memiliki lintasan kecil dari sistem planet, maka lintasannya harus bersinggungan dengan lokasi sistem tata surya itu.

Komet yang keluar dari sistem planet mereka sendiri, akibat gravitasi dengan planet planet besar di sistem tata surya sendiri.
Contoh Jupiter mungkin pernah melempar dengan gravitasinya ketika komet lewat ke lintasan matahari dan masuk ke orbit Jupiter.
Tapi Jupiter menarik dan mengeluarkan orbit komet keluar dari tata surya kita.

Mempelajari komet dari antarbintang memang menark kata Ye.
Karena kesempatan langka untuk mempelajar tata surya mengunakan peralatan yang tepat.

Apakah komet Borisov langsung berbelok dan berangkat 1 juta tahun lalu menuju bumi. Kenapa tidak ada tata surya yang menganggu lintasan komet selama melintas 1 juta tahun.

Bintang terdekat ke bumi hanya Proxima, yang jaraknya 4 tahun cahaya. Dan hanya sedikit bintang di dekat matahari yang jaraknya sampai 7 tahun cahaya.

Komet C 2019 Q4 Borisov datang dari bintang Kruger 60

Berita terkait
Disebut SN2016iet, memiliki durasi yang panjang, dengan jejak kimia yang tidak biasa, dan lebih banyak teka-teki di bintang tersebut. Para peneliti percaya supernova ini dapat menantang model kematian bintang kita yaitu matahari. Karena ledakannya terus tampak dalam beberapa tahun kedepan

Penemuan ruang angkasa kadang tidak terduga. Peneli Jepang menemukan galaksi purba yang selama ini tidak terlihat. Teleksop Hubble tidak melihat. Sampai data dari teleskop Spitzer menampilkan data aneh. Peneliti melihat ulang dengan teleskop besar di bumi. Ditemukan galaksi purba baru berusia 2 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta.



Sebuah bintang pulsar bergerak dengan kecepatan 1100 km perdetik. Bagaimana bintang pulsar tersebut dapat berpindah di galaksi Bima Sakti. Dan mendorong bintang pulsar tersebut sampai keluar dari tempatnya berasal akibat sebuah supernova. Jejak bintang pulsar dapat dipelajari dengan teleskop Fermi.

Bintang bintang muda yang masih sangat bergejolak dan tidak stabil kadang kilatannya sangat besar dan sangat cerah. Yang satu ini mengeluarkan kilatan sangat terang. Bintang JW 566 mengeluarkan kekuatan suar setara 10 miliar kali lebih cerah dari Matahari.

Sebuah gugus bintang RCW 38 diabadikan dengan teleskop VLT oleh ESO. Tampilkan gambar terbaru dimana komplek bintang padat ini berjarak 5.500 tahun cahaya.Mengunakan pencitraan inframerah HAWK-I yang dipasng pada teleskop VLT di Chili. Instrumen tersebut dapat menangkap benda yang tidak terlihat sebelumnya. Apakah semua bintang disana masuk ketegori bintang raksasa, separuhnya tidak.

Di sekitar galaksi Bima Sakti terdapat Local Group galaksi atau Bima Sakti menjadi bagian grup tersebut. Tetapi kelompok galaksi di Local Group ternyata bergerak dan mendekati grup lain yang lebih besar. Disebut Great Attractor. Apakah keduanya akan bertabrakan.

Galaksi NGC 1277 memiliki ukuran 1/4 dari Bima Sakti. Yang lebih aneh lagi, inti galaksi di tengah terdapat sebuah lubang hitam supermasif.  Ini isi semuanya hanya lubang hitam, dan dapat menjadi objek penelitian dimana kelas baru tipe galaksi.




No popular articles found.