Semen menjadi beton di ruang angkasa di uji coba dalam misi MICS 2019


Science | 12 September 2019

Para astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bereksperimen mencampur semen, bahan utama dalam beton, tapi di luar gravitasi Bumi untuk pertama kalinya.

Untuk memahami bagaimana semen dapat mengeras di bawah gaya berat mikro. Atau nyaris tanpa gravitasi di stasiun ruang angkasa.

Ketika dicampur dengan air, semen membentuk struktur mikro yang mengkristal dan mengikat semuanya bersamaan ketika mulai mengering.

Sangat cocok untuk membangun perlindungan bagi kehidupan di Mars atau bulan. Karena debu disana berlimpah dan dapat dijadikan bahan bangunan.

Jika percobaan ini berhasil, berarti para astronot di masa depan dapat dengan mudah membuat beton hanya dengan mencampurkan semen dengan batu serta debu (atau debu bulan) serta di planet Mars.

Percobaan ini disebut Microgravity Investigation of Cement Solidification (MICS)), misi ini dikirim ke ruang angkasa terdiri dari delapan kit dengan 120 variasi bubuk semen dan aditifnya.

Setiap sampel juga berisi kantong penuh air, di mana kantong akan pecah sebelum mengaduk cairan ke dalam sampel bubuk semen untuk dicampur dengan spatula selama 90 menit.

Sampel-sampel tersebut kemudian dibiarkan mengering dari perbedaan waktu.

Setelah percobaan, sampel yang mengeras dikirim kembali ke Bumi untuk dianalisis ketika misi pulang dari stasiun ISS berikutnya.

    “Dalam misi ke Bulan dan Mars, manusia dan peralatan perlu dilindungi dari suhu dan radiasi ekstrem, dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan membangun infrastruktur di lingkungan luar bumi ini.



Satu ide adalah membangun perlindungan dengan material seperti beton di ruang angkasa.

Beton sangat kokoh dan memberikan perlindungan yang lebih baik daripada material lain, ”kata Aleksandra Radlinska, insinyur sipil Penn State dan peneliti utama studi baru dalam jurnal Frontiers in Materials.

Ini baru percobaan, hasilnya harus menunggu tim peneliti menyimpulkan struktur beton yang di uji coba.

Semen menjadi beton di ruang angkasa di uji coba dalam misi MICS 2019

Berita terkait
Samsung Isocell Bright GW1 memiliki ketajaman 64 Megapixel, dengan ukuran 0.8um pixel. Samsung Sicocell Slim GH1 43MP. Isocell Bright HMX memang benar 100MP camera di smartphone mungkin tidak lama lagi

Cara kerja sensor sidik jari setidaknya mengunakan 3 teknologi berbeda. Sensor Capacitive yang umum digunakan di smartphone pemula dan menengah. Teknologi sensor sidik jari optik sebagaimodel kelas menengah ditempatkan di tengah layar. Lebih canggih sensor ultrasonik yang lebih akurat mengenal sidik jari.



Kita sering memilhat model camera smartphone, DSLR, camera Dashcam sampai Actioncam. Terdapat tipe Sony Exmor atau IMX. Exmor trademark sensor teknologi Sony. Disini dapat dilihat perubahan teknologi sensor camera dari spesifikasi camera smartphone. Dari tingkat resolusi sensor, ukuran dan aplikasi. Tidak hanya Sony, beberapa produsen lain juga membuat sensor camera.

Baterai mobil listrik mungkin mengalami transisi dari ukuran 18650 ke 2170 yang lebih besar. Mampu menampung kapasitas lebih besar, dan pengisian baterai lebih cepat. Pabrikan Tesla sebelumnya mendapat baterai dari Panasonic. Testla mengeluarkan model baru mengunakan ukuran baterai 2170.

Banyak alat untuk penyemprot tanaman untuk kebun. Bagaimana bila kita membuat sistem penyiram tanaman di rumah. Disebut Sprinkle dapat menyebarkan air untuk menyiram tanaman. Dengan biaya murah, installasi mudah dan ketahui berapa banyak komponen yang dibutuhkan.

Anda sering melihat sebuah kantong kecil di dalam kotak barang elektronik, sepatu atau tas baru. Jangan dibuang, benda tersebut adalah silika gel. Bentuk seperti bola kecil bening, memiliki beberapa manfaat.

Juni 2017 sebuah satelit ViaSat 2 diluncurkan, menjadi langkah awal pengunaan WIFI di pesawat komersil. Sistem satelit ViaSat 2 akan menyediakan jaringan WIFI dengan kecepatan 25Mbps




No popular articles found.