Galaksi purba 39 galaksi ditemukan baru berusia 2 miliar tahun


Science | 10 August 2019

Para astronom menemukan 39 galaksi purba yang bersembunyi dalam cahaya yang tak terlihat

Para astronom telah menemukan 39 galaksi purba yang sangat samar sehingga tidak dapat dilihat oleh teleskop seperti Hubble

Galaksi sepertinya ini yang sulit untuk dilewatkan - apalagi 39 galaksi tersebut amat sangat jauh.

Tetapi itulah kejutan yang di dapat bagi astronom.
Bila galaksi begitu jauh saja, cahaya galaksi akan sulit tertangkap teleskop.
Teleskop Hubble harus memfokus ke satu area yang sangat kecil, dan mengaktifkan teleskop selama 23 hari, menangkap cahaya yang sangat redup. Seperti percobaan Ultra Deep Field.
Apa yang tidak terlihat atau hanya area kosong, ternyata disana ada beberapa galaksi dapat terlihat.

39 galaksi yang ditemukan, mencapai jarak 11,5 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Bagian spektrum cahaya tidak terlihat oleh banyak teleskop.

Mengapa 39 galaksi tersebut baru ditemukan sekarang.
Ketika kita melihat langit malam, langit akan tampak bintang.
Bintang tentu bersinar dan dalam cahaya tampak hanyalah satu bagian kecil dari seluruh spektrum.

Tapi bintang di galaksi lain akan membentuk menjadi galaksi, dan cahaya galaksi tersebut tidak terlihat karena perluasan alam semesta itu sendiri. Sebagian galaksi juga saling menjauh, setidaknya menjauh dari pengamatan teleskop di Bumi



Ketika alam semesta mengembang, bintang-bintang dan galaksi-galaksi jauh bergerak menjauh dari kita dengan kecepatan luar biasa. Meningkatnya jarak antara bumi dan mereka secara fisik juga meregangkan cahaya ketika cahaya bergerak menuju Bumi.
Yang terlihat dibumi hanya cahaya dari panjang gelombang lebih panjang dan mengubahnya menjadi cahaya inframerah.

Sementara cahaya inframerah tidak terlihat mata telanjang.
Beberapa teleskop telah dirancang untuk menangkap sinyal-sinyal gelombang panjang infra merah.

Awal penemuan galaksi purba ditemukan secara tidak sengaja.
Para astronom dari Institut Astronomi di Universitas Tokyo awalnya menduga ada sesuatu yang aneh dalam data inframerah yang dikumpulkan oleh teleksop Spitzer Space Telescope.
Teleskop Spitzer adalah teleskop ruang angkasa khusus menangkap cahaya inframerah

Peneliti akhirnya mencari lebih jauh dengan penemuan teleskop Spitzer.
Mereka melihat lebih dekat menggunakan teleskop besar, Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) dan Very Large Telescope, yang berada di Chile.

Ternyata analisa para astronom tersebut benar.
Mereka menemukan 39 galaksi besar yang belum pernah terlihat sebelumnya. Cahaya mereka sangat redup.
Dan terselubung oleh debu dan jarak mereka yang luar biasa jauhnya- sekitar 11,5 miliar tahun cahaya.

Karena melihat jauh ke ruang angkasa seperti melihat ke masa lalu, jarak tersebut diartikan kita melihat galaksi-galaksi tersebut ketika masih berusia miliaran tahun, saat ukuran galaksi tidak terlalu besar.

"Ini pertama kalinya populasi galaksi masif yang dikonfirmasi, usia baru 2 miliar tahun pertama dari usia 13,7 miliar tahun kehidupan alam semesta," kata Tao Wang

Penjelasan gambar, kotak putih adalah letak galaksi purba yang ditemukan.
Tetapi data dari teleskop Hubble tidak menunjukan adanya galaksi disana, dan terlihat hitam saja.
Penelian dilanjutkan dengan teleskop besar ALMA. Sampai ditemukan beberapa sumber cahaya seperti nomor 1, 2, 3, dan 4.
Ruang kosong dari foto teleskop Hubble, ternyata ada galaksi yang tersembunyi.

39 galaksi purba ditemukan 10 Agustus 2019


"Galaksi galaksi ini sebelumnya tidak terlihat oleh kita. Temuan ini juga bertentangan dengan model pembentukan galaksi purba saat ini. Dengan periode evolusi kosmik dan membantu menambahkan beberapa detail tentang awal pembentukan galaksi, yang telah hilang sampai sekarang."



Sementara cahaya cukup redup dari sudut pandang kami, tim mengatakan bahwa jika anda tinggal di sebuah planet di salah satu galaksi disana ketika itu, anda akan melihat cahaya bintang-bintang dilangit yang sangat cerah.

Wang memberikan gambaran. "Untuk satu hal disana, cahaya langit malam akan tampak jauh lebih megah," kata Wang.
"Semakin besar kepadatan bintang berarti akan ada lebih banyak bintang yang dekat, tampak lebih besar dan lebih terang.
Sebaliknya, karena jumlah debu yang besar di galaksi purba, berarti bintang-bintang yang lebih jauh menjadi tidak terlihat, sehingga latar belakang bintang-bintang dekat yang cerah ini mungkin merupakan kekosongan gelap yang luas. "

Teleskop teknologi saat ini mengalami kesulitan mempelajari galaksi galaksi tersebut secara lebih rinci, karena panjang gelombang optik diperlukan untuk menganalisis spektrum mereka agar menentukan bahan elemen apa yang membentuk galaksi disana.
Tetapi tim astronom dari Jepang mengatakan bahwa instrumen yang baru akan datang. Seperti James Webb Space Telescope, yang akan diluncurkan pada 2021, mungkin bisa mendapatkan gambar lebih baik.


Berita terkait
Data universitas Tokyo
Komet C 2019 Q4 ditemukan dengan orbit bukan berasal dari tata surya kita. DIperkirakan asal komet dari antar bintang yang kebetulan melewati di lingkaran antar planet di tata surya kita. Peneliti Polandia menghitung Komet 2I / Borisov / C2019 Q4 tersebut. Berasal dari bintang Kruger 60. Sudah 1 juta tahun lalu berangkat, baru sampai September 2019 ke dekat Bumi.

Sebuah tata surya Planet  Planet  GJ 3512 ditemukan sebuah planet gas raksas. Teorinya planet tersebut seharusnya tidak ada atau tidak terbentuk disana. Karena tata surya Planet  GJ 3512 hanya sebuah bintang ukuran kecil Katai Merah. Teori umum, bintang ukuran kecil hanya melahirkan planet berbatu seukuran bumi dan berada dekat ke bintang induk.



Globular Cluster NGC 2108 adalah lokasi dimana banyak bintang lahir bersamaan dan berkelompok di satu tempat di sekitar galaksi kita. Tapi kelompok bintang ini berada di bagian LMC atau satelit galaksi mini. Dengan jarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi. Memperlihatkan bintang berwarna merah dengan bahan karbon.

Di sekitar galaksi Bima Sakti terdapat Local Group galaksi atau Bima Sakti menjadi bagian grup tersebut. Tetapi kelompok galaksi di Local Group ternyata bergerak dan mendekati grup lain yang lebih besar. Disebut Great Attractor. Apakah keduanya akan bertabrakan.

Pertama ditemukan galaksi spiral tertua di alam semesta. Galaksi A1689B11, benda ini terlihat begitu jauh dengan usia 11 miliar tahun. \Kita lihat kembali berapa usia alam semesta kita ini setelah terjadi Big Bang.

Tempat dimana terlihat seperti titik cahaya ini  bukan kunang kunang, bahkan bintang. Tapi galaksi yang berkelompok disebut Super Cluter. Diperkirakan ditempat ini terdapat 10 juta x miliar matahari. Supercluster adalah struktur terbesar di alam semesta

Gugus galaksi Abell 370 letaknya 6 miliar tahun cahaya. Tapi terlihat dari bumi memberikan foto berbeda dari bentuk galaksi disana  Tetapi ada gambar galaksi yang terlihat pada busur biru adalah galaksi yang lebih jauh lagi. Dan berada di belakang kelompok galaksi Abell 370



Sebuah galaksi MACS 1423-z7p64 diumumkan10 April 2017. Menjadi galaksi terjauh dan terlihat seperti galaksi purba di awal pembentukan alam semesta. Galaksi MACS 1423-z7p64 ditemukan bukan melihat langsung dengan teleskop. Seperti terlihat pembesaran gravitasi lensa.

Sebuah galaksi disebut IRAS 16399-0937 terbentuk oleh 2 galaksi. Diperkirakan dahulunya kedua galaksi memiliki massa yang sama besar. Dan sekarang terlihat seperti gumpalan bintang dan debu. Tapi bukan bentuk galaksi yang terlihat untuk dipelajari, ada hal yang tersembunyi disana.

Membutuhkan waktu sekitar 1000 jam untuk menangkap seluruh kombinasi cahaya yang begitu jauh. Diperkirakan baru berusia 5 miliar tahun  setelah terjadi Big Bang. Atau jauhnya mencapai 8-9 miliar tahun dari Bumi, mengingat usia alam semesta saat ini sekitar 13,8 miliar tahun.




No popular articles found.