Satelit Starlink untuk internet seperti bintang berjalan


Technology | 14 January 2020


Starlink akan dibuka pertengahan 2020

Gwynne Shotwell mengatakan perusahaan SpaceX yakin, layanan internet Starlink dapat dimulai pertengahan 2020. Tapi untuk wilayah Amerika Serikat.
SpaceX butuh meluncurkan 6 - 8 kali lagi untuk mengirim satelit mini di jaringan broadband.

Mengapa dibutuhkan satelit untuk jaringan internet. Kebutuhan di area yang tidak terjangkau internet kecepatan tinggi, pesawat, kapal, kendaraan, gaming yang tidak lag adalah tujuan sistem internet murah berbasis satelit.

Elon Musk CEO SpaceX yang juga pemilik pabrik mobil listrik Tesla sudah menTweet Starlink dapat bekerja.
Berapa kira kira satelit yang dapat dipasang pada tahap pertama, 400 satelit mini dengan bobot 227kg setiap unit, untuk cakupan ketinggian minor, dan 800 satelit untuk cakupan sedang.
Total 24x peluncuran yang dibutuhkan atau setara 24 x 60 satelit
Tapi jumlah total 12.000 untuk mencapai area seluruh dunia. Targetnya 42 ribu satelit dalam 10 tahun, 21 kali lebih banyak dari satelit yang ada saat ini.
Target utama, dibutuhkan 22 kali peluncuran untuk mencapai jumlah satelit ideal dan siap melayani internet satelit broadband di seluruh dunia.
Bagaimana perusahaan Starlink mengirim puluhan kali peluncuran roket pertahun.
SpaceX mengunakan 3 tempat peluncuran. 6 tempat lokasi peluncuran dibutuhkan untuk satelit mencapai jumlah yang cukup di ketinggian Minor.
6 tempat peluncuran roket ada di Amerika dan Kanada. Total 24 lokasi peluncuran roket di seluruh dunia.
Dan dibutuhkan 12 lokasi peluncuran roket untuk mencapai semua satelit di area moderat.
Berapa kecepatan internet satelit. Program yang pernah di uji coba awal 2018, kecepatan mencapai 610Mbps.

Satelit Starlink adalah konstelasi satelit.
Sama seperti GPS memiliki banyak satelit dan menjangkau ke seluruh permukaan Bumi.
Satelit Starlink berada di orbit rendah / LEO dengan ketinggian tidak lebih dari 1.000km, tepatnya di orbit rendah 350-550km.


Setiap satelit mengorbit bumi setiap 93,3 menit sekali.

Pengembangan satelit murah, performa tinggi, untuk tranmisi ke bumi untuk internet.global. Diperkirakan akan terus dikembangkan dan siap online tahun 2020.
Jumlah satelit Starlink tidak hanya puluhan tapi rencananya dikirim ke ruang angkasa sampai 12 ribu satelit

Berada dalam posisi 3 orbit (ketinggian) berbeda.
LEO - Penempatan satelit pertama dengan jumlah 1600 satelit berada di ketinggian 550 km dari Bumi. Jumlah 11943 satelit, dapat mencakup area 1000km
VLEO - very low earth orbit mulai 2027, mencakup area 400km
Satelit lain mengunakan K-band di ketinggian 1150km sedangkan frekuensi Vband untuk ketinggian 340km.
Setiap satelit memiliki 5 koneksi laser di orbit yang sama.
Setiap satelit memiliki roket pendorong Krypton, untuk menjaga posisi satelit tetap berada di jalur, manuver. Setelah tidak digunakan, atau diganti, roket akan mendorong turun satelit kembali ke Bumi dan terbakar dalam 1-5 tahun.

Satelit Starlink sampai Januari 2020

Februari 2020 Starlink Grup 5 - dalam jadwal.
Senin 20 Januari 2020 Starlink Grup 4 dijadwal
Senin 6 Januari 2020 - 60 satelit
Senin 11 November 2019 - 60 satelit.
Beberapa netter di Indonesia pada 14 November 2019 mengatakan melihat bintang berjalan atau cahaya berbaris

Total 160 satelit Starlink sampai Januari 2020

Jadwal lintasan penampakan satelit Starlink

Waktu munculnya satelit Starlink dibawah ini, mengunakan lokasi lintasan Jakarta dan waktu WIB
Setidaknya ada beberapa satelit Starlink mengorbit bersamaan. Dengan periode waktu berbeda, satelit kecil tersebut akan tersebar di atas bumi.
Cahaya dari satelit Starlink tidak menjamin terlihat, karena ukuran panel surya lebih kecil dibanding stasiun ruang angkasa / ISS

Data lintasan satelit yang terlihat seperti bintang berjalan tersebut sudah dimasukan di tracking N2YO

Data dibawah ini WIB lokasi lintasan di atas Jakarta

Start  Max altitude End  Visible passes
Date, Local time Az Local time Az El Local time Az Mag Info
15-Jan 04:45 NW
312°
04:49 SW


235°
32° 04:53 SSE
158°
- Map and details
16-Jan 03:25 N
350°
03:30 NE
59°
18° 03:34 SE
122°
- Map and details
17-Jan 03:41 NW
323°
03:46 SW
232°
72° 03:50 SE
148°
- Map and details
18-Jan 03:59 WNW
294°
04:03 SW
235°
13° 04:07 S
175°
- Map and details

Dibawah ini cahaya seperti bintang berjalan , dari beberapa satelit yang melintas dapat diabadikan dengan camera pada 14 Januari 2020.





Peluncuran satelit Starlink internet broadband

23 Mei 2018, beberapa laporan penampakan cahaya di langit seperti berjajar atau cahaya seperti kereta muncul
Perusahaan SpaceX sebelumnya menutup rapat dengan teknologi peluncuran satelit broadband untuk internet.

Pertama di Belanda, mereka yang melihat mengira ada UFO dengan jumlah sangat banyak.

Di Indonesia penampakan cahaya berjejer juga terlihat. Ada yang melihat 6-7 cahaya bahkan lebih pada tanggal 24 Mei 2019.

Cahaya tersebut sebenarnya satelit Starlink. Dan cahaya yang muncul dari panel surya satelit ketika memantulkan cahaya matahari.


Cahaya satelit Starlink seperti penampakan kereta berjajar di langit

Juli 2019
3 dari 60 satelit Starlink hilang komunikasi dengan pusat kontrol.
45 satelit telah berada di posisi 550 km dari permukaan bumi. 5 dalam proses naik ke ketinggian yang ditentukan.
Menyusul 5 satelit lain sedang mempersiapkan posisi untuk naik ke kettinggian yang ditentukan.

2 satelit yang tersisa mungkin tidak akan berfungsi dan jatuh. Sedangkan 3 satelit lain dikabarkan telah hilang komunikasi dengan Bumi.

Setelah semua target tercapai, lepas dari beberapa satelit yang gagal mencapai orbit.
Satelit Starlink akan diuji coba untuk data internet broadband, tetapi khusus untuk komunikasi data, sampai video dan game di Amerika Utara.

Astronom kesal dengan cahaya Starlink

Astronom mengatakan satelit SpaceX Starlink merubah langit malam selamanya. Setelah beberapa hari diluncurkan, mulai mendapat protes di kalangan astronomi.



Setiap satelit Starlink dilengkapi dengan panel surya besar. Dikhawatirkan jumlah satelit terlalu banyak dapat menjadi sampah di ruang angkasa.
Sekarang astronom mulai angkat bicara.

Ronald Drimmel dari Observatorium Astrofisika Turin Italia, Starlink akan merubah cahaya yang dilihat seperti rasi bintang besar.
Astonom amatir Marco Langbroek yang menangkap cahaya satelit Starlink mengatakan, semua 60 satelit seperti kereta, dari belakang dan depan terlihat. Astronom terkejut karena cahayanyalebih terang dari perkiraan banyak orang.

Bagi sebagian orang melihat pemandang cahaya yang berjalan berjajar di langit terlihat luar biasa dan mungkin aneh.
Tapi bagi astronom, ketika satelit Starlink bergerak cahayanya dapat menembu s langit malam.

muncul cahaya seperti kereta di langit adalah satelit Starlink

Badan antariksa sedang merancang teleskop bumi raksasa Large Synoptic Survey Telescope (LSST).
Dampak dari satelit Starlink belum diketahui.
Tetapi ahli astrofisika Bruce Macintosh dari Universitas Stanford di AS mengatakan, jangan jangan foto survei ruang angkasa akan tergores ketika satelit Starlink lewat.

Walau dibantah oleh ahli astrofisika Jessie Christiansen dari Institut Teknologi California (Caltech) di AS. Karena cahaya satelit Starlink hanya muncul menjelang pagi dan setelah sore hari. Seperti cahaya ISS dapat terlihat seperti sebuah bintang berjalan antara jam 4 - 6 pagi atau jam 6-8 pagi.

Masalah lain yang dikhawatirkan dari kalangan astronom teleskop radio. Walau cahaya tidak menganggu, sinyal satelit dengan jumlah sangat banyak nantinya dapat menganggu sinyal yang ditangkap oleh teleskop radio di Bumi.
Yang lebih dikhawatirkan, sinyal radio broadband Starlink mengunakan pita 10,7 - 12,7Ghz.
Sejauh ini astronom berjuang untuk melindungi beberapa frekuensi untuk pengamatan, dan sekarang akan bermasalah.

Giliran perusahaan SpaceX menanggapi, dan mencari cara agar cahaya mengurangi efek dari satelit Starlink bagi astronom.

November 2019
Astromi di Chilean Observasi mengatakan satelit Starlink terlihat seperti kereta selama 5 menit, dan lewat di Cerro Tololo Inter-American observasi di Chile.
Martinez Vasques terkejut, karena  gambar yang di dapat dari instrumen DECam atau camera dark energy menangkap ke 19 satelit yang beriringan seperti kereta.

Tim astronom tersebut sedang meneliti daerah satelit galaksi Bima Sakti yang disebut LMC, dengan fokus ke satu titik di langit bagian selatan. Bertujuan mencari objek Halo di wilayah awan raksasa tersebut.
1 dari 40 gambar muncul satelit Starlink.
Cahaya satelit Starlink hanya untuk sementara, seperti kereta berjalan di atas langit. Nantinya satelit kecil tersebut akan bubar dan memasuki orbit masing masing. Tapi membutuhkan waktu beberapa minggu setelah diluncurkan.
Para astronom sepertinya harus membiasakan diri dengan penampakan itu. Dan ini baru permulaan dari 120an satelit yang diluncurkan
Masih ada lagi yang menyusul, dan total 30 ribu satelit lain menyusul

muncul cahaya 
seperti kereta di langit satelit Starlink

Global Meteor Network melakukan pemantauan pada hujan meteor Alpha Monocertid bulan November 2019 lalu.
Gambar apa yang didapat,

Pada menit ke 2, akan terlihat gambar lucu. Satelit Starlink mulai muncul pada jam 6



Asteroid mengarah ke bumi semakin sulit terditeksi
Para astronom mengatakan kepada Axios bahwa mereka khawatir mega-konstelasi satelit kecil bisa mempersulit menemukan asteroid di dekat Bumi - artinya astronom mungkin tidak melihatnya di jalur tabrakan dari lintasan asteroid dengan planet kita untuk dihentikan bila mengarah langsung ke Bumi..

Sejauh ini, konstelasi satelit Starlink yang sudah ada  di ruang angkasa terdiri dari 120 satelit - tetapi jumlah yang relatif rendah itu sudah cukup untuk menghalangi pandangan astronom tentang langit malam.

"Wow!! Saya kaget !! ”astronom Clarae Martínez-Vázquez tweeted pada bulan November. “Sejumlah besar satelit Starlink melintasi langit malam ini di @cerrotololo. Eksposur [Dark Energy Camera] kami sangat terpengaruh oleh 19 di antaranya! ”

Bahkan batu ruang angkasa yang relatif kecil dapat menyebabkan kerusakan luar biasa jika membuat dampak dengan Bumi - dan menemukannya sudah sulit. Ketika Starlink muncul di pengmatan, cahaya dari satelit, membuat mendeteksi asteroid lebih sulit, kata para ahli kepada Axios.

Sekarang tampaknya sudah terlambat untuk menghentikan SpaceX dari bergerak maju dengan Starlink, para astronom mungkin tidak punya pilihan selain mengembangkan metode deteksi baru - dan berpotensi biayanya juga mahal. Mungkin lebih baik menempatkan teleskop pendeteksi asteroid berbasis ruang angkasa, kata mereka kepada Axios, atau perangkat lunak yang dapat menghapus data satelit SpaceX dalam gambar yang dihasilkan teleskop darat.

Berita terkait
Earth Wind Map peta arus angin secara global. Memperlihatkan gerakan angin, kecepatan angin, laju arah angin dan awan hujan. Foto satelit cuaca Himawari untuk Asia, memantau kondisi cuaca di belahan Asia. Satelit real time mengambil gambar setiap 10 menit

Semua materi dapat dibuat oleh manusia, bahkan plutonium dan lithium dapat digunakan untuk energi. Tetapi emas mungkin tidak dapat dibuat. Darimana asalnya emas, apakah datang dari tanah begitu saja. Proses pembentukan emas mungkin dari kejadian luar biasa di alam semesta. Tabrakan 2 bintang neutron menghasilkan Au simbol emas dan Pt platinum



Kita tahu benda menakutkan itu ada disana, dan kita tidak bisa memalingkan muka. Astronom mendapat gambar langsung bayang lubang hitam. Data berukuran Petabyte data teleskop radio dan proses superkomputer sangat khusus. Bagaimana Black Hole dapat dibedakan oleh materi lain. Peneliti menyebut lubang hitam dapat terbentuk ketika alam semesta mulai terbentuk

Melihat foto ISS ketika berada di luar modul dan melihat video. Atau melihat foto misi astronot Apollo, mungkin kita bertanya. Mengapa langit terlihat lebh gelap di ruang angkasa di banding di Bumi. Dan tidak tampak bintang seperti di Bumi. Bukan tidak ada bintang tapi camera yang digunakan dirancang khusus.

Westerlund 2 adalah kelompok bintang yang kompak, saling berdekatan dan jumlahnya mencapai 3000 bintang. Rata rata bintang disana memiliki usia sangat muda, antara 1-2 juta tahun. Sebagian besar adalah bintang dengan cahaya sangat panas, paling terang. sampai paling ukurannya paling masif. WR20a menjadi bintang biner terbesar yang diketahui sampai 2007.

Bintang CS Cha adalah bintang berusia muda tidak hanya satu tapi bintang biner. Disana sedang membentuk tata surya baru. Peneliti melihat ada sebuah planet muncul, dan ukurannya sangat besar disebut Super Jupiter. Atau bisa saja benda tersebut adalah bintang ke 3.

Sebuah bintang di tata surya akan berdampak dengan planet yang mengorbit. Tapi peneliti menemukan sebuah bintang Hat-P-2 disana terdapat exoplanet. Bintang kategori baru disebut BLAP yang kecerahannya berubah-ubah



Sebuah planet ekstrasurya terlihat mengorbit di sebuah bintang katai merah, jaraknya 40 tahun cahaya dari Bumi. Mungkin planet ini menjadi tempat untuk mencari tanda tanda kehidupan diluar tata surya. Ukuran 1,4x dari Bumi, bintang disana berwarna merah.

Planet Tap 26b ditemukan awal Januari 2016. Masuk sebagai planet bongsor dan lebih besar dari planet Jupiter, tapi planet ini sangat panas. Bahkan berada dekat dengan bintang induknya TAP 26. Jangan berharap mampir di planet seperti ini.




No popular articles found.
< /body>