Vidmate aplikasi horor download video menghabiskan baterai dan data


Security | 20 May 2019


Lebih dari setengah miliar penguna VidMate aplikasi di Andorid. Mungkin salah satunya anda, sebaiknya di Uninstall aplikasi nakal ini.

Aplikasi VidMate untuk download video platform media sosial lain. Seperti Hulu atau Upstream yang mengeluhkan sampai memblokir user yang mendownload.

Nama VidMate terkait dengan raksasa AlLibaba di China, dan VidMate sangat populer di India karena jaringan disana kurang dapat di handalkan. Membuat orang memilih mendownload video baru tonton kemudian.

Alibaba sendiri adalah pemilik baru VidMate, mungkin tidak terkait dengan ulang pengembangnya.

Kelihatan VidMate sangat bermanfaat, walau pemakaiannya bermanfaat mungkin kita harus membayar lebih.



VidMate aplikasi penguras baterai dan paket internet

VidMate diam diam menampilkan iklan tersembunyi, dan mengarahkan ke layanan berbayar. Tidak sampai disana, paket data dikuras oleh aplikasi tersebut.

Aplikasi VIdMate telah di teliti oleh Upstream salah satu situs video online.
Disebutkan bisa saja penguna VidMate kehabisan uang mereka, data dipakai, menguras baterai ponsel dan data pribadi juga diambil.

Juru bicara VidMate membantah aplikasi mereka melakukan hal mencurigakan seperti yang disebut peneliti layanan Upstream.


Anehnya lagi, ketika ditanyakan tentang siapa pemimpin perusahaan dan penyandang dana. Dia tidak mau mengatakan.

Juru bicara VidMate sudah mengetahui adanya pemakaian yang merugikan pemilik smartphone. Katanya sudah memutuskan hubungan dengan satu mitranya terkait laporan Hulu.

CEO Upstream Guy Krief mengatakan ketika penguna mendownload video dengan VidMate. Sebenarnya smartphone dalam kendali aplikasi tersebut dan data diberikan ke pihak lain.

Layanan Hulu selama 6 bulan terakhir memblokir 128 juta transaksi mencurigakan dari aplikasi Vidmate.
Tercatat banyak digunakan di Mesir, Brasil, Myanmar dan tempat lain. Kerugiannya mencapai 150 juta dollar akibat tagihan paket data yang tidak mereka gunakan.

Promo Vidmate ditahun 2015 juga nakal. Juru bicara VidMate dengan nama ALice mengirim balasan ribuan spam ke orang lain dan meminta mencoba VidMate.

Tidak jelas siapa yang mengoperasikan VidMate saat ini.

Yang pasti dari penemuan Upstream menunjukan aplikasi dari China tersebut memang nakal. Selain melakukan penipuan dari iklan sebagai sumber dana, juga menyalahi aturan dalam skala global.
Kasusnya mirip seperti perusahaan yang masuk daftar populer seperti Cheetah Mobile, DO Global atau Kika Tech.

Google telah melarang DO Global berada di dalam Play Store.
VIdMate tidak dapat ditemukan di Play Store, tapi masih dapat di temukan dari sumber diluar Google.

Lebih lanjut dari perusahaan Upstream mengatakan, mereka selalu memantau adanya kecurangan aplikasi, iklan palsu, malware dan lainnya. Sehingga Upstream menyeliduki VidMate lebih lanjut

Tapi dalam 6 bulan terakhir VidMate masuk di rangking satu yang diblok oleh layanan Hulu.

Beberapa perusahaan keamanan mendapat laporan dari penguna. Katanya smartphone bertingkah aneh, kadang langsung menambahkan layanan berbayar tanpa sepengetahuan mereka.

Hulu menyebut, VidMate diam diam mendowload aplikasi lain yang disebut Mango dan membuat iklan tersembunyi dan mendaftarkan penguna ke layanan berbayar.

Kapan hal mencurigakan muncul, ketika smartphone terkunci kadang muncul hal mencurigakan. Disanalah aplikasi mulai nakal.

Berapa banyak paket data yang digunakan. Kata Upstream rata rata 3GB perbulan. Bila dihitung biayanya mencapai 100 dollar pertahun. Itu setara penghasilan setengah bulan warga di Brasil.



Pencurian data, VidMate mengumpulkan data tanpa sepengetahuan penguna. Termasuk nomor asosiasi unik terkait dengan ponsel dan IP mereka. Lalu data dikirim ke sebuah server yang milik Nonolive di Singapura. Dimana dimiliki oleh Alibaba untuk platform gamer.
Kata juru bicara VidMate lagi lagi mengatakan, mereka sudah memutuskan hubungan dengan Nonolive. Katanya..

Aplikasi download video cukup aman dapat melihat disini

Berita terkait
Akhirnya Google mulai mengambil langkah, mungkin ikut kesal dengan perusahaan pendanaan. Diam diam dbuat pembatasan layanan aplikasi pinjaman di internet, khusus dengan aplikasi di Play Store. Layanan pinjaman dengan bunga tinggi akan ditendang oleh Google. Layanan harus terbuka, dengan memberi contoh.

Toko online restoran online menjadi pasar Phone Farmer. Salah satu yang tampil di video, memberikan penilaian palsu, bintang 5 palsu, sampai video yang banyak ditonton darir penonton palsu. Bagaimana cara kerja Phone Farmer, sangat mudah bahkan modalnya jauh lebih hemat. Tapi mampu mempengaruhi penguna internet lain.



CamScanner aplikasi merubah foto text menjadi PDF. Di belakangnya disusup Dropper, di download 100 juta kali. Bila aplikasi DrainerBot yang dimasukan ke dalam aplikasi dan aktif. Menghabiskan koneksi data internet sampai 10GB perbulan.

Aplikasi untuk memata-matai smartphone di tendang lagi oleh Google. Dapat memata-matai keberadaan lokasi teman, pacar, anak anak atau karyawan. Setelah mendapat laporan dari Avast yang menemukan 4 aplikasi untuk memata-matai smartphone. Aplikasi sangat mudah di install,.Di smartphone akan berjalan tersembunyi tanpa diketahui pemilik ponsel.

Updates for Samsung tampil di Play Store dan sudah di download 10 juta kali. Apa benar aplikasi tidak resmi dapat memberi update Pembaruan dari smartphone Samsung. Sebenarnya sih, aplikasi tersebut tidak 100 persen benar. Walau dapat di download, tapi di kunci sampai user di paksa untuk membayar.

Ditemukan cacat dari produk TP-Link Range Extender. Model TP-Link RE365, dijual di Eropa, disebutkan dari peneliti IBM X-Force Grzegorz Wypych dan diumumkan 18 Juni 2019. Dalam posting blog resmi IBM, Wypych mengatakan dia secara pribadi telah menghubungi TP-Link, yang mengkonfirmasi kesalahan tersebut.

Sebuah studi baru, beberapa layanan website mengunakan script pihak lain. Fungsinya untuk mencatat apa yang diketik di perangkat elektronik. Sekitar 50 ribu situs teratas, dari 1 juta situs melakukan pencatatan aktivitas pengunjung. Setidaknya 400 situs lebih adalah situs ternama.



Beberapa aplikasi di blacklist atau masuk daftar hitam bagi perusahaan. Khususnya bagi penguna smartphone Android dan iOS di kalangan Enterprise. Whatsapp, Facebook Messenger masuk daftar hitam. Karena aplikasi mengirim data penting dari smartphone.

Aplikasi Meitu menjadi kontroversi. Foto seseorang dari smartphone seperti di make up ala artis. Aplikasi foto dari Meitu memang keren, seperti membuat foto dengan efek anime. Tapi aplikasi mengaktifkan camera, lokasi, status telepon, GPS, nomorMAC dan IMEI bahkan meminta ijin untuk membuat panggilan telepon

Browser Maxthon kabarnya mencuri data sensitif dari penguna. Browser Maxthon menjadi alternatif browser dari Google Chrome atau Firefox. Tapi apa yang dilakukan oleh pembuat browser Maxthon tersebut.

Facebook mengunakan algoritma untuk mengenal wajah seseorang, hanya mengunakan informasi sebuah foto. Fungsinya untuk mendapatkan siapa pemilik foto, dan dihubungkan ke database arsip  pengadilan Amerika memutuskan gugatan ke Facebook, setelah Facebook secara tidak sah mengumpulkan data bioemtrikFacebook.

Browser Baidu mengambil data pribadi, hal ini diungkap oleh peneliti Citizen Lab Canada. Bukan data biasa tapi banyak data yang dikirim ke server Baidu Server. Bahkan data yang diambil tidak di enskripsi.

Layanan populer VPN Hola ternyata menjual bandwidth dari pengunanya sendiri. Hola adalah jaringan VPN paling populer, menyebut sebagai kebebasan internet, dan browsing tanpa dikenal. Free tidak berarti Free, internet penguna malah dibajak




No popular articles found.