Baterai motor listrik Jepang Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha dibuat standar


Green | 6 April 2019

Cerita produsen membuat baterai, tidak terlalu jauh. Produsen A membuat banyak model, lucunya posisi konektor, ukuran, dan kapasitas baterai berbeda di setiap model smartphone. Tidak sampai disana, produsen camera juga demikian. Camera morek Canon, Nikon, Sony dan lainnya mengunakan dudukan lensa sendiri.
Apple membuat konektor bautnya saja dibuat berbeda dibanding bentuk baut pada umumnya.
Tujuannya agar smartphone mereka tidak di kutak kutik. Alias, kalau masalah silakan datang ke service center mereka sendiri, karena anda tidak dapat membuka dengan tool biasa.
Ketika anda mengunakan produk tersebut, anda akan dipersulit untuk tidak mengunakan produk merek / produsen lain. Selain itu, produsen berupaya agar mendapat keuntungan setelah konsumen membeli unit mereka, dan mengunakan produk pendukung dengan merek yang sama.

Sama saja dengan kabel charger, sebelum microUSB digunakan secara umum. Berapa banyak produsen memproduksi konektor sendiri. Sekarang microUSB dan USB tipe-C sudah lebih umum, bagi produsen yang tidak mengikuti standarisasi akan tertinggal sendirian.

Urusan baterai salah satunya dibuat rumit, menjadi kendala pengunakan kendaraan listrik seperti motor listrik bagi masyarakat. Beli motor listrik, isi baterai di rumah, habis baterai di tangah jalan tentu didorong pulang dan isi baterai lagi di rumah. Tentu saja kendaraan menjadi tidak praktis.
Urusannya hanya masalah standarisasi bukan komitmen industri, dibanding komitmen industri untuk membantu menurunkan tingkat polusi kendaraan agar masyarakat bisa mengunakan kendaraan listrik.

Sebuah pernyataan singkat yang ditandatangani bersama Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha bisa menjadi salah satu berita paling penting tahun 2019 untuk dunia sepeda motor.

Empat pabrikan Jepang terbesar telah sepakat untuk bekerja sama menuju standarisasi teknologi baterai yang dapat diganti untuk sepeda motor listrik.

Mobilitas pribadi sedang dalam perjalanan untuk meninggalkan bahan bakar fosil, diatur untuk membuat belokan dramatis menuju penggerak listrik.

Beberapa negara di dunia, termasuk beberapa negara Eropa terbesar, telah mengumumkan atau sedang memasukan rencana melarang penjualan kendaraan baru yang ditenagai oleh mesin pembakaran internal di beberapa titik di masa mendatang..

Masalahnya dengan sepeda / motor listrik adalah kisaran saat ini permuatan (kapasitas) masih mengecewakan, bahkan jika memilih opsi baterai yang paling mahal dengan kapasitas lebih besar. Yang pasti menuju ke biaya yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata harga motor bensin.



Jaringan pengisian daya juga dapat menimbulkan masalah, dengan beberapa negara menawarkan cakupan yang luas sementara infrastruktur di negara lain tampaknya tidak cukup melayani kendaraan pribadi dengan power baterai.

Salah satu solusi yang telah disarankan adalah memasang titik pengisian di mana orang dapat mudah meninggalkan baterai yang sudah habis dan mengambil yang baru yang sudah terisi penuh, sehingga pemilik kendaran bisa lebih cepat daripada mengisi bahan bakar mesin konvensional di pom bensin.

Skema baterai yang dapat ditukar tampaknya ideal di atas kertas, namun menimbulkan satu pertanyaan serius: dapatkah produsen menyetujui disain baterai dan pengisi daya yang sama, atau apakah kita melihat jaringan yang komplek dengan beberapa jenis "mesin penjual baterai" dan berakhir menjadi tidak kompatibel?

Baterai motor listrik Jepang Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha dibuat standar

Perusahaan pertama yang mengumumkan strategi baterai ambisius ddimana baterai dapat diganti dengan standar yang sama adalah Gogoro Taiwan tahun 2015, diikuti oleh KYMCO Taiwan dengan produk skuter listrik dan teknologi baterai.

Yang terakhir, akhirnya menikmati keuntungan dan menjadi nama merek terkenal serta memiliki jaringan penjualan global yang luas.
Produsen seperti ini tampaknya lebih siap untuk memimpin masa depan dengan kendaraan dan baterai yang dapat diganti, tentu saja undangan terbuka bagi semua produsen untuk bergabung dan ikut merancang
Baterai yang kompatibel dengan Tonex. KYMCO mulai meluncurkan skuter bertenaga Ionex pada tahun 2018, lagi lagi tidak ada pabrikan lain yang bergabung.

Sampai sekarang, pabrikan besar Jepang telah menampilkan prototipe kendaraan listrik tanpa akhir, tetapi sejauh mesin produksi, yang terlihat hanya beberapa model skuter hibrida seperti PCX Honda dan beberapa sepeda gunung dengan power listrik Yamaha.

Honda telah mengumumkan versi PCX Electric akan tersedia pada akhir 2019, tetapi ini hanya untuk pasar Asia dan hanya akan tersedia untuk penjualan sewa ke perusahaan dan bisnis. Mungkin seperti perusahaan bike share atau motor share

Bahkan EV Cub listrik, tampilan perdananya yang diterima sangat baik oleh masyarakat, masih belum terikat kapan di produksi.
Sama seperti yang kami pikirkan bahwa pabrik-pabrik besar menutup mata pada sepeda motor listrik.

Sekarang akan terjadi perubahan, dengan pengumuman terbaru ini.

Poin utama dari pernyataan itu adalah bahwa empat pabrik terbesar Jepang sedang membangun basis teknis umum baterai dan stasiun pengisian pengantian baterai.
Targetnya semakin jelas; perlombaan untuk menetapkan standar global dan yang jelas empat produsen sepeda motor terbesar di dunia dari Jepang akan bekerja bersama membuat suatu kekuatan yang dapat diperhitungkan.

2 produk inovasi seperti Gogoro, atau bahkan KYMCO bisa menjadi pesaing.

Tetapi siapa yang berani bersaing dengan sumber daya kolektif dari 4 nama besar Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha.



Untuk sebagian besar produsen yang lebih kecil, mendesain baterai yang kompatibel harus terdengar seperti ide terbaik.

Menurut laporan pers Jepang, kesepakatan awalnya akan fokus pada model listrik komuter kecil, setara dengan kapasitas mesin motor hingga 125 cc.
Laporan yang sama mencatat bahwa upaya pertama untuk membentuk kelompok kerja di luar batas Asosiasi Produsen Mobil Jepang.

Ini pertama kalinya pabrikan Jepang menunjukkan niat yang jelas untuk menggarap roda dua listrik yang diproduksi secara massal, dan pengumuman ini dapat membuktikan sebagai pengubah permainan.
Tinggal di negara mana saja produsen motor listrik Jepang akan menempatkan teknologi mereka.

Berita terkait
Baterai mobil listrik mungkin mengalami transisi dari ukuran 18650 ke 2170 yang lebih besar. Mampu menampung kapasitas lebih besar, dan pengisian baterai lebih cepat. Pabrikan Tesla sebelumnya mendapat baterai dari Panasonic. Testla mengeluarkan model baru mengunakan ukuran baterai 2170.

Mobil tercepat di dunia tahun 2019. Battista hanya membutuhkan waktu 12 detik sampai 300km perjam.
Tapi bukan kecepatan yang memukai, jarak jelajahnya di kelas mobil sport hypercar. Kekuatan mesin listrik dengan power baterai 120kWh.
Top insinyur dari perusahaan otomotif ternama ada di disain mobil ini.



Perusahaan pembuat Vespa, Piaggio grup menampilkan motor Vespa dengan power baterai. Disain yang sama seperti motor Vespa klasik, solusi mobile bagi kendaraan roda dua. Mampu menempuh jarak sampai 100km

Honda Motor Co dan Panasonic mengumumkan rencana penelitian berbagi baterai sepeda listrik di Indonesia. Indonesia menjadi negara nomor tiga penguna motor bensin buatan Jepang. Setelah India nomor 2 dan nomor 1 China. Penelitian kedua perusahaan nantinya menyediakan jalur fasilitas stasiun pengisian baterai. Setidaknya di beberapa puluh tempat.

Motor listrik mampu menempuh jarak 400km lebih dengan power baterai. Yang menantang dari disain motor Ethec buatan Ethec Electric Motorcycle adalah disain bodi yang indah. Dan tampilan lampu depan futiristik. Dirakit dengan 1260 sel baterai lithium, ditempatkan di tengah tempat duduk pada bodi motor.

Setiap kota besar menghadapi masalah kemacetan dan jumlah kendaraan di dalam kota. Banyak solusi, salah satunya penyewaan skuter listrik. Lagi lagi solusi ini berhenti, masalahnya bukan dari perusahaan pembuat jasa. Tapi dari masyarakat yang mengendarai.

Produsen mobil listrik Rimac Automobili Concept One. Pernah menampilkan mobil listrik 1224 HP. Di pameran Geneva Motor Show, Rimac menampilkan sebuah kendaraan baru Rimac C2. Dengan daya 1914HP hanya butuh 1,85 detik 100km perjam



Sekarang kita akan bertanya, sampai kapan bahan bakar habis. 100 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sebentar lagi. Pikirkan saja dalam waktu 8 tahun mungkin sudah tidak banyak mobil bensin dan diesel. Bahan bakar minyak tetap ada tapi tidak ada yang tertarik mengunakan kendaraan bensin.




No popular articles found.