Kesehatan jantung di ketinggian tertentu akhirnya terjawab


Green | 25 March 2019

Ilmuwan akhirnya mengatahui mengapa jantung manusia terganggu pada ketinggian tertentu.

Dataran tinggi dapat mengurangi jumlah darah yang dapat dipompa ke seluruh tubuh.

Namun, apa yang kami belum ketahui, sampai sekarang, adalah alasannya.

Sementara banyak teori telah diajukan selama bertahun-tahun, tidak ada yang dikonfirmasi dengan pasti.

Tetapi penelitian baru yang diterbitkan dalam The Journal of Physiology telah mengungkapkan dengan tepat mengapa ini terjadi.

Kesehatan jantung di ketinggian tertentu akhirnya terjawab


Jawabannya terletak pada oksigen.
Pada ketinggian tinggi, (sekitar 3000 m) kadar oksigen di udara menjadi tipis. Yang dimaksud adalah kandungan O2 lebih rendah dibanding di ketinggian lebih rendah seperti di permukaan laut.

Jumlah darah di dalam tubuh ikut berkurang sementara tekanan darah di paru-paru malah meningkat.

Studi ini telah mengungkapkan bahwa kedua faktor ini berperan dalam menurunkan jumlah darah yang dapat dipompa jantung setiap kali berdenyut. Beruntung, kondisi tersebut tidak banyak mempengaruhi kemampuan kita untuk berolahraga sepenuhnya.



Jenis penelitian ini sangat penting ini untuk memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana tubuh manusia mampu menyesuaikan diri ketika berada di ketinggian.
Juga membantu pendakian gunung dan olahraga ketinggian tinggi lainnya lebih aman.

Penelitian ini melibatkan pengumpulan data tentang bagaimana jantung dan pembuluh darah paru dapat beradaptasi di permukaan dunia.
Di mana lebih sedikit oksigen ada oleh Universitas Metropolitan Cardiff bekerja sama dengan Universitas British Columbia dan Fakultas Kedokteran Universitas Loma Linda.

Meskipun penelitian ini berukuran kecil, penemuan ini tidak kalah pentingnya dari penelitian yang dilakukan secara global
Walau hanya skala orang Eropa yang diuji, hasilnya tidak bisa saja tidak 100% tepat. Mengingat beberapa negara sudah berada di ketinggian tertentu seperti Tibet atau pelari yang terkenal dari Kenya tidak terpengaruhi dengan kondisi alam mereka.

Sejumlah tim peneliti kabarnya akan berangkat untuk ekspedisi dan fokus meneliti penduduk asli dataran tinggi yang tinggal.
Atau para pekerja yang bekerja di tambang industri pegunungan Andes  penjelasan lebih lanjut dari kepala peneliti pada proyek tersebut, Michael Stembridge.

Sepertiga dari masyarakat yang tinggal di ketinggian, mengalami kesehatan jangka panjang karena tempat tinggal mereka berada di ketinggian tidak biasa.

Penyakit Gunung Kronis  atau Chronic Mountain Sickness sering dialami bagi siapa saja bagi tubuh mereka yang tidak mampu beradaptasi.
Kami berharap dapat menerapkan temuan dari pekerjaan ini untuk membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan populasi ini dengan memajukan pemahaman kami tentang kondisi dan mengeksplorasi target terapeutik. "

Berita terkait
Cahaya UV dari matahari dapat mencapai permukaan bumi. 95% radiasi ultra-violet adalah tipe UV-A dimana dapat merusak lensa mata. UV_B yang beresiko menganggu mata. UV-C lebih berbahaya tapi tidak menembus permukaan Bumi. Kulit juga terkena dampak radiasi sinar UV, membuat keriput tapi bagaimana terjadinya.

Mungkin diet lemak dengan mengkonsumsi susu skim disebutkan lebih sehat mungkin salah. Profesor Marcia Otto universitas Texas yang memimpin penelitian mengatakan. Temuan kami tidak hanya mendukung, tapi adanya bukti menunjukan susu lemak bertentangan dari kepercayaan populer sasat ini.



60 tahun menyumbangkan darah, karena darahnya unik. Memberikan Anti-D, setidaknya membantu 2 juta ibu hamil. Dia telah menjadi donor sebanyak 1100 kali, dan pada awal Mei 2018 usianya menjadi batas bagi orang sebagai donor darah. Temuan tersebut terjadi setelah 10 tahun James mulai menjadi donor darah.

Olahraga dan kesehatan, usia 80 tahun memiliki kekebalan tubuh usia 20 tahun. Mampu menghindari penyakit, seperti sebuah pil alami. Aktivitas fisik ternyata meningkatkan kemampuan sel T lebih aktif. Salah satu rahasia dari tubuh manusia

Satu tim dokter berangkat ke puncak gunung tertinggi di Everest.16 dokter untuk meneliti penyelamatan. 2017, kembali diteliti mengapa orang yang mendaki di tempat ketinggian akan memiliki masalah kesehatan sedangkan yang lain tidak. Apakah benar semakin tinggi manusia tidak lagi berpikir dengan logika.

Yuichiro Miura 80 tahun dan putranya mendaki gunung Everest. Ayahnya pernah memecahkan rekor sebagai orang paling tua yang mencapai puncak. Setelah rekornya dikalahkan oleh pendaki Nepal dan berhasil. Posisi manusia kedua tertua mencapai Everest oleh Sherchan Nepal, gagal 6 Mei 2017 karena menderita sakit jantung.

Tim Alberta 2016 mundur setelah nyaris dihantam guguran es. Mengapa puncak K2 bisa menelan korban. Puncak K2 bukan puncak untuk pendaki biasa, hanya untuk pendaki gunung profesional kata Pemba Gyalje seorang sherpa pahlawan. Puncak K2 hanya ditujukan untuk pendaki sangat ahli



Ada tanda tanda ketika kita kurang sehat, dan dapat dilihat tingkah laku kita dan apa yang dikeluarkan oleh tubuh. Beberapa tanda gangguan kesehatan dapat terlihat dari tubuh mesin kita agar peringatan dari tubuh tidak di kesampingkan.

Udara di kantor membuat pekerjaan anda lebih berat bahkan membahayakan kesehatan. Kita menghabiskan waktu 90% berada di dalam ruangan. Dimana udara tercemar dengan bahan bangunan, produk pembersih dibanding udara di luar.

Kampung penyakit di China akibat industri. Limbah pabrik membuat air tercemar bertahun tahun. Seorang penulis mengatakan bila asap sudah pergi, belum tentu menghilangkan penyakit yang sudah ada sebelumnya. Kemungkinan desa penyakit akan tetap ada.

Belum ada bukti langsung dampak rabun jauh terhadap pengunaan TV, computer dan smartphone. Namun kekhawatiran mulai muncul ketika melihat monitor secara terus menerus dengan intensitas lebih terang dan membaca tulisan lebih dekat. Mata kita menyesuaikan bentuk dengan penglihatan jarak dekat

Gunung tertinggi di dunia adalah Everest, puncak tertinggi kedua adalah puncak K2. Rata rata jalur puncak tertinggi harus ditempuh selama 2-3 hari. Gunung Annapurna memiliki ketinggian 8091m hanya di daki 28 jam.

Film dokumenter tentang pendakian ke puncak paling berbahaya di pengungan Himalaya yaitu puncak K2. Diceritakan dari awal perjalanan sampai tantangan selama persiapan dan kesulitan dari basecamp. Resiko pendakian disini 4 berbanding 1




No popular articles found.