Bintang pulsar PSR J0002 + 6216 lari begitu cepat


Kategori : Science | Date : 21 March 2019
Para astronom NASA telah menemukan bintang pulsar melewati ruang seperti bola meriam raksasa dalam kecepatan kosmik hyperspeed

Bergerak dengan kecepatan 4 juta km per jam.

Pada kecepatan itu, benda super padat melaju dengan kecepatan 1100 km per detik dan hal ini mengejutkan.

Entah bagaimana sebuah bintang pulsar membangun dirinya menjadi sebuah peluru meriam yang mampu bergerak sangat cepat dan meninggalkan dari sisi awal dirinya terbentuk.

Bila terjadi di Bumi, kecepatan tersebut dapat melintas dari satu sisi bumi ke sisi sebelahnya dalam waktu hanya 35 detik saja.
Bahkan dapat meluncur terbang ke bulan dalam waktu 6 menit saja

Apa yang dimaksud bintang pulsar
Awal sebuah bintang besar meledak dan menjadi nebula. Lalu elemen padat  menyatu membentuk sebuah bola bulat yang sangat besar dengan kerapatan sangat tinggi, sedangkan sisa gas akan menjadi gelembung seperti nebula.

Bintang dapat berubah menjadi bintang katai putih dan perlahan menjadi bintang mati. Sebagian dengan ukuran lebih besar, akan membentuk bintang pulsar dan bintang neutron.

Umumnya bintang pulsar tetap berada di dalam nebula, dan selalu berada di tengah dari sisa gas dan debu yang dilemparkan dirinya sendiri.

Bintang Pulsar memiliki putaran yang sangat cepat. Atau menjadi bintang Neutron yang sangat padat dengan mengeluarkan magenetik bila putarannya lebih cepat, sampai menjadi bintang Magnastar bila bintang mati memancarkan radiasi magnetik sangat kuat.



Mengapa bintang yang sangat padat tersebut dapat bergerak dari posisi awal
Seperti gambar dibawah ini, pertama bintang yang mati berada di dalam gas dan debu, dan ledakan bintang tersebut juga mengerakan bintang lain.
Selanjutnya bintang pulsar bergerak keluar dari gelembung awan gas dan debu, dan terus keluar menjauh lebih cepat dari kumpulan gas dan nebula.

Bintang pulsar PSR J0002 + 6216


Bintang pulsa PSR J0002 + 6216, ditemukan menggunakan Teleskop Fermi Gamma Ray milik NASA, yang diluncurkan 2008, dibantu oleh observasi darat dari rangkaian teleskop radio berbasis di bumi yang dikenal sebagai Karl G. Jansky Very Large Array.

Bintang PSR J0002 + 6216 - atau disingkat "J0002" - tidak seperti kebanyakan bintang pulsar biasa, yang terlihat membosankan, dan belum pernah dilihat sebelumnya.

Bintang pulsa J0002, seperti versi pulsar Sonic the Hedgehog - memiliki gerakan putaran hampir 2x lebih cepat. Berkat Fermi, yang diluncurkan pada 2008, ada satu dekade data yang dapat digunakan untuk menganalisis J0002, berarti tim peneliti dapat memberikan pengukuran akurat atas pergerakannya.

"Semakin lama data dikumpulkan, semakin kuat catatan waktu pulsar," kata Matthew Kerr, seorang peneliti di US Naval Research Laboratory. "Kumpulan data selama 10 tahun Fermi memungkinkan astronom melakukan pengukuran ini."

Bintang Pulsar J0002 saat ini terletak sekitar 6.500 tahun cahaya dari Bumi dan berada di konstelasi yang dikenal sebagai rasi bintang Cassiopeia

Keberadaan bintang pulsar tersebut terditeksi setelah melihat ada jejak di nebula.
Disana juga terlihat adanya nebula sangat besar dengan lebar 53 tahun cahaya yang diberi nama CTB 1.

Ledakan supernova tersebut diperkirakan terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu dan sekarang terlihat menghasilkan gelembung gas yang berkembang dengan cepat.

Tetapi sekitar 5.000 tahun yang lalu, pulsar yang berputar bergeser dari inti nebulanya dan terlihat melintas keluar dari nebula lebih cepat. Terdorong sampai melintas melalui awan gas dari nebula, menghasilkan gambar yang luar biasa dan memperlihatkan jejak ekor kuning yang berapi-api di belakangnya

Ekor itu memang tampak kecil dalam gambar, tapi jejak tersebut memiliki ukuran yang memanjang 13 tahun cahaya di belakang meriam kosmik pulsar J0002 yang melaju cepat di bagian depan.

Jarak gerakan dari radiasi bintang pulsar berdasarkan data teleskop Fermi, dan posisi gelembung supernova yang menjadi jejak ledakan bintang raksasa.

Bintang pulsar PSR J0002 + 6216 lari begitu cepat akibat terdorong ledakan bintang

Dari arah ekor terebut juga, memungkinkan para astronom untuk melacak dimana sumber dan asal usul pulsar berada, memberi kesempatan yang lebih baik untuk memahami bagaimana itu terbentuk dan bagaimana bintang dikeluarkan dari ledakan supernova.
Dan meneliti mengapa bintang pulsar yang seharusnya berada di tengah nebula bisa keluar akibat sebuah dorongan dari ledakan sebuah bintang 10.000 tahunlalu.

"Studi lebih lanjut tentang objek ini akan membantu kita lebih memahami bagaimana ledakan sebuah bintang mampu 'mengeser / menendang' sebuah dengan kecepatan tinggi," kata Frank Schinzel, seorang ilmuwan di National Radio Astronomy Observatory.



Sumber Nasa dan foto bintang J0002

Berita terkait
Komet C 2019 Q4 ditemukan dengan orbit bukan berasal dari tata surya kita. DIperkirakan asal komet dari antar bintang yang kebetulan melwati di lingkaran antar planet di tata surya. Dan akan mencapai jarak lebih dekat ke Bumi pada akhir tahun 2019. Peneliti mungkin menyiapkan peralatan untuk melihat benda lebih dekat, termasuk Hubble.

Asteroid 2019 LF6, memiliki orbit sangat dekat dengan Matahari sehingga satu kali orbit selama 151 hari. Sampai Juli 2019, menjadi objek paling dekat ke matahari. Bahkan berada di depan planet Merkurius Objek-objek ini sangat sulit dideteksi. Masih banyak benda atau batuan cukup besar di luar sana dan menunggu untuk ditemukan.



Sekarang menambahkan dua lagi planet baru ke dalam daftar exoplanet yang berpotensi layak huni. Para astronom telah melihat sepasang planet yang mengorbit Bintang Teegarden. Seperti apa melihat matatari di Teegarden bila tinggal disana

Bintang J005311 letaknya di rasi bintang Cassiopeia, 10.000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh teleskop satelit WISE. Bintang tidak menghasilkan cahaya, tapi bukan cahaya biasa, melainkan radiasi cahaya inframerah. Keanehan lain menghasilkan angin bintang dengan kecepatan 16.000x. Salah satu bintang langka di galaksi Bima Sakti

Tata surya di bintang Ci Tau ini bikin geleng geleng kepala para ahli. Letaknya 518 tahun cahaya dari Bumi Sekarang yang terlihat aneh sebenarnya tidak aneh, yang aneh adalah bintang induknya sendiri diperkirakan planet yang muncul disana dari usia bintang yang hanya 2 juta tahun. Tata surya Ci Tau telah diperkirakan ada 4 planet gas raksasa

Bintang HD 240430 adalah sebuah tata surya dimana disana terdapat 2 bintang biner. Peneliti percaya 15 planet seukuran bumi ditelan oleh salah satu bintang. Apa penyebab planet akhirnya masuk ke dalam bintang. Penelitian ini mirip seperti sejarah Yunani dengan dewa Kronos

Ukuran bintang Pi1 Gruis sekitar 700x lebih besar dari matahari kita. Dan mendapatkan tipe bintang sekelas Red Giant atau raksasa merah. Cahaya bintang ini begitu terang, mencapai ribuan kali dari kekuatan cahaya matahari.



Bintang HH 212 adalah bintang yang baru lahir. Bila gas disekeliling bintang baru ini berhasil menjadi satu bulatan. Nantinya akan membentuk proto-bintang bar, dan di masa mendatang akan muncul planet.

Sebuah bintang IPTF16gau meledakdan menjadi sebuah supernova. Tetapi bintang tersebut terlihat sangat jauh, tapi muncul dengan intensitas 50x lebih terang.

Peneliti akhirnya mengungkap sebuah sumber aneh di galaksi tetangga Andromeda. Walau jarak galaksi tersebut jauhnya lebih dari 2 juta tahun cahaya dari Bumi. Tertangkap sebuah bintang neutron ada di dekat lubang hitam.

Kedua bintang ini agak berbeda walau disebut bintang pulsar. Bintang Geminga PWN hanya mengeluarkan emisi sinar gamma. Sedangkan bintang B0355+54 sama sekali tidak mengeluarkan sinar gamma tapi memiliki gelombang radio paling kuat.

Bintang HIP68468 memiliki usia 6 miliar tahun, dan jaraknya 300 tahun cahaya dari Bumi. Praktis bintang ini seperti kembaran matahari. Tapi bintang ini telah memakan planet yang ada di dekatnya, setidaknya 1 atau bahkan 2 planet yang mengorbit sangat dekat ke bintang.

Tim ASAS-SN bahkan tidak terlalu yakin apakah cahaya yang mereka dapatkan berasal dari sebuah supernova. Bila benda tersebut adalah ledakan bintang supernova, menjadi ledakan paling kuat saat ini. Bila dihitung ledakan cahaya tersebut mencapai 570 miliar kali lebih terang dari matahari, dan setara 20 kali lebih terang dari sumber bintang di galaksi Bima Sakti.

KIC 11145123 atau bintang Kepler 11145123 letaknya 5000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh tim astronom Max Planck Laurent Gizon untuk penelitian universitas Gottigen Jerman.  Mereka mengukur seberapa bulat bintang tersebut.



Beberapa benda paling berbahaya bahkan mematikan di alam semesta. Magnetar, lubang hitam dan tabrakan antar galaksi. Magnetar adalah bintang yang berubah menjadi magnit sangat kuat. Sedangkan Black Hole memiliki kekuatan daya gravitasi paling besar di alam semesta ini.




No popular articles found.