20 Juli 2019
CEO Boeing Dennis Bullenburg mengingatkan kepada investor kemungkinan akan memperlambat produksi bahkan kemungkinan menghentikan 737 Max.
Setelah bulan Juli 2019, 737 Max tetap tidak diijinkan terbang. Menunggu sertifikasi sampai Oktober 2019.
Boeing mengalami kerugian 3,7 miliar dollar. Bila produksi dihentikan, kerugian semakin besar.
Boeing juga tidak mengirim pesawat 777x terbaru sampai akhir tahun depan seperti yang diharapkan.

5 April 2019
Harian Washington Post memperlihatkan grafik pesawat Ethiopian Airlines.
Masalah AoA kiri dan kanan tidak selaras, bahkan menunjukan posisi jauh berbeda.

Jam 5:38 pesawat Ethiopian mulai tinggal landas, tidak lama sensor AOA mulai berbeda.
Nilai sisi kiri lebih rendah dari sisi kanan hingga mendekati akhir rekaman.

Boeing 737 Max 8 kesamaan data


20 Maret 2019
Garuda Indonesia dikabarkan membatalkan pembelian 737 Max 8.
Pesanan 50 unit pesawat sejak 2014 senilai 4,9 miliar dollar.  Baru satu pesawat yang diterima Garuda.
Garuda mengirim surat ke BA untuk membatalkan pesanan.


Pihak BA dikabarkan akan datang ke Jakarta tanggal 28 Maret untuk membahas permintaan pembatalan tersebut.

Sistem keamanan pesawat kabarnya dibuat opsi, agar harga lebih bersaing. Hal ini menjadi menonjol dalam penyelidikan.
NYT merinci bagaimana tambahan perangkat di pesawat menjadi keuntungan perusahaan.
Regulasi maskapai Jepang harus memasng sistem pemadam api tambahan. Sedangkan aturan FAA tidak.
Dari media juga disebut opsi seperti itu harus menambah harga pesawat sekitar 800 ribu sampai 2 juta dollar. Mencapai 5% dari harga pesawat keseluruhan.
Biasa bagi produsen kendaraan menambah fitur keselamatan sebagai opsi.
Tapi hilangnya 2 pesawat terbaru, tentu standar keamanan akan berbeda di pasara kendaraan.

18 Maret 2019
Penyelidikan Perancis dari BEA menemukan posisi peralatan yang disebut Jackscrew. Digunakan untuk pengaturan naik turun hidung pesawat dan kestabilan tidak berfungsi dengan baik.

Posisi Jackscrew seperti hidrolik yang menaik-turunkan sirip di belakang.

Dari harian NYT mengatakan pesawat Wthiopian mengalami masalah setelah lepas landas dan pesawat turun naik dalam ratusan kaki sekaligus.
Kapten bertanya dengan nada panik untuk kembali, setelah melakukan penerbangan selama 3 menit dengan kecepatan tidak biasa.
Kontak hilang setelah 5 menit pesawat lepas landas dengan menara kontrol.

Alat Jackscrew mungkin menditeksi sensor yang salah. dan berulang kali mendorong hidung pesawat ke bawah. Menciptakan kesalahan di sistem kontrol penerbangan baru dan pilot. Pilot tidak banyak mengetahui cara kerja MCAS.

Boeing 737 Max 8 kesamaan data


14 Maret 2019
Hari Rabu 13 Maret 2019, FAA badan regulasi penerbangan Amerika mengeluarkan pengumuman, yang menunjuk pesawat Boeing 737 Max tidak aman.
Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Kanada bergabung dengan negara lain, melarang pesawat tersebut mengudara.
FAA menemukan data dari penyelusuran rekaman satelit, bahwa 2 pesawat mengalami hal yang sama. Walau tidak mengalami masalah fatal seperti 2 pesawat.

FAA meminta semua pesawat tipe Boeing 737 Max 8 dan Max 9 di Amerika Serikat, setelah mendarat tidak diijinkan mengudara.

Pengumuman FAA
The FAA is ordering the temporary grounding of Boeing 737 MAX aircraft) operated by U.S. airlines or in U.S. territory. The agency made this decision as a result of the data gathering process and new evidence collected at the site and analyzed today. This evidence, together with newly refined satellite data available to FAA this morning, led to this decision.The grounding will remain in effect pending further investigation, including examination of information from the aircraft’s flight data recorders and cockpit voice recorders. An FAA team is in Ethiopia assisting the NTSB as parties to the investigation of the Flight 302 accident. The agency will continue to investigate.

Boeing 737 Max 8 sementara dilarang terbang oleh 2 maskapai

Boeing mulai mengirimkan Max 8 baru ke perusahaan penerbangan musim panas lalu dan China sudah memiliki 97 pesawat yang beroperasi, laporan CNN.

Ethiopian Airlines Penerbangan 302 jatuh tak lama setelah lepas landas hari Minggu. Penerbangan dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia, membawa penumpang terdiri dari warga lokal dari setidaknya 35 negara lain, termasuk delapan orang Amerika dan satu penumpang dari Indonesia.
Pejabat di Ethiopian Airlines masih berusaha mencari penyebab, apa yang menyebabkan kecelakaan kemarin; kotak hitam pesawat telah ditemukan hari ini, meskipun dilaporkan rusak.



“Investigasi semacam ini membutuhkan waktu,” menteri transportasi Kenya, James Macharia, yang membantu penyidikan di Ethiopia, mengatakan kepada Associated Press Senin pagi.

Boeing 737 adalah jet dengan penjualan paling populer di seluruh dunia, dan digunakan juga oleh maskapai penerbangan yang berbasis di A.S.
Delta dan United dari 2 perusahaan penerbangan Amerika mengatakan kepada tidak mengunakan pesawat Max-8, meskipun United Airlines mengatakan saat ini memiliki 14 dari model Max-9 di armadanya.

American Airlines, yang mengatakan saat ini memiliki 24 pesawat Boeing 737 Max-8 yang beroperasi.

Tapi cerita kecelakaan yang muncul tentang jatuhnya Lion Air Flight 610 dan kecelakaan akhir pekan ini di Ethiopia sangat mirip.

Kedua pesawat dilaporkan mengalami situasi di mana sistem otomatis membuat hidung pesawat naik terlalu tinggi.
Dalam situasi itu, otomatisasi di pesawat akan berusaha menurunkan hidung pesawat agar tidak stall, walau itu tidak dalam bahaya nyata untuk melakukannya dikhawatirkan sistem kontrol otomatsi memiliki kesalahan.
Pilot akan mencoba secara manual untuk mengangkat hidung kembali, tetapi ada spekulasi bahwa pilot mungkin tidak dapat menangani dengan benar dengan kesalahan computer.

Dari data Flighradar, pesawat Ethiopian berusaha naik setelah 6 menit tinggal landasan. Pilot meminta kembali ke bandara. Pesawat tidak pernah menacapi ketinggian diatas 1000 kaki.
Tipe pesawat yang sama Lion Air 610 terbang selama 13 menit setelah tinggal landas.

Media TV Australia melaporkan pagi ini bahwa pembaruan peranti lunak Boeing akan segera dikirim ke operator.

Perusahaan penerbangan lain seperti Jetblue dan Southwest belum menanggapi dengan pemakaian armada pesawat Max 8.

Maskapai lain di seluruh dunia, termasuk Singapore Airlines, mengambil pendekatan menunggu dan melihat kembali untuk penanganan pesawat Max-8 dalam armadanya. Seperti yang dicatat oleh Daily Beast, tidak ada model pesawat dalam sejarah baru-baru ini yang mengalami dua kecelakaan besar  untuk tipe jet komersil yang baru.

Boeing akan menghadapi hari yang sulit, karena Wall Street Journal mencatat sekitar 5.526 unit dari Max-8 masuk daftar pesanan dan belum dikirim ke maskapai penerbangan di seluruh dunia. Saham Boeing turun lebih dari 10 persen dalam perdagangan premarket.

Beberapa bulan sebelum jatuhnya Ethiopian Airlines. Seorang pilot prihatin dengan sistem Max8.
Dan menceritakanke otoritas federal.

Kutipan dari Morning News dan CNN, masalah pada sistem autopilot, ketika pesawat tinggal landas. Banyak yang menyebut pesawat tiba tiba mengalami penurunan (menukk).
Seperti disebutkan pesawat memiliki sistem anti stall / MCAS terbukti sulit dimengerti oleh pilot bila terjadi masalah di bagian sensor Angle of Attack.
Sehingga memicu sistem MCAS memaksa hidung pesawat untuk turun tidak berhenti.
Pihak Boeing bersama FAA akan merancang sistem software perangkat lunak agar lebih aman. Update akan diberikan pada bulan April 2019
Pengalaman seorang pilot dari Amerika tersebut seperti anomali. Pilot memutuskan sistem autopilot dan terbang sampai ke tujuan.
Laporan tersebut seperti dialami oleh pilot Lion Air, akibat kesalahan sensor AOA di bagian luar dan mentramisi data yang salah.

Disain Boeing 737 Max
Setidaknya ada 3 model, Max 8, Max9 dan Max10 dengan kapasitas paling banyak.
Memiliki mesin paling efisien dan biaya rendah dalam pengoperasian.
Kemampuan aerodinamis membuat pesawat dapat terbang jarak jauh. Seperti menempuh perjalanan dari Amerika ke Hawai langsung.
2 mesin lebih maju, dan penempatan lebih tinggi di sayap mempengaruhi keseimbangan pesawat.
Sirip di tepi sayap membantu mengurangi hampatan udara.

Boeing 737 Max 8, 162-168 penumpang, maksimum 210 penumpang, jarak 3.550km
Beoing 737 Max9, 178 - 193 penumpang, maksimum 220 penumpang, jarak 3.550km

Boeing memperkenalkan MCAS
MCAS adalah Maneuvering Charcteristics Augmentation System. Sistem kontrol otomatis ketika pesawat terbang pada sudut yang tidak tepat.
Jika perlu menurunkan pesawat untuk mencegah stall.
Masalahnya, instrumen harus dirawat dengan baik. Walau belum ada bukti bila instrumen menjadi penyebab pesawat jatuh.

Teknologi canggih tapi terlalu canggih
Para ahli mempelajari teknologi membuat Boeing 737 Max terlalu canggih, dan sulit dikendalikan. Hubungan antara keuntungan dari teknologi dan meningkatkan keselamatan penumpang. Pilot hanya sebagai kontrol, sedangkan kontrol penuh seperti teknologi, biaya pesawat dikendalikan faktor lain.
  • Pesawat konvensional terbang dengan manual dari takeoff menuju tujuan dan mendarat dikendalikan pilot. Kecepatan, bahan bakar dan biaya lain ada di kendali pilot.
  • Teknologi navigasi membuat pesawat terbang mengunakan auto pilot. Pilot bertugas mengendalikan take off dan mendarat. Ketika menuju tujuan sistem computer mengambil alih agar pesawat lebih hemat.
  • Sekarang ketika pesawat take off juga dikendalikan oleh sistem computer, hal ini membuat kerumitan tersendiri. Bila pilot dapat mengendalikan pesawat, apakah pilot juga diberitahu bagaimana langkah sistem computer di dalam pesawat.
Sekarang banyak pesawat hanya mengandalkan 2 mesin, dibanding 4 mesin. Boeing 747 sebagai ikonik pesawat total telah pensiun, Airbus A380 dengan 4 mesin dihentikan produksinya karena terlalu besar dan sering tidak mencapai jumlah maksimum penumpang. Intinya pesawat besar tidak mendapat untung dengan penumpangnya, karena 4 mesin akan lebih boros dibanding 2 mesin.

Boeing 737 Max 8 hanya 2 mesin, tetapi merubah keseimbangan aerodinamika pesawat lebih rapuh, posisi hitung pesawat juga lebih tinggi.
Untuk itu dibutuhkan bantuan teknologi yang mengatur kendali pesawat - MCAS, sehingga membantu hidung pesawat dapat tetap turun ke bawah /  lebih rendah.

Apakah pilot yang mengerti dan sudah terlatih dengan sistem perangkat lunak MCAS. Membuat kombinasi teknologi dan manusia menjadi lebih komplek.
Pabrikan pesawat kadang menganti pekerjaan yang membuat mahal dan sulit ke dalam teknologi.