Pesawat Airbus A380 Superjumbo produksi dihentikan


Stuff | 28 July 2019

Pesawat jet komersil terbesar tapi dibangun terlalu besar

Pesawat Airbus A380 sebagai pesawat terbesar dengan 2 tingkat.

Airbus A380 diproduksi oleh Airbus S.A.S. sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam satu kelas atau membawa 555 penumpang yang dibagi dalam 3 kelas penumpang.

Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan penerbangan komersial pada akhir tahun 2007.

Pesawat ini  merupakan pesawat komersial (pesawat penumpang) terbesar yang pernah dibuat (dijuluki Superjumbo).

Airbus A380 dikembangkan untuk mengatasi masalah yang semakin bertambah jumlah penumpang dan berkaitan dengan kepadatan dan sistem kontrol trafik udara dengan banyaknya jumlah pesawat lalu lalang di udara.

Pesawat yang pada awalnya dinamai A3XX kemudian menjadi A380.

Setelah beroperasi, pesawat ini menjadi pesawat super jumbo-jet pertama yang mempunyai double-deck penuh seperti halnya competitor pertamanya Boeing 747 tapi hanya tingkat di bagian depan.

Walaupun banyak orang berpendapat bahwa industri pesawat terbang belum siap untuk pesawat raksasa seperti itu.

Tetapi Airbus yakin bahwa perusahaannya dapat memperoleh keuntungan ketika pesawat ini semakin dibutuhkan pada tahun 2020.

Selanjutnya, Airbus menyatakan akan ada kebutuhan potensial untuk pesawat ini sekitar 1.200 pesawat penumpang dan 300 untuk model pengangkut tipe A380



Walaupun pesawat ini mempunyai ukuran yang sangat besar, A380 mengadopsi desain airliner konvensional dengan bodi pesawat silinder yang lebih lebar dari 747.

A380 memakai sayap yang dipasang rendah pada bodinya dengan 4 mesin di sepanjang bentangan sayapnya.
Roda pendaratannya terdiri dari 22 roda sehingga beban pada setiap roda sama dengan kekuatan Boeing 747 dan 777.

Desain tersebut membuat A380 cocok dengan seluruh landasan bandara udara besar.

Yang menjadi masalah, bentangan sayapnya yang sangat lebar membutuhkan “taxiways” yang lebih lebar ketika dua A380 saling berpapasan.

Banyak bandar udara juga harus membuat jembatan “jetway” tambahan untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang terlalu banyak, dan sistem penanganan bagasi perlu diperbaiki untuk menghindari waktu tunggu.

Bandar udara yang baik pada jalur internasional menginvestasikan jutaan dolar untuk melakukan upgrade ini, agar bandara bisa menerima A380 ketika mulai beroperasi. Akan tetapi, penundaan pendanaan akan menjadi masalah utama pada semua operator penerbangan yang akan mengunakan A380.

Kokpit pesawat sangat mirip dengan keluarga pesawat A330/A340 untuk memudahkan pelatihan pilot.

Kokpit berada di antara dek paling atas dan dek utama dengan ketinggian yang sama dengan pesawat yang lebih kecil agar pilot mudah beradaptasi.

Jumlah penumpang pesawat Airbus A380
A380-800 rancangan asli, 555 penumpang dibagi dalam 3 kelas.
A380-800 dibagi dengan 538 penumpang di dek utama, dan 315 di dek atas untuk kelas ekonomi seluruhnya
Jarak tempuh pesawat mencapai 15,700km nonstop, atau setara Hong Kong ke New York.
A380-800F untuk cargo
A380-900 rencananya untuk 656 penumpang, atau 960 penumpang seluruhnya kelas ekonomi.
A380neo rencana dengan mesin baru. Tapi di 2017 rencana dibatalkan.
A380plus, versi lebih canggih dengan 13% biaya perkursi lebih rendah, dan tambahan 80 kursi penumpang, 4% lebih hemat bahan bakar, dan perawatan lebih lama dari model sebelumnya. Karena pesawat dirancang untuk bekerja nonstop, dan menghindari waktu perawatan.


Total 17 maskapai penerbangan awalnya sudah memesan sekitar 195 pesawat sampai Februari 2008 dan seorang pangeran Saudi Arabia juga memesan sebuah model VIP tipe A380

Pesawat ini mempunyai empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 yang memberikan daya dorong 36.280 kg atau empat mesin turbo Engine Alliance GP 7200 (sebuah perusahaan patungan General Electric dengan Pratt & Whitney), dengan daya dorong 37.003 kg.



Bandingkan dengan pesawat jarak pendek di Indonesia terbaru. Seperti Boeing 737 MAX terbaru yang akhirnya dihentikan, hanya mampu membawa penumpang sekitar 200-230 orang. Airbus A380 mampu membawa 4x lebih banyak penumpang dibanding pesawat Boeing 737 MAX.

Atau tipe pesawat paling banyak di Indonesia Boeing A320-200, hanya memiliki kapasitas 180 penumpang.

Sedemikan besarnya di pesawat dapat dirancang untuk pusat pembelanjaan, tempat bermain anak-anak, dan fasilitas-fasilitas lainya (semua fasilitas ini disediakan tentu saja sebagai opsi, tergantung pesanan maskapai).

Pesawat mengunakan bahan bakar lebih hemat 20% dari pesawat pabrik lain.

Kenyataannya, dalam perjalanan pesawat A380 hanya mencapai kapasitas 80% dari tempat duduk rata rata penerbangan.

Data dari laporan Airlines Oneworld
Emirates Airlines dengan 81 pesawat A380, hanya mencapai load factor 76.5%
Qatar Airways dengan 6 unit pesawat A380 hanya 75%
Etihad Airways dengan 7 pesawat cukup tinggi 79,4%.
Jadi setiap terbang, pesawat Airbus A380 tempat duduk di dalam relatif ada saja yang kosong.

Pesawat A380 jumlah kursi penumpang


Mesin turbofan Rolls-Royce Trent atau Engine Alliance GP7200. Rolls-Royce Trent pada awalnya menang dalam kompetisi (dipesan lebih banyak oleh para pemesan A380).

Namun mesin dari Engine Alliance terakhir lebih banyak digunakan A380

Berapa banyak pesawat A380 ini dipesan.
Pesanan mulai tahun 2001 mencapai 78 pesawat. Dan pesanan pesawat A380 pertama dikirim tahun 2007.
Kembali meningkat di tahun 2013 dengan dengan 42 pesawat.
Tahun 2017, 2 pesanan pesawat dibatalkan, dan tahun 2019 pesanan 8 pesawat dibatalkan.
Sampai tahun 2018, setidaknya 232 pesawat A380 berada di udara, dari 14 operator penerbangan.
Tahun 2019 hanya 8 pesawat dari 70 pesawat yang ditargetkan. A380 hanya 242 pesawat ada di udara.

Operator pesawat A380
Singapore Airlines (first service on 25 October 2007)
Emirates (first service on 1 August 2008)
Qantas (first service on 20 October 2008)
Air France (first service on 20 November 2009)
Lufthansa (first service on 6 June 2010)
Korean Air (first service on 17 June 2011)
China Southern Airlines (first service on 17 October 2011)
Malaysia Airlines (first service on 1 July 2012)


Thai Airways (first service on 6 October 2012)
British Airways (first service on 2 August 2013)
Asiana Airlines (first service on 13 June 2014)
Qatar Airways (first service on 10 October 2014)
Etihad Airways (first service on 27 December 2014)
Hi Fly Malta (first service on 1 August 2018)
All Nippon Airways (first service on 24 May 2019)

Pesawat A380 jumlah kursi penumpang

Februari 2019
Penjualan A380 merosot, kemungkinan produksi pesawat dihentikan dan pesanan terakhir akan dikirim dalam 2 tahun mendatang.

Airbus telah membatalkan pesanan superjumbo A380, dan memaksa tipe pesawat ini meninggalkan mimpinya mendominasi langit di abad ke 21.

Airbus akan mengirim jet A380 terakhir tahun 2021. Langkah penghentian produksi tersebut berdampak ke maskapai penerbangan.
Maskapai Emirates pelanggan terbesar A380 mempertimbangkan mengurangi pesanan pesawat A380. Dan beralih dengan pesawat tipe lain yang lebih kecil dan ekonomis.
Seperti 70 pesawat dengan 40 pesawat  A350 dan 30 pesawat tipe A330neo.
Emirates tetap mempertahankan A380 di udara setidaknya sampai tahun 2030an.

Armada penerbangan terbesar lain seperti Etihad juga mengungkap untuk memangkas pesanan pesawat Airbus dan Boeing.

Ketika maskapai tidak tertarik lagi membeli A380, tentu saja pesanan pesawat yang mengering membuat Airbus harus mengalihkan produksi.
Sekitar 3000-3500 karyawan Airbus akan terkena dampak pengurangan produksi A380 sampai dihentikan di masa mendatang.
Pekerja di Perancis dan Jerman serta Spanyol dan Inggris akan dialihkan atau PHK.

Mengapa gagal
Pesanan terbesar Airbus A380 adalah Emirates yang memesan 162 pesawat A380. Posisi ke 2 Singapore Airlines 24 pesawat.

Emirates akhirnya memangkas 162 pesawat menjadi 123 pesawat. Pembatalan tersebut akhirnya menghilangkan harapan Airbus karena Emirates sebagai pelanggan terbesar mereka akhirnya mundur.

CEO Airbus akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi A380. Ke depan tentu tidak banyak lagi maskapai yang memesan.

Repot memarki pesawat dan menangani penumpang A380
Pesawawt Airbus A380 memiliki sayap lebar yang membentang sampai 80 meter. Bisa dibayangkan betapa sulitnya memarkir pesawat dengan bobot sangat besar di airport.

Airport harus mengalami perubahan, ruang taxi atau tempat antrian pesawat harus lebih luas.
Ruang tunggu lebih besar termasuk untuk fasilitas penumpang.di Airport San Francisco menghabiskan 2 miliar dollar membangun terminal baru. JFK dan New Jersey menghabiskan $175 juta untuk infrastruktur bandara bagi A380. Sedangkan bandara lain tidak mau merubah dan menerima datangnya A380.

Landasan aspal harus dibuat lebih kuat agar dapat di darati A380.

Mesin pesawat yang kuat, pihak bandara harus mengeser / memiringkan tanda-tanda di landasan.

A380 dirancang untuk membawa penumpang lebih banyak. Dari sisi maskapai penerbangan, mereka mengirim penumpang ke satu airport untuk hub agar semua dapat berangkat bersama.

Tetapi Boeing berada diatas angin dari tujuan A380. Boeing tahu penumpang lebih suka mengambil rute lebih kecil dan langsung terbang ke tujuan.
Artinya penumpang menjadi lebih fleksibel untuk berangkat, termasuk jadwal penerbangan.

Kapasitas 800 penumpang kadang tidak dapat dicapai oleh maskapai. Artinya kurangnya penumpang hanya membawa mereka melewati diatas titik impas.

Untuk menambah penumpang, maskapai udara memberikan potongan dan diskon. Akhirnya juga memangkas pendapatan penjualan tiket pesawat. Berbeda dengan pesawat kecil, jumlah penumpang dapat terisi penuh, dan tidak banyak terpengaruh dengan kondisi ekonomi.

Biaya bahan bakar pesawat A380 mencapai $30.000 perjam, pesawat Boeing 787-9 hanya $15.000 perjam.
Bagi Airbus, membangun A380 tidak menghasilkan satu dollar pun keuntungan.

Alasan Airbus menghentikan A380
Airbus mampu membuat pesawat lebih cepat dari permintaan pasar. Nyatanya pasar tidak membutuhkan banyak A380.

A380 seharusnya memjadi pesawat menguntungkan. Karena daya angkut besar, dibanding 2 atau 3 pesawat di rute yang sama.
Pesawat lebih besar, berarti membutuhkan gerbang lebih sedikit.
Banyak kursi seharusnya harga tiket lebih murah.
Dan semua orang suka terbang langsung tanpa transit.

Kesalahan A380 adalah ukurannya, terlalu besar dan hanya bisa mendarat di bandara besar.

Air France meninggalkan A380, lebih tertarik membeli pesawat baru. Dibanding menambah tempat duduk dengan merubah kursi Bisnis dan Ekonomi saja.
Alasannya, bila A380 di modifikasi untuk lebih banyak penumpang, biayanya lebih besar lagi.

4 mesin pesawat yang kuat membutuhkan perawatan. Maskapai harus berinvestasi lebih banyak untuk perawatan mesin saja. Dan mesin pesawat berbeda dengan disain A380 lain.

Teknologi berkembang cepat, dilihat munculnya disain pesawat baru dari pesawat Boeing 787 Dreamliner dan A350 yang lebih murah.
Keduanya hanya mengandalkan 2 mesin yang kuat tapi lebih efisien dibanding 4 mesin.

Juli 2019
Air France armada penerbangan Perancis akan menghentikan pengoperasian Airbus A380 tahun 2020 atau setidaknya sampai 2021

Beberapa maskapai yang menetapkan jadwal untuk menghapus armada A380.
Pengumuman Air France mengikuti serangkaian pengumuman terkait jadwal pensiun A380 dari beberapa maskapai termasuk Qatar, Qantas dan Emirates.

Air France memiliki sepuluh A380. Jumlahnya diturunkan 7 pesawat yang di operasikan
2 disewakan dan lima digunakan oleh maskapai. Keputusan pensiun dibuat pada pertemuan dewan Air France pada tanggal 30 Juli 2019.

Dalam sebuah pernyataan media, Air France mengutip lingkungan operasi yang kompetitif, biaya bahan bakar yang tinggi, emisi CO2 yang tinggi, biaya perawatan yang tinggi, dan kebutuhan untuk perbaikan kabin sebagai alasan yang mendorong keputusan tersebut.

Air France telah menerbangkan A380 sejak 2009. Layanan perdana adalah rute unggulan Paris-JFK New York Amerika pada 30 Oktober 2009.

Selama bertahun-tahun, Air France A380 telah terbang ke Abidjan, Atlanta, Hong Kong, Johannesburg, Los Angeles, Mexico City, Miami, New York, Shanghai, San Francisco, dan Washington DC.

Air France menawarkan kabin empat kelas dengan total penumpang 516 pada A380-nya. Termasuk 9 kursi di La Premiere, 80 kursi di kelas bisnis, 38 kursi di ekonomi premium, dan 389 kursi di kabin ekonomi.
Sementara penumpang pasti menikmati suasana yang manis ketika bersantai di kabin La Premiere.
Sedangkan konfigurasi kelas bisnis A380 Air France 2-2-2, ternyata tidak memenuhi harapan para pelancong kelas bisnis pada tahun 2019.

Air France sibuk merevitalisasi armadanya. diumumkan juga pesanan 60 pesawat Aribus tipe A220-300 pesawat. Air France juga memiliki opsi dan hak beli untuk tambahan 60 pesawat lain dari Airbus A220. .
Air France berniat untuk menggunakan A220 untuk menggantikan A318 dan A319 pada penerbangan pendek dan menengah di Eropa.

Tetapi tidak ada pengumuman tentang pesawat yang akan menggantikan A380 setelah 2022.

Air France saat ini mengoperasikan 9 Boeing 787, 68 Boeing 777, 15 A330, dan 5 A340.
28 pesawat A350 telah pesanan.

Sementara beberapa maskapai penerbangan untuk membuat A380 terbang setidaknya selama 10 tahun kedepan, dalam 5 atau 15 tahun lagi A380 akan menjadi burung yang semakin langka.

A380 adalah pesawat penumpang terbesar. Sejarah mungkin akan mencatatnya sebagai kebodohan besar.
Dengan tren ke arah pesawat yang lebih kecil, lebih efisien, dan lebih gesit, mungkin perlu beberapa saat sebelum kita melihat pesawat komersial ukuran A380 yang lepas kembali dari jalur produksi.

Berita terkait
Apa yang menarik dari Boeing 747. Yang terakhir terbang milik GE bulan November 2018. Cathay Pacific dengan Boeing 747 jurusan San Francisco ke Hongkong terakhir dengan Boeing 747 dipensiunkan. KLM melakukan perjalanan terakhir dengan Boeing 747. Delta pensiunkan Boeing 747 terakhir Des17.

Ini dia tampilan pesawat Stealth Cina J-20, gambarnya benar benar bersih dan jelas. 2 foto pesawat tertangkap satelit. Mesin WS-10 mungkin dikembangkan China sendiri. Tetapi pesawat tidak mampu mencapai kecepatan supersonik. Kecanggihan J-20 pada rudal jarak yang dibawa pesawat.



Pesawat Boeing KC-46 tanker udara. Lebih besar, mampu mengisi bahan bakar pesawat angkut sampai militer di udara. Selain Amerika, Jepang telah memesan  tanker terbang ini. Indonesia masih mempertimbangkan antara Boeing dan Airbus, sesuai kebutuhan pesawat yang ada.

Dalam penerbangan jarak jauh, penumpang diberikan makanan. Bagaimana bila penumpang ingin ke kamar kecil, bahkan pop di dalam pesawat. Kemana sampah di pesawat dibuang. Pesawat modern mengunakan teknologi pakum, untuk menganti sistem cairain biru.

Pesawat 777-300ER dirancang terbang jarak jauh. Menjadi pesawat paling efisien dan digunakan untuk terbang nonstop. Bagi penumpang, duduk terbang berjam jam lebih dari 12 jam adalah hal membosankan. Bagaimana dengan awak pesawat, tunggu dulu.

Pesawat Stratotanker tipe KC-135 adalah pesawat pengisian bahan bakar di udara. Kali ini dibariskan sampai 11 pesawat, dan foto diambil di landasan udara militer Kadena Jepang.

Mungkin kita bertanya mengapa bandara diberi nama dengan 3 huruf. Awalnya bukan 3 tapi 2 huruf. Nama bandara diatur oleh IATA sebagai badan regulasi perbangan internasional. Seperti CKG adalah nomor bandara Cengkareng, walau nama bandara aslinya adalah Soekarno Hatta.



Bila mampir ke airport di luar negeri, coba telaah kebiasaan dari turis Barat dan China. Akan terlihat satu perbedaan dari dua kultur berbeda. Satu meninggalkan kejenuhan dengan perangkat elektronik, yang lain lebih sibuk dengan gadget.

Pesawat komersil Boeing 787-9 Dreamliner sedang bermanuver. Terbang menanjak, lalu berbelok. Kembali berputar dan mendarat lalu terbang kembali. Pesawat ini menjadi saingan Airbus. Ini bukan CGI, video asli

Etihad Airlines hanya menjelaskan kabin kelas satu mereka di pesawat Airbus A380. Rute pesawat yang dilayani antara Abu Dhabi ke London, New York dan Sydney. Penerbangan perdana dimulai tahun 2015. Di dalam kabin terdapat LCD TV 32 inch, layar 27 inch di kamar tidur

Satu rekaman video takeoff dan landing dalam kondisi Crosswind direkam menjadi kompilasi video tahun 2013-2014. Rekaman dari bandara BHX Birmingham Inggris ini harus memastikan para penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman.




No popular articles found.
< /body>