Bintang MM dua bintang biner dengan ukuran berbeda tapi lahir bersamaan


Kategori : Science | Date : 16 December 2018
Bintang muda membentuk seperti planet, sedangkan di tata sury aini berbeda. Sebuah bintang lahir dan tepatnya berada di tempat yang seharusnya terbentuk planet.

Sambil mengamati bintang muda itu, para astronom yang dipimpin oleh Dr. John Ilee dari Universitas Leeds menemukan bahwa itu sebenarnya disana bukan satu bintang, melainkan dua.

Bintang baru tersebut lahir mendampingi bintang induknya dan lahir dengan waktu bersamaan.

Disebut bintang MM 1a sebagai bintang utama seperti matahari.
Bintang kedua lahir sebut MM 1b.

Objek utama, disebut sebagai MM 1a, adalah bintang masif yang dikelilingi oleh cakram berputar dan gas yang menjadi fokus penelitian awal. Dimana bintang MM 1a akan menjadi sebuah bintang raksasa nantinya.

Tetapi penelitian selanjutnya diketahui ada sebuah benda lain.
Sebuah objek samar tampak terlihat, MM 1b, terdeteksi tepat berada di luar cakram orbit sekitar MM 1a.
Tim ini mengatakan adanya pemain yang terbentuk dengan "terfragmentasi", dimana lahirnya sebuah bintang kedua.
Yang seharusnya bintang tersebut tidak berada ditempat tersebut.

"Bintang terbentuk dari gas dan debu di ruang antar bintang," kata Dr. Ilee, dari School of Physics and Astronomy di Leeds.

"Ketika awan runtuh dan terakumulasi kekuatan gravitasi, mereka mulai berputar lebih cepat, lalu membentuk piring cakram di sekitar bintang. Di bintang bermassa rendah seperti Matahari kita atau tata surya kita, cakram yang terbentuk nantinya bisa terbentuk oleh planet.".



Jadi sebuah bintang lahir, dan di kellingi oleh debu dan gas. Perlahan debu dan gas akan membentuk beberapa proto-planet. Dan beberapa pro-planet yang lahir nantinya akan membentuk planet setelah proses miliaran tahun sampai semuanya stabil.

Menyisakan batuan besar seperti beberapa planet gas dan planet batuan.
Seluruhnya akan tetap seimbang setelah proses jutaan sampai miliaran tahun.

Berbeda dengan bintang di tata surya MM 1a.

"hal ini, bintang dan cakram yang kami amati sangat masif (ukuran besar dengan 40x massa matahari), daripada pembentukan planet yang ada di dalam cakram, kami melihat sebuah bintang lain dapat terbentuk"

Dengan mengukur jumlah radiasi yang dipancarkan oleh debu, para peneliti mampu menghitung massa MM 1a dan MM 1b.

Pengamatan warna emisi debu (hijau) dan gas dingin di sekitar MM1a (merah adalah gas surut, biru mendekati materi gas), menunjukkan bahwa terdapat rongga aliran keluar yang berputar dalam arti yang sama dengan cakram akresi pusat. MM1b terlihat mengorbit.

Penemuan ini diterbitkan di Astrophysical Journal Letters. Tata surya dimana bintang MM 1(a) memiliki berat 40 kali massa Matahari kita. Bintang yang lebih kecil mengorbit MM 1b dihitung jauh lebih kecil dan kurang dari setengah massa Matahari kita.

"Banyak ditemukan seperti bintang ini," tambah Dr. Ilee. "Tapi yang satu ini agak berbeda, karena terbentuk bersama sebagai saudara kandung (lahir bersamaan), biasanya bintang kembar akan terbentuk dengan ukuran massa relatif sama".

Penemuan sistem biner muda jauh berbeda ukuran, dengan perbandingan rasio massa 80: 1 dan ini sangat tidak biasa, menunjukkan proses pembentukan bintang bersamaan tapi ukurannya satu bintang lebih kecil."

Dibawah ini ilustrasi kedua bintang yang baru terbentuk. Dengan keunikan posisi bintang yang lebih kecil lebih dekat ke arah bintang utama, atau posisinya yang biasa lahirnya planet.

Bintang kembar MM 2018

Dr. Duncan Forgan, Pusat Ilmu Exoplanet di Universitas St Andrews, menambahkan: "Saya telah menghabiskan sebagian besar karir saya mensimulasikan proses ini untuk membentuk planet raksasa di sekitar bintang seperti Matahari.

Dr Duncan mengatakan, untuk pertama kali dia melihatnya membentuk sesuatu yang besar seperti bintang ini membuat hal yang benar-benar menarik. "

Para peneliti mencatat bahwa bintang muda MM 1b yang baru ditemukan juga dikelilingi oleh diska (cakram) sendiri, yang mungkin memiliki bentuk potensial dari rencananya sendiri.

Penjelasan gambar
Hijau warna dari debu, merah area dingin, biru area gas.

Bentuk gambar dari teleskop Alma bintang MM biner 2018

Usia bintang MM 1a mungkin tidak akan lama. Dengan ukuran sangat besar, usia bintang sekitar jutaan tahun.
Dan suatu hari akan meledak menjadi supernova.
Demikian juga dengan bintangn MM 1b akan terkena dampak dari bintang induknya.

Pengambilan bentuk gambar menggunakan teleskop radio dengan 66 piring individu di ALMA telescope, bersama dengan proses yang disebut interferometri.



Membuat para astronom mampu mensimulasikan kekuatan teleskop tunggal yang terpisah dengan jarak hampir 4 km.

Tim telah diberikan waktu melakukan pengamatan tambahan dengan ALMA untuk lebih detil mengkarakterisasi sistem bintang yang menarik ini pada tahun 2019. Observasi yang akan datang akan mensimulasikan teleskop yang berjarak 16km - sebanding dengan bagian dalam area ring-road di sekitar Leeds.

Tata surya Epsilon Eridani menjadi jawaban dari misteri terbentuknya sebuah tata surya kita. Disini peneliti mencari jawaban bagaimana planet terbentuk, tapi lahir jauh dari sebuah bintang induknya. Karena tata surya kita dahulunya tidak seperti sekarang.

Bintang HIP68468 memiliki usia 6 miliar tahun, dan jaraknya 300 tahun cahaya dari Bumi. Praktis bintang ini seperti kembaran matahari. Tapi bintang ini telah memakan planet yang ada di dekatnya, setidaknya 1 atau bahkan 2 planet yang mengorbit sangat dekat ke bintang.



Black hole atau lubang hitam Swift J1644+57 letaknya 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Baru terditeksi pada tahun 2011 oleh teleskop milik Nasa Swift. Astronom mempelajari gangguan pasang surut lubang hitam tersebut, dan dipublikasikan tahun ini.

Daerah komplek bintang Delta Orionis ternyata memiliki bintang yang unik. Disana terdapat 3 bintang berjajar dikenal dengan nama Mintaka. Dapat terlihat ketika malam hari, posisinya berada di sisi barat. Dengan teleskop optik, ketiganya tidak terlihat. Dan hanya tampak dengan teleskop X-Ray Chandra

Sebuah bintang berukuran kecil atau disebut White Dwarf ditemukan sebagai bintang unik. Peneliti dari Warwick melihat dibintang yang sudah mati tersebut terlihat cincin berwarna merah. Cincin tersebut terbentuk akibat bintang tersebut hancur, dan cincin yang terlihat adalah sampah seperti batuan dan debu mengelilingi bintang.

Di satu sistem tata surya VFTS 352, terdapat 2 bintang kembar yang sedang berciuman. Keduanya sudah sangat dekat dan saling menyentuh satu sama lain. Nantinya keduanya akan bersatu dan membentuk bintang tunggal yang lebih besar. Atau bisa saja menjadi lubang hitam biner.

Bintang Hen 2-427 memiliki nama lain yaitu Nebula M1-67, dan di tengah yang menyala adalah bintang WR 124. Berada di konstelasi Sagitarius dan jaraknya 15.000 tahun cahaya dari Bumi.



Ilmuan mengunakan Wide Field camera 3 untuk mempelajari panjang gelombang inframerah dan mencari tanda tanda adanya air. Bagaimana ilmuwan mengetahui apakah planet seperti bumi dengan ukuran memiliki air, gas CO, metana bahkan ukurannya



No popular articles found.