Timelapse South Amerika Morten Rustad pemandangan galaksi dan alam 1 tahun liburan


Kategori : Digital | Date : 12 December 2018
Fotografer Morten Rustad membuat video timelapse dan resolusinya mencapai 8K.

Gambar yang sangat tajam tentang video pemandangan alam.

Video Timelapse Amerika Selatan

Morten adalah fotografer timelapse asal Norwegia. Dia menghabiskan waktunya tahun 2017 ke Amerika Selatan.

Tujuannya tentu memenuhi hobi membuat foto dan video timelapse sambil berlibur. Morten mencoba naik satu tingkat dalam keahliannya membuat video timelapse.

Beberapa negara yang dikunjungi dari Brasil, Venesuela, Guyana, Kolombia, Argentina, Chili, Peru, Bolivia dan Ekuador.
Naik motor, mobil dan tak terhitung jumlahnya dengan bus. Membutuhkan waktu 5 bulan untuk proses edit foto dalam proses post-production.
Menampilkan pemandangan Amerika Selatan yang belum pernah terlihat kata Morten.

Selama perjalanan dia mampir ke beberapa tempat indah, dan semua foto terkumpul sebanyak 30TB.

Pemandangan dedaunan hutan, bayangan yang melintas di atas pasir, sampai foto sempurna rotasi galaksi Bima Sakti berhasil diabadikan.





Dia mengunakan remote camera buatan Syrp yang mengeser posisi camera.

Petualangan Morten tidak berjalan mulus untuk membuat video dari hasil foto ini. Kesialan di perjalanan, sakit sampai kondisi cuaca ekstrim.

Tapi dia berhasil melewati liburannya, komitmen yang kuat sampai semua terbayar dalam sebuah video.Semoga negara selanjutnya adalah Indonesia.
.
Dibawah ini hasil foto yang diabadikan di 9 negara.



Tertarik membuat video timelapse.

Astronom amatir mendapatkan foto langka ketika stasiun ruang angkasa lewat di depan bulan. Kesulitan mendapatkan stasiun ruang angkasa tepat lewat di depan bulan adalah kecepatan dan lokasi. Stasiun hanya tampak dalam waktu 0,3 detik, setelah itu lenyap dari bidang bulan.

Salah satu target membuat foto ini untuk melihat garis galaksi yang selalu muncul diatas bumi. Camera andalannya adalah Canon 7D mkII, mengunakan adaptor dengan lensa Nikon 1000mm. Satu lagi video indah tentang astronomi. Siang hari di Hawai bisa melihat bintang.



Fotographer Mike Obinski kali ini melakukan perjalanan yang sama, puluhan ribu km untuk mengejar badai. Mengabadikan pemandangan, hujan, petir dan debu. Video Monsoon 5 semakin menarik melihat petualangan si fotografer pengejar badai ini. 2 camera, 3 bulan mencari badai, video 8 menit Monson V dibuat dari 85.000 foto.

Fotografer Tristan merekam 2 pendaki yang menaklukan El Capitan. Tebing setinggi hampir 1000 meter, rata rata pendaki membutuhkan waktu 3-4 hari. Tapi kedua pendaki ini memecahkan rekor kurang dari 3 jam. Bagaimana mereka mendaki, teknik yang unik terlihat dalam video Timelapse. Kedua pendaki terlihat terpisah tapi saling bekerja sama.

Asif Islam membuat video timelapse, dimana bintang. Di kota tidak dapat mengabadikan bintang, bagaimana bila kita menjauh dari kota. Bahkan mencapai tempat di taman nasional. Disana langit tampak berbeda, dan terlihat penuh dengan bintang serta galaksi Bima Sakti.

Chad Cowan fotografer dari Kansas melakukan perjalanan sepanjang 156 ribu km. Melintas di Amerika Serikat dan dia mengejar badai dasyat ketika munculnya supercell. Rekaman dibuat dengan resolusi tinggi sampai 4K.

Fotografer Murali kembali memberikan pelajaran, bagaimana melihat nebula Orion. Melihat garis galaksi pada prinsipnya sama, menjauhi polusi lampu di kota. Cahaya lampu yang menerangi atmofer akan menutup cahaya bintang termasuk cahaya dari orion nebula.



Sebuah pulau di Atlantik utara menjadi tempat paling menakjubkan kalangan fotografer. Nick Kontostavlakis membuat video timelapse, dan diberi nama Whispering Iceland. Direkam mentok dengan resolusi 4K, dan camera Sony serta lensa premium Zeiss.

Sebuah video dengan judul Once Upon a Time in Cappadocia, mengunakan teknik Hyperlapse. Tapi kali beda. Rob Whitworth kembali memukai dengan produksi video Timelapsenya untuk Turkish Airlines. Mengunakan beraneka teknik dari pemandangan Turki.

Mengabadikan galaksi di kota sangat berbeda dibanding daerah bebas cahaya, dimana daerah yang tepat. Foto galaksi Bima Sakti di atas Jakarta 4 Juli 2016 jam 1:45, inti galaksi yang tidak pernah kita lihat. Pada tanggal 18 April 2016, dengan mudah untuk membuat foto galaksi di tempat terang dari tengah kota. Teknik foto galaksi Bima Sakti

Teknik hyperZoom mulai dikembangkan beberapa tahun lalu. Membuat foto time lapse seperti terbang dan terus mengambil gambar yang sangat jauh dengan video sekualitas foto. Memberlihatkan pemandangan dimana seseorang berdiri dan tidak bisa melihat ke tempat lebih jauh. Disini teknik hyperZoom menampilkan  pemandangan yang sangat jauh

Kwon asal korea sudah mengumpulkan beberapa foto terbaiknya untuk video timelapse. Dari tahun 2009 sampai 2013, dari Korea, gunung Kalimanjaro, gunung Baekdu, Tanzania, Uluru Australia dan Yellowknife Canada. Memang niat



No popular articles found.