Negara Luksemburg transportasi gratis untuk semua


Kategori : Green | Date : 8 December 2018
Negara di Eropa Luksemburg memiliki populasi kendaran tertinggi.

Jumlahnya 662 kendaraan per 1000 orang.

Negara kecil tapi kemaetan lalu lintas yang besar.

Ketika Perdana Menteri Xavier Bettel di sumpah untuk masa jabatan keduanya di bulan Desember 2018. Mereka telah menjanjikan memberikan angkutan massal gratis untuk semua.
Negara Luksemburg memenuhi janji tersebut.

Negara Luksemburg transportasi gratis untuk semua

Negara dengan populasi penduduk hanya 590 ribu orang (2017), atau lebih kecil dari kota Kopenhagen.
Tetapi banyak pekerja melakukan lintas batas untuk bekerja. Seperti bekerja di Belgia, Perancis atau Jerman.

Negara tanpa berbatasan dengan laut. Tertutup oleh beberapa engara di Eropa. Dan luas negara hanya 2586 km persegi.

Penghasilan penduduk juga tinggi, mencapai 40% lebih tinggi dari penduduk Perancis.

Bagian masalah adalah jumlah mobil di negara tersebut dengan wilayah yang kecil.
Sedikit dibawah penduduk Amerika yang memiliki 800 mobil per 1000 penduduk.



Jumlah transpotasi (kendaraan) telah berlipat ganda dalam 20 tahun terakhir. Dan pemerintah Luksemburg kalah cepat untuk mengantisipasi.

Kemacetan menjadi akrab bagi penduduk. Lebih mudah melewati jalan desa atau di perbatasan sepanjang 20 km yang memakan waktu kurang dari 30 menit. Sementara di jam sibuk di kota dapat mencapai 1 jam.
Wilayah pinggiran mulai terganggung, salah satunya walikota Schengen akhirnya menutup jalur perbatasan pada waktu jam sibuk.

Negara Luksemburg transportasi gratis rute jalan

Tahun 2020, penduduk Luksemburg dapat menikmati semua transportasi publik dengan gratis.

Beberapa kota di Eropa juga menawarkan tranportasi gratis pada waktu tertentu. Atau pensiunan dan pengangguran tidak dikenakan biaya.
Kota lain membangun lingkaran jalur transpotasi untuk terhubung lebih luas.

Jerman tahun 2018, melakukan uji coba memberikan transpotasi umum gratis pada jam sibuk.

Estonia, kota Tallinn memberikan angkutan massal gratis di tahun 2013. Tetapi proyeknya tidak berhasil, hanya 14% peningkatan penguna transportasi publik. Sebagian penumpan berasal dari pejalan kaki, sementara pengendara mobil tetap ada di jalan.

Seperti apa kota dengan pencemeran tertinggi. Kota di China yang terus memerangi polusi udara, khususnya kota Beijing dengan tingkat polusi tertinggi. Tapi bukan Beijing mengalami polusi terbesar. India masuk top rekor dengan polusi asap luar biasa parah. Delhi kembali berselimut asap November 2018

Pernah mendengar negara Bhutan yang menyandang negara minus gas carbon pertama di dunia. Mungkin upaya negara ini tidak pernah dilihat di siaran TV Indonesia. Mungkin kita sendiri tidak tahu dimana letak negara Bhutan. Mengapa negara ini tidak memiliki polusi dan disebut minus carbo



Akal akalan warga Beijing untuk mendapatkan plat nomor kendaraan. Ada yang menjadi supir taksi. Karena pada jam sibuk hanya nomor mobil dalam kota saja yang boleh melintas. Semua transportasi sudah tersedia mengapa masih macet. Tahun 2020, akan tersedia 400 ribu stasiun untuk pengisian mobil listrik

Ketika sebuah negara dengan cadangan minyak terbesar di Dunia memutuskan untuk berinvestasi dengan energi terbarukan. Mungkin kita bertanya, apakah ini akhir era minyak dunia. Sementara Amerika masih memfokus pengeboran miyak, sampai mengimpor bahan bakar.

Perusahaa Kyocera dan SPCG Mark selesai membangun pembagkit listrik dari tenaga surya atau solar cell di Thailand. Perusahaan Kyocera menyediakan 1.1 juta pannel surya. Kapasitas energi listrik tersebut diharapkan menghasilkan 345 juta kWh listrik setiap tahunnya

Kota San Francisco larang penjualan air kemasan plastik. Kota ini sangat tertarik dengan zero waste sampai tahun 2020. Akhir tahun 2013 dewan pengawasan kota bersiap melakukan larangan ketat penjualan air dalam kemasan.

Bila ditanyakan dimana daerah paling kekurangan air. Jawabannya ada 2, kemungkinan dari kota di daerah Timur Tengah atau Afrika. Ternyata ada di Asia yaitu kota Beijing. Beijing membutuhkan 3,6 miliar meter kubik air pertahun.



No popular articles found.