Tahun terburuk bagi manusia yang tercatat dalam sejarah


Science | 17 November 2018

Jika seseorang bertanya pada Anda, kapan tahun terburuk dalam sejarah manusia, apa yang akan Anda Tebak?

Apakah perang saudara yang berlangsung puluhan tahun di akhir abad ke 20, atau perang dunia pertama atau perang dunia kedua yang berada di awal dan pertengahan abad ke 20.

Atau munculnnya wabah penyakit yang belum memiliki obat dan penanganan, karena manusia belum mampu mengembangkan vaksin dan antibiotik modern

Dalam catatan sejarah, kejadian manusia paling buruk bukan berlangsung di akhir abad ke 20. Tetapi beberapa abad sebelumnya.
Apakah munculnya virus baru di awal tahun 2020 dengan Covid19. Membuat sibuk semua manusia di berbagai negara. Sampai April 2020 hampir 1 juta orang sudah terinfeksi.

Salah satu tahun Holocaust, antara 1941 dan 1945. Tapi jumlah pemusnahan manusia, walau kerusakannya tidak sebanyak dari penyakit yang muncul di awal 1900an.

Tahun 1918
Tahun awal munculnya pandemi flu yang menewaskan hingga 100 juta orang. Ketika itu tidak ada vaksin flu seperti di jaman modern saat ini. Dimana teknologi dapat membuat vaksin untuk virus baru.

Flu Spanyol atau Spanish Flu menyebar dalam 5 kategori.
Mulai menyebar di Amerika serikat, muncul di Afrika Barat dan Perancis, lalu menyebar ke seluruh dunia.
Bencana tersebut mencapai puncaknya pada Januari 1918.

Di tahun 2018, 100 tahun lalu pandemi influenza diperkirakan telah menjangkit 500 juta orang. Tetapi manusia sudah kebal.



Ketika itu penduduk Amerika Serikat memiliki populasi dengan usia yang susut 12 tahun.
Dari data statistik, usia rata rata pria hanya dapat hidup sampai 36 tahun dan wanita 42 tahun.

Flu tersebut terlihat tidak biasa, karena flu di tahun tersebut lebih banyak menyerang orang dewasa dibanding orang tua dan usia anak anak.

Kejadian Flu Spanyol (hanya nama tapi sumbernya bukan dari Spanyol) di perparah bersamaan terjadi perang dunia pertama.

Pasukan yang berperang tidak mendapatkan informasi tentang wabah ini, agar moral mereka tidak jatuh di medan perang.

Disisi lain, manusia belum memiliki teknologi laboratorium canggih untuk membuat pengobatan atau vaksin. Dan tidak ada obat untuk pencegahan.

Manusia hanya diberi pengetahuan agar hidup lebih bersih, bila ada yang terjangkit harus di isolasi / karantina dan menutup akses ke layanan publik.

Bahkan di kota New York ketika itu, seseorang yang batuk tapi tidak menutup batuk mereka, dapat di denda sampai penjarakan.
Gelombang kematian pertama tidak banyak, tapi gelombang kedua di tahun 1918 yang terbesar, disusul gelombang ke 3 tapi telah menurun.

Keunikan penyakit flu pandemik tersebut dapat hilang begitu saja di satu kota.

Upaya dokter dalam pengobatan, mulai mengunakan pencegahan pneumonia agar pasien dapat dipulihkan.
Tapi tidak ada bukti bahwa virus dapat dicegah dengan cara tersebut.
Mungkin virus melakukan mutasi ke strain lain yang tidak mematikan lagi sejalan dengan waktu.
.
Tahun 1347
Bencana terparah yang pernah tercatat akibat penyakit terjadi di tahun 1347. Kejadian sangat buruk bagi manusia.

Disebut tahun Black Death, wabah secara misterius melanda Eropa. Penyebabnya tidak lain adalah wabah Pes.

Di jaman tersebut manusia hanya melihat penyebab dari asal saja karena keterbatasan ilmu pengetahuan.

Seperti Raja Perancis menyalahkan langit, ketika terjadi pengabungan 3 planet di tahun 1345 sehingga menyebabkan munculnya wabah hebat ini.


Penyebab wabah disebutkan secara asal asalan lain yang diakibatkan udara yang buruk. Ketika itu menjadi teori paling diterima masyarakat.

Di tahun tersebut tidak ada yang dapat memastikan, mengapa orang bisa sakit dan tidak memiliki pengobatan.

Wabah besar atau wabah hitam hanyalah nama lain.
Menjadi akhirnya tercatat sebagai pandemi paling dahsyat dalam hal penyakit bagi sejarah umat manusia.

Dengan jumlah penduduk Bumi belum terlalu banyak, tapi diperkirakan 75 juta orang di Eropa meninggal.

Puncaknya antara tahun 1347 - 1351. Ketika bakteri Yersinia Pestis (Pes) menjadi penyebab, dan dunia tidak memiliki teknologi pengobatan.
Dari masalah wabah tersebut, juga disertai pergolakan agama, sosial dan ekonomi yang meluas.

Sumber wabah berasal tidak lain dari daerah Asia Tengah, karena manusia melakukan perdagangan melalui jalur Sutra dari Asia ke Eropa.

Kutu tikus oriental yang hidup pada tubuh tikus menjadi penumpang gelap di kapal dagang.
Tikus terbawa, lalu menyebar sampai ke wilayah Mediterania dan Eropa.

Diperkirakan bangsa Eropa musnah dengan jumlah 30-60%. Dan mengurangi jumlah penduduk dunia juga susut, diperkirakan dari 450 juta menjadi 350 juta.

Jumlah manusia baru pulih 200 tahun kemudian ke tingkat yang sama. Wabah tersebut sempat muncul kembali beberapa tahun kemudian di Eropa.

Tahun terburuk manusia Black Death

Dari semua kejadian wabah, masih menyisakan manusia hidup. Tetapi kapan pemusnahan manusia yang sangat dasyat terjadi ?

Tahun 536.
Ternyata, yang paling merusak kehidupan manusia ada di tahun yang tidak diduga.

Yaitu tahun 536 atau abad ke 5.

Jauh dari kehidupan manusia modern saat ini, dan bukan disebabkan wabah penyakit atau dampak jatuhnya meteor.

Peneliti mengatakan dibawah ini.
"Tahun tersebut adalah awal dari satu periode terburuk untuk hidup, tentu bukan tahun terburuk," kata arkeolog Universitas Harvard dan sejarawan abad pertengahan Michael McCormick. Makalah baru dari tim tersebut mengatakan, tidak melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi sampai tahun 640.

Tahun 536 adalah tahun ke-10 masa pemerintahan kaisar Byzantine, Justinian, dan tidak banyak gejolak yang terjadi dalam lingkup manusia selain dari pertempuran biasa yang membosankan. Tidak ada wabah dan tidak ada genosida atau pemusnahan akal akalan untuk kebencian antar ras yang luar biasa besarnya.

Sesuatu yang aneh sedang terjadi di langit "kabut misterius dan debu muncul di langit". Dan debu menghalangi cahaya Matahari

Menyebabkan suhu turun di permukaan bumi, masalahnya bukan terjadi dalam minggu atau bulan.


Tetapi berlangsung bertahun-tahun dan membuat kekacauan di seluruh dunia. Dari dampak kekeringan, gagal panen, salju musim yang muncul di panas di Tiongkok, sampai kelaparan yang meluas.

"Itu terjadi selama tahun tersebut yang menjadi tanda yang paling menakutkan," tulis sejarawan Bizantium Procopius,

Karena matahari memberikan cahaya tanpa kecerahan cukup kuat, bahkan tampak seperti kekuatan cahaya bulan, dan selama sepanjang tahun itu
Dampaknya - cahaya matahari terlihat seperti di gerhana, terlihat jauh lebih redup. Siang terasa sore hari dengan langit mendung.

Lalu apa penyebab sampai matahari begitu redup.
Ada bukti yang menunjukkan bencana letusan gunung berapi menjadi penyebab utama.

Beberapa bukti letusan tidak hanya ditemui dari inti es di Antartika dan lingkaran pohon dari Greenland.

Efek dari peristiwa gunung berapi juga berlanjut, menyebabkan pendinginan global dalam jangka pendek dan berakibat gagal panen sampai kelaparan yang menghancurkan penduduk Bumi.

Sekarang, analisis inti es yang sangat rinci dapat dilihat pada gletser Colle Gnifetti di perbatasan Swiss dan Italia yang memberikan informasi baru tentang abad paling merusak umat manusia dan menyebabkan dunia jatuh.

Inti es menjadi sumber sejarah arkeologi yang fantastis, karena endapan es permanen menumpuk secara bertahap, melalui hujan salju tahunan.
Ini berarti dapat menemukan catatan sejarah tentang bumi berdasarkan deposit es pada tahun tertentu dan melihat apa yang terjadi di atmosfer.

Pada tahun 536 Masehi, abu vulkanik dan debu - disebut Tephra - bercampur dengan lapisan es, peneliti menunjukkan terjadinya peristiwa gunung berapi besar atau mungkin sangat besar.

McCormick dan rekan dari Amerika, Inggris dan Jerman percaya mereka menemukan bukti kerusakan terhadap manusia dengan kekuatan alam.

Tim menganalisa inti es kuno yang ditarik dari pegunungan Alpen Swiss. Mengandung sejarah mikrokospik Bumi lebih dari 2000 tahun.

Partikel dari debu, logam dan udara membeku sedalam 72 meter. Dari panjang es yang ditemukan diteliti sejak tahun 2015.
Ketika peneliti melihat sampel yang diperkirakan data di tahun 536. Menemukan dua pecahan vulkanik mikroskopis, setelah ditelusuri diperkirakan sumbernya dari batuan dari Islandia.

Dari bukti tersebut, serpihan tersebut adalah bukti dari letusan gunung berapi besar di bumi belahan utara. Dan bukan dari gunung berapi di Amerika.

Christopher Loveluck dari universitas Nottingham mengatakan hipotesis lebih konsisten, Islandia dekat dengan Inggris dan Eropa Barat Laut dibanding California. Setidaknya dua letusan besar terjadi pada tahun 540 dan 547. Jadi dari sanalah bencana muncul.

Bangkitnya manusia dengan teknologi
Namun pada sekitar tahun 640, tim melihat tanda pembaruan di es: yaitu bahan timbal. Menjadi catatan polusi bahwa manusia telah mulai pertambangan, pengolaman dan meleburkan perak.

Kemudian ada lonjakan lain di 660 CE, dan yang lain di 695 CE. Diperkirakan manusia telah mampu mencetak koin perak.

"Ini jelas menunjukkan, di samping sisa-sisa sejarah Romawi dan logam, penambangan baru memfasilitasi produksi koin emas pasca-Romawi terakhir - dikurangi dengan meningkatnya jumlah perak - dan koin perak baru yang menggantikan mereka," para peneliti menulis di koran mereka.

"Rekor inti es resolusi tinggi menawarkan kronologi baru dan independen untuk produksi perak yang diperbarui di awal abad pertengahan barat."
Singkatnya, di tahun 600 an, ekonomi mulai pulih - dan hanya butuh seratus tahun atau lebih.

Jadi kerusakan bagi umat manusia modern bukan diakibatkan perang, dan wabah penyakit.

Tetapi akibat bencana terbesar diakibatkan letusan gunung berapi yang terjadi di abad ke 5.

Berita terkait
Virus tahan udara panas, tidak selalu. Berkumpul bersama keluarga besar lebih berbahaya. Lebih efektif membersihkan, jaga jarak dan paling efektif berada di rumah. Virus baru Covid 2019 baru teridentifikasi 31 Desember 2019. Mirip keluarga SARS. Jenis strain lain Covid-19 ada yang berbeda, dan beberapa strain paling berbahaya karena cepat mengambil alih sel sehat

Dunia penerbangan sekarang sudah sangat sibuk. Bila pilot atau pramugari meminta ponsel dimatikan total. Jet komersil capai kecepatan supersonik 1300km perjam 8 Feb 2020, tiba 1 jam lebih cepat. Ventilasi udara di pesawat dapat menghindari penyakit. Maskapai menempatkan camera keamanan untuk memonitor penumpang (Agustus 2019)



Virus, disini bukan berbicara virus computer. Tapi kesehatan dan penyakit terhadap manusia. Virus memiliki kemampuan melakukan replika tapi membutuhkan induk atau inang sel. Hal ini membedakan antara virus dan bakteri. Media menyebut virus kolera, apakah virus dan bakteri sama.

Messier 28 atau NGC 6626 adalah nama dari Globular Cluster. Ditemukan oleh Charles Messier tahun 1764, tetapi ketika ditemukan benda yang dilihat tersebut dianggap kumpulan debu dan gas. Dengan teknologi teleskop ruang angkasa bentuk dari benda tersebut menjadi jelas, dan disana adalah kelompok bintang besar.

China belum mengirim sampel virus H7N9 ke rekan rekan mereka di luar negeri. Membuat badan kesehatan khawatir bila suatu hari virus kembali menjadi epidemi di seluruh dunia. Pemerintah China tidak berkomentar dengan sampel tersebut. Kerugian China menghabiskan 6 miliar dollar. Apakah keputusan lebih baik, Indonesia pernah mengalami hal serupa

Diawali sakit Klesiella Pneumoniae. bakteri atau bug menyerang melalui infeksi saluran kemih. Bakteri tahan terhadap 14 obat antibiotik yang ada di rumah sakit. 3 bakteri di waspadai adalah Acinetobacter Baumannii, Carbapenem dan Carbapenem. Super Gonorrhea belum ada antibiotik. Obat 40 tahun Octapeptin kembali di pelajari

Sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah meteor diperkirakan menghantam bumi. Tabrakan meteor berukuran lebar 10km menghasilkan kekuatan ledakan 100 megaton atau setara 2500 bom atom. Bencana global terjadi, tapi dimana meteor tersebut jatuh. Apakah hanya satu meteor



Kamar kecil di mall, atau ruang publik biasanya menyediakan sabun untuk mencuci tangan. Apa benar disana lebih bersih, jangan jangan malah kuman berkumpul disana.

Penyakit hepatitis menjadi penyakit mematikan dari HIV, setidaknya jumlah korban yang mencapai 3-5 kali lebih banyak. Kabarnya ada obat ampuh untuk penyakit hepatitis C, disebut Sovaldi. Masalahnya harga obat ini sangat tidak wajar untuk saat ini




No popular articles found.
< /body>