Program Hazmat pengamatan bintang kurcaci merah apakah memberi kehidupan


Kategori : Science | Date : 20 October 2018
Bintang dengan ukuran paling umum di Bima Sakti, paling banyak bintang berukuran kecil.
Ukuran relatif lebih kecil dari bintang matahari.

Dari ukuran bintang katai merah, disusul terbanyak adalah bintang katai coklat yang lebih redup.
Jumlahnya mencapai 75% dari seluruh tipe ukuran bintang di Bima Sakti.

Disebut bintang katai merah atau Red Dwarf, lebih kecil dari ukuran matahari dan tidak terlalu panas.
Awalnya peneliti banyak yang mengira bintang lebih redup nyaman untuk kehidupan. Bintang katai merah lebih sedikit membakar gas hidrogen, dan lebih lambat mati.

Sebagai contoh matahari adalah bintang, memiliki cahaya kuning. Posisi bumi yang tepat tidak terlalu panas, tapi posisi planet Merkurius dan Venus membuat kedua planet menjadi sangat panas karena orbitnya lebih dekat ke bintang.

Di masa lalu, Kekuatan angin matahari juga menghapus atmofer di planet Merkurius dan Venus. Termasuk planet Mars. Hanya Bumi yang tersisa mampu mempertahankan atmofernya.

Bumi mampu bertahan karena memiliki medan magnit lebih kuat dan menangkis angin matahari, dan atmofer tetap ada untuk mencapai kehidupan mahluk hidup.

Bagaimana dengan bintang katai merah atau bintang dengan ukuran lebih kecil dari matahari.
Bintang dengan sinar merah memiliki cahaya lebih redup.

Tetapi peneliti menyebut bintang katai merah kadang tidak stabil di awal kehidupan.
Lebih sering mengeluarkan kilatan bintang bahkan mencapai tingkat superflare. Jauh lebih berbahaya dibanding bintang matahari kita.



Bila aktivitas bintang sering mengeluarkan kilatan, itu berita buruk bila ada planet mengorbit ke bintang.

Program Hazmat pengamatan bintang kurcaci merah apakah memberi kehidupan

2 astronom melakukan pengamatan dari data teleskop Hubble mengatakan
“Ketika saya menyadari banyaknya cahaya yang dipancarkan oleh superflare, saya duduk menatap layar komputer saya selama beberapa waktu hanya dengan berpikir, 'Whoa.'” - Parke Loyd, Arizona State University.

2 astronom tersebut menjadi bagian dari program Hazmat.
Program Habitable Zones and M dwarf Activity across Time, untuk meneliti dan mengamati bintang mengunakan teleskop Hubble, dan mengkhususnya untuk bintang berukuran kecil seperti katai merah.

Program Hazmat memiliki tugas utama untuk mengambil data dari bintang kurcaci merah dengan aktivitas flare dalam rentang 40 juta tahun.
Dimana bintang kurcaci merah masih sangat energiki dan kacau dibanding bintang yang berusia lebih tua.
Bintang katai merah lebih lama untuk mencapai kestabilan sampai bintang benar benar tenang dan tidak terlalu aktif.

Peneliti dari program Hazmat bertugas mempelajari radiasi ultraviolet dari sebuah bintang, dan melihat spektrum elektromagentik paling aktif.

Astronom menganggap superflare yang berasal dari bintang katai merah disebabkan oleh medan magnet bintang itu sendiri.

Beberapa bintang katai merah diketahui memiliki medan magnet yang jauh lebih kuat daripada bintang yang lebih besar, mungkin karena kurcaci merah berotasi lebih cepat daripada bintang yang lebih besar.

Ketika bintang berputar, medan magnetnya bisa terjerat. Jika belitan itu menjadi terlalu kuat, garis-garis medan magnet pecah dan kemudian menyambung kembali, menyebabkan lutaran suar besar energi ultraviolet, atau mengeluarkan kilatan superflare ke ruang angkasa.

Kapan bintang katai merah tidak stabil.
Dari usia bintang, bintang yang baru terbentuk atau usia muda. Sekitar 1 juta tahun pertama dari kehidupan mereka, di usia tersebut bintang benar benar sangat aktif dan berbahaya bagi mahluk hidup yang ada di  planet sekitar.

Memiliki aktivitas pembakaran lebih besar dari bintang yang usianya menengah atau bintang tua. Bahkan bintang muda dapat aktif mengeluarkan flare setiap hari.

Apa yang terjadi bila bintang sangat aktif mengeluarkan kilatan bintang.
Superflare bintang cukup kuat untuk mengores atmofer planet apapun, dimana orbit planet yang berada di zona layak huni.
Banyak dari planet memiliki orbit yang terkunci secara tidal (gaya tarik) oleh bintang mereka sendiri.
Bila ada kehidupan disana, hal tersebut sangat menantang walau membutuhkan waktu sebelum bintang stabil.

Sebagian planet yang mengorbit di bintang katai merah memiliki potensi untuk dihuni. Jadi hal penting untuk mempelajar interaksi antara planet dan bintang.

“Tujuan program HAZMAT adalah untuk memahami kelayakan planet-planet di sekitar bintang bermassa rendah,” jelas Shkolnik. "Bintang bermassa rendah ini sangat penting dalam memahami atmosfer planet." Radiasi ultraviolet dapat memodifikasi kimia di atmosfer planet, atau berpotensi menghilangkan atmosfer itu.

Tetapi sebelum planet mampu bertahan bila menghadapi sebuah bintang yang terlalu aktif.
Kekuatan angin bintang dapat menghapus atau menerbangkan atmofer planet. Walau tidak semua kerusakan akibat angin bintang membuat sebuah planet di masa mendatang menjadi suram atau tidak mungkin di tinggali lagi bagi mahluk hidup jenis apapun.



Apa yang dikhawatirkan ketika sebuah bintang dengan superflare lebih aktif.
Loyd tidak dapat memastikan. “Flare seperti yang kami amati memiliki kemampuan untuk menghapus atmosfer dari planet. Tetapi itu tidak selalu berarti malapetaka dan kesuraman untuk kehidupan planet disana. Mungkin ada kehidupan yang berbeda dari yang kita bayangkan. Atau mungkin ada proses lain yang bisa mengisi atmosfer planet ini atau atmofer masih bisa bertahan. Untuk sementara waktu dalam jutaan tahun, kondisi disana benar-benar menjadi lingkungan yang keras, tetapi saya akan ragu untuk menyebutnya lingkungan yang steril (menghapus isi planet). ”

Bila bintang katai merah sudah tenang, maka kehidupan dari planet yang mengorbit ke bintang dapat berlangsung sampai triliunan tahun kedepan. Dibanding kehidupan di sekitar bintang kuning hanya mencapai miliaran tahun kedepan.

Dan mahluk hidup memiliki kesempatan untuk berevolusi, jauh lebih lama dibanding mahluk hidup yang tinggal di bintang besar.
Masalahnya apakah kehidupan disana mampu bertahan di awal kehidupan. Siapa tahu, waktu akan menentukan.

Westerlund 2 adalah kelompok bintang yang kompak, saling berdekatan dan jumlahnya mencapai 3000 bintang. Rata rata bintang disana memiliki usia sangat muda, antara 1-2 juta tahun. Sebagian besar adalah bintang dengan cahaya sangat panas, paling terang. sampai paling ukurannya paling masif. WR20a menjadi bintang biner terbesar yang diketahui sampai 2007.

Di sekitar galaksi Bima Sakti terdapat Local Group galaksi atau Bima Sakti menjadi bagian grup tersebut. Tetapi kelompok galaksi di Local Group ternyata bergerak dan mendekati grup lain yang lebih besar. Disebut Great Attractor. Apakah keduanya akan bertabrakan.

Galaksi NGC 1277 memiliki ukuran 1/4 dari Bima Sakti. Yang lebih aneh lagi, inti galaksi di tengah terdapat sebuah lubang hitam supermasif.  Ini isi semuanya hanya lubang hitam, dan dapat menjadi objek penelitian dimana kelas baru tipe galaksi.



Bintang AS 209 terletak 410 tahun cahaya dari Bumi. Menjadi sebuah sistem tata surya baru yang baru lahir, diperkirakan baru berusia 1 juta tahun dalam skala kosmos. Setidaknya ada 2 protoplanet akan lahir disana.

Spektrograf adalah instrumen untuk memisahkan cahaya dengan berbagai panjang gelombang. ESO membawa teknologi instrumen yang disebut Espresso untuk berburu planet berbatu seukuran bumi. Membutuhkan 4 teleskop berkerja bersamaan

Sebuah bintang GJ9827 jaraknya 100 tahun cahaya terletak di konstelasi Pisces. Membuat bingung penelit, awalnya terditeksi seperti Super Earth atau seperti planet Bumi tapi ukurannya lebih besar. Tidak ada planet seperti ini di tata surya

Ilmuwan di Nasa melihat kemungkinan mengirim pesawat ruang angkasa ke antar bintang. Targetnya bintang Alpha Centauri, disana pesawat diharapkan dapat tiba dan mengambil data. Dibutuhkan pesawat ruang angkasa, setidaknya dengan 10% dari kecepatan cahaya



Sebuah tata surya dengan jarak 11 tahun cahaya dari Bumi kembali ditemukan, disana terdapat planet. Planet Ross 128b berada di posisi yang tepat atau dikenal Goldilock. Planet ke 2 paling dekat ke Bumi setelah planet yang ada di Proxima

Peneliti mengatakan ada hubungan antara magnetik bintang dengan sinar X yang dipancarkan. Ketika bintang berusia muda, mereka masih aktif secara magnetis, dan membuat putaran bintang lebih cepat. Seiring jalan, bintang mulai kehilangan energi rotasi.


No popular articles found.