Pesawat Allegiant Air terbang di atas badai katanya mulus atau menghemat bahan bakar


Kategori : Stuff | Date : 17 September 2018
Tahun 2017, pesawat Delta AIr menjadi berita utama di media internasional.

Penerbangan yang sudah direncanakan dari San Juan Puerto Riko, tapi pesawat melintas diatas badai Irma.

September 2018, sebuah pesawat Allegiant Air juga terbang diatas badai Florence.

Berita dari Allegiant Air mengatakan pesawat melintas di daerah yang aman dimana topan Florence berada dibawah pesawat.

Penerbangan 2237  membuat awak pesawat tidak hanya melihat badai dari ketinggian 22.000 -25.000 kaki.

Tapi mengatakan juga, terbang diatas badai tidak berbeda dan halus seperti penerbangan biasa. Pesawat tidak terkendala guncangan seperti turbulensi.
Pilot Allegiant Air melayani rute tersebut hampir setiap hari, dan pada tanggal 14 September 2018 harus melintas di wilayah badai Florence

Mungkin perusahaan Allegiant Air ingin mendapat pujian yang sama. Dan mencoba terbang tepat diatas badai ekstrem.
Atau ada alasan lain, pilot memilih terbang diatas badai entah atas perintah perusahaan atau inisiatif sendiri. Tujuannya lebih hemat bahan bakar dan mendapatkan dorongan dari badai.

Tanpa alasan apapun, maskapai ultra murah tersebut memutuskan untuk terbang diatas badai. Sementara pesawat lain lebih memilih terbang di sisi badai

Menurut data penerbangan, pesawat Allegiant Air yang digunakan adalah pesawat tua tipe McDonnel douglass MD-80 dan sudah berusia 29 tahun. Terdaftar dengan nomor N415NV.
Pesawat terbang diatas ketinggian 34.000 kaki, dengan kecepatan 580 mil perjam.


Tidak sampai disana, pesawat dapat tiba di tujuan 30 menit lebih cepat. Walau berangkat 12 menit lebih  lambat dari jadwal.

Pilot veteran Ben Blair menjelaskan perbedaan pesawat komersil dengan pesawat pemburu badai. Pesawat pemburu badai hanya terbang dengan kecepatan 200 mil perjam. Jika terlalu cepat melwati turbulensi besar semacam ini, dapat menekuk pesawat.

Tentu pesawat khusus untuk mengejar badai berbeda. Pesawat harus terbang hanya 10.000 kaki atau sekitar 3km diatas badai. Jauh lebih rendah dibanding pesawat Allegiant Air yang berada setidaknya 22 ribu kaki atau 6km diatas badai.

Informasi dari badan cuaca nasional mengatakan awan Cirrus menjadi berbahaya untuk penerbangan. Karena dapat mencapai ketinggian 40.000 sampai 45 ribu kaki ketika pesawat melintas diatas badai.
Mungkin saja Allegiant Air hanya mengitari dinding bagian luar dan terbang dengan aman. Masalahnya bila terjadi sesuatu, pesawat akan mendarat di landasan terdekat. Sementara landasan dibawah akan terkenda badai. Membuat opsi pengalihan pendaratan darurat tidak dapat dilakukan. Mungkin hari ini beruntung, tapi esok siapa tahu.


Pesawat Allegiant Air terbang di atas badai katanya mulus atau menghemat bahan bakar

Lintasan rute pesawat  dapat dilihat di Flightaware, penerbangan hari Jumat 14 September 2018

Maskapai Emirates Quantas Qatar Airways memiliki rute penerbangan nonstop 14000km. Rute dari Dubai dan Doha ke Auckland Selandia baru, Perth Australia ke London Inggris. Pesawat dengan nomor UAE448 mengunakan Airbus A380, Quantas Dreamliner 787 Maret 2018 dan Qatar Boeing 777 jarak 14.539km. Singapore Airlines 15.000km Singapura ke Amerika Nonstop 19 jam perdana 11 Oktober 2018 hanya 17 jam 25 menit

Video dramatis ini memperlihatkan tur safari di Afrika Selatan. Pemandu hutan ini cukup berterika dan mengangkat tangan untuk menghentikan si gajah. Dan gajah berhenti diam lalu mundur.

Maskapai Nordic Finnair memiliki pesawat dengan nomor unik AY 666 kemarin terbang ke HEL. Bila tertulis akan terlihat nomor pesawat 666 to HEL. Bahkan terbang pada tanggal 13 hari Jumat jam 13.



Dalam penerbangan jarak jauh, penumpang diberikan makanan. Bagaimana bila penumpang ingin ke kamar kecil, bahkan pop di dalam pesawat. Kemana sampah di pesawat dibuang. Pesawat modern mengunakan teknologi pakum, untuk menganti sistem cairain biru.

Singapore Airlines akan kembali memegang rute pesawat terjauh. Terbang nonstop selama 19 jam dengan pesawat Airbus A350 900ULR. Sebelumnya Singapore Airlines memegang rute terjauh, tapi ditutup karena kurang menguntungkan. Digantikan rute kedua terjadu dari Quantas dengan rute Australia ke Amerika.

Emirates Air menjadi rute penerbangan komersil terjauh saat ini. Terbang nonstop dari Dubai UAE ke Panama City Panama nonstop. Mencapai jarak 13,821 km dari tempat take off dan landing.

Di pesawat komersial, setiap jendela akan terlihat satu titik lubang kecil.  Mungkin kita bertanya untuk apa lubang kecil di jendela pesawat. Fungsi lubang kecil tersebut untuk menyamai tekanan udara antara urang kabin dan jendela atau bagian panel luar dari kabin pesawat.


No popular articles found.