Airport konstruksi landasan dan batas pesawat untuk terbang


Kategori : Technology | Date : 9 September 2018
Pesawat udara mengangkut miliar penumpang setiap tahun, berangkat dan tiba di setiap airport seluruh dunia.

Landasan pesawat harus dibuat sesuai ukuran pesawat yang akan mendarat.

Tetapi konstruksi landasan tidak lepas dari kontur, ketinggian landasan, dan arah angin.

Bandar udara setidaknya memiliki satu landasan. Beberapa airport paling sibuk harus dibangun dengan 2 landasan terpisah.

Sebagian besar dua landasan atau lebih dibangun sejajar. Airport lain membuat landasan berlawanan arah, karena menghitung arah angin atau lahan yang tidak cukup.

Beberapa faktor disain landasan pesawat atau airport berbeda beda di daerah yang dibangun.

Kondisi alam menentukan disain ke arah mana landasan harus dibangun.

Mungkin kita pernah bertanya. Mengapa bandar udara Soekarno Hatta memiliki landasan paralel begitu jauh. Mengapa landasan baru tidak dibangun disamping landasan lama saja, agar tidak memerlukan lahan terlalu banyak.

Bila landasan pesawat udara disatukan, tentu lebih memudahkan penumpang yang ingin transit. Penumpang yang datang darai luar negeri akan berada di satu gedung untuk melanjutkan penerbangan di dalam negeri.

Disini beberapa jawaban dari pertanyaan, mengapa membangun landasan pesawat memerlukan disain berbeda. Khususnya faktor keamanan bagi pesawat udara.



Arah angin ikut menentukan disain landasan.
Pesawat umumnya lebih mudah lepas landas ketika angin berhembus dari depan pesawat.
Memberikan daya angkat lebih besar ketika pesawat mulai lepas landas
Arah angin dari depan juga membantu mengurangi kecepatan pesawat ketika mendarat.

Untuk itulah landasan dibuat sesuai disain arah angin terbaik. Tapi kondisi alam dapat berbeda beda.

Di beberapa kota kadang sebuah landasan mendapatkan angin sangat kencang. Membuat pesawat jet komersil harus menghindar mendarat dalam cuaca ekstrem.

Disain landasan mengikuti arah angin terbaik

Crosswind
Dibeberapa airport, angin di landasan dapat berubah, kadang arah angin dapat muncul dari samping (Crosswind) landasan dan terjadi pada musim tertentu.
Pesawat udara mampu mendarat dalam kondisi Crosswind (angin menyilang), tapi memiliki batas seberapa kuat kecepatan angin Crosswind tersebut.

Boeing 737-300 dapat mendarat dengan aman ketika pesawat mendapatkan arus angin di sisi samping pesawat.

Maksimum angin dari samping mencapai toleransi sampai kecepatan 60km perjam atau kurang.
Agar pesawat berbadan besar dapat mengimbangi arah pesawat tetap searah ke landasan sementara mendapat arus angin dari samping.
Mungkin anda pernah melihat pesawat harus mendarat dalam posisi 30 derajat bahkan lebih dari garis landasan.
Dorongan angin memaksa pesawat turun dengan posisi sedikit miring. Walau setelah touch-down atau roda pesawat mulai mendekati landasan. Badan pesawat akan diluruskan kembali sesuai garis landasan.

Bila pesawat menerima kabar dari menara pengawas, adanya arus angin lebih besar.
Sementara pesawat masih berada di atas landasan, sangat beresiko bila arah hidung pesawat tidak lurus sejajar dengan landasan.

Maka pilot pesawat harus memutuskan apakah akan mendarat ke landasan yang dituju, atau mendarat di airport terdekat lain yang lebih aman.

Awal September 2018, pesawat Air France mencoba mendarat di landasan airport Birmingham Inggris dalam kondisi angin menyilang.
Tapi kecepatan angin mencapai 70km perjam. Awal hendak mendarat, pilot telah berhasil meluruskan badan pesawat ke landasan.
Walau roda pesawat sudah sangat dekat dengan landasan.
Arus angin yang kuat membuat pesawat kembali bergeser miring sampai lebih dari 30 derajat lebih. Pilot akhirnya memutuskan batal mendarat..

Pesawat landing Crosswind Birmingham Airport September 2018

Tailwind.
Pesawat juga memiliki batas untuk mendarat bila kondisi angin dari belakang terlalu kuat.
Kecepatan angin antara 18-25km perjam dari belakang pesawat menuju landasan masih diijinkan untuk pesawat turun.

Bila arus angin dari arah belakang pesawat terlalu kuat. Kecepatan angin dari belakang dapat mendorong pesawat lebih cepat turun ke arah depan dan menyulitkan sistem pengereman untuk menghentikan laju pesawat.



Batas pesawat mendarat ketika Crosswind dan Tailwind


Arah pesawat tidak boleh menganggu pemukiman.
Di awal konstruksi, airport dibangun cukup jauh dari perkotaan. Perlahan perkembangan kota, membuat airport akhirnya terkurung di dalam kota atau di sekitar daerah urban.
.
Beberapa airport dibangun lebih dahulu, sampai sebuah kota tumbuh. Kebisingan suara mesin pesawat dapat menganggu penduduk di sekitar airport.

Hal ini terjadi pada airport di pulau Hong Kong dahulu disebut Kai Tak. Setelah pertumbuhan kota Hong Kong membuat luas bandara menjadi sangat dekat dengan pemukiman padat dan tidak dapat diperluas lagi.
Permintaan airport Kai Tak, setiap maskapai penerbangan untuk tujuan pendaratan di Hongkong. Hanya mengijinkan pilot yang ahli, setidaknya sudah mengetahui kesulitan pendaratan di airport Kai Tak.

Ketika Kai Tak masih digunakan, pesawat harus melintas tepat di atas pemukiman rumah bertingkat, dan untuk mendaratkan pesawat juga harus berbelok turun. Kondisi alam juga tantangan bagi pilot bila Hong Kong sedang di landa badai. Bandara tersebut dibangun tahun 1925 dan ditutup tahun 1998.
Bandar udara baru Chek Lap Kok dibangun tapi dipindah lebih jauh dari kota.

Salah satu airport paling berbahaya Kai Tak Hong Kong


Airport Kemayoran Jakarta juga memiliki lahan terbatas. Walau masih berada di dekat pantai atau wilayah Ancol.
Berdiri tahun 1940 dan ditutup 1985.
Dibangun hampir ke arah pusat kota.

Airport baru kembali dibangun wilayah selatan Jakarta yaitu di Halim Perdana Kusuma Airport, yang awalnya untuk pangkalan udara.
Layanan domestik tetap di Kemayoran, sedangkan penerbangan luar negeri ditangani Halim Perdana Kusuma Airport.
Dengan bantuan USAID bersama pemerintah Indonesia sudah merencanakan sejak era 70an, pembangunan airport akhirnya dipilih di wilayah Tanggerang.
Landasan di Kemayoran tetap ada, bila anda pergi kesana struktur landasan masih terlihat. Dan sewaktu-waktu dibutuhkan akan dibuka kembali untuk pendaratan pesawat.

Airport baru dibangun dan dipindahkan kembali ke tempat baru Soekarno Hatta Internasional Airport dan dibuka tahun 1985.
Bertepatan dengan penutupan Kemayoran Airport. Soekarno Hatta langsung dibangun dengan 2 landasan terpisah (dari rencana 3 landasan) pada tahun 1980 dan baru selesai tahun 1984.
Sejak tahun 2017, Walau bandar udara Soekarno Hatta sudah memiliki dual landasan. Kapasitasnya hampir mendekati maksimum.
Dan sebagian pendaratan pesawat lokal masih dialihkan ke Halim Perdana Kusuma.

Airport melakukan kebijaksaaan menangani pesawat take-off dan landing.
Bila kita lihat, pesawat dapat mendarat dari arah berbeda setiap hari. Ada yang menyebut sebagai rotasi.
Soekarno Hatta Airport umumnya pesawat mendarat dan terbang dari arah timur ke barat. Pada hari tertentu dibalik dari barat ke timur.
Airport lain juga harus mengikuti peraturan kota.

Aiport Heathrow misalnya memiliki 2 landasan sejajar. Hanya mengijinkan pesawat mendarat dari arah kota untuk menuju landasan dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore
Seperti pada gambar pendaratan mengunakan satu landasan dari sisi kiri airport. Atau pesawat terbang mendarat dari landasan arah utara.
Setelah jam 3 sore, 2 landasan dibalik mendarat dari sisi kanan atau mendarat dari landasan sisi selatan

Kebisingan mesin pesawat dengan rumah penduduk

Lebar landasan pesawat paralel di Airport
Rancangan landasan ganda untuk pesawat secara umum dibuat minimum dengan lebar 700 meter, bila airport dibangun dengan 2 landasan sejajar.

Tetapi ada aturan tambahan, bila 2 landasan memiliki kurang dari jarak minimum. FAA hanya mengijinkan pesawat mendarat bergantian atau bersamaan pada landasan dengan jarak tertentu.

Bila lebar antar landasan terlalu dekat. Maka pesawat pertama di depan akan mendarat lebih dahulu di landasan pertama, dan pesawat di belakang menunggu pesawat di depannya mendarat dan menyusul untuk mendarat di landasan sebelahnya. Disusul pesawat ke 3 mendarat di landasan pertama.

Faktor keamanan tidak mengijinkan 2 pesawat mendarat bersamaan di 2 landasan sejajar bila jarak antara landasan kurang dari 1,3km

Kesibukan bandara menangani pesawat turun ke landasan, jumlahnya terus meningkat di airport internasional.
Tetapi aturan keamanan FAA merekomendasikan batas jarak antar landasan pesawat harus 1300 meter atau lebih.
Bila pihak bandar udara ingin 2 landasan dipakai oleh 2 pesawat yang mendarat bersamaan. Pembangunan landasan paralel baru harus terpisah dengan jarak tersebut 1300 meter atau llebih.

Dengan 2 landasan dan lebar antar landasan tidak kurang dari 1300 meter mungkin tidak dapat menangani pendaratan secara optimal dan tepat waktu.
Khususnya pada jam tertentu ketika pagi hari, dapat menjadi puncak kedatangan pesawat mendarat di sebuah airport tersibuk.

Disain airport antara jarak satu landasan ke landasan dapat mencapai lebar maksimum 2700 meter.
Tujuannya agar tidak menganggu 2 pesawat yang akan mendarat nantinya.



Teknik ini memaksimalkan sebuah airport menanganti lebih banyak pesawat pada jam sibuk.
Termasuk kemampuan landasan menangani pesawat take-off dan landing, dan kedua pesawat dapat aman.

Bila melihat sebuah airport lama dan dibangun dengan landasan baru. Maka jarak 2 landasan paling tepi dapat mencapai jarak 2,7km.
Sementara landasan lama dibiarkan ada, atau tidak digunakan lagi atau hanya untuk pendaratan dan take off pesawat lebih kecil.

lebar 2 landasan dalam satu airport


Tidak semua bandara memiliki bentuk yang sama.
Sebuah bandara dengan 1 landasan, pesawat take-off dan landing bergantian.
Bandara sibuk memiliki 2 landasan, untuk take off dan landing bersamaan di kedua sisi. Umumnya dibuat tetap sejajar.

Kadang beberapa lokasi sebuah airport tidak memiliki lahan, atau faktor lain maka landasan dapat dibuat seperti memanjangkan atau dilebarkan untuk menambah landasan baru.
Karena terbatasnya lahan, kadang landasan ke 3 dibangun terpisah dari landasan pertama dan kedua.

Panjang landasan
Panjang landasan juga menentukan ijin dari bobot pesawat yang akan mendarat.

Panjang landasan 1,8km hanya dijinkan untuk pesawat dengan beban 99 ton.
Panjang landasan mencapai 2,4km untuk pesawat berbadan besar
Landasan lebih panjang juga dibuat bila airport berada di ketinggian tertentu seperti wilayah pegunungan.

Semakin tinggi tempat landasan, maka landasan harus dibuat lebih panjang. Alasannya, atmofer bumi berdampak dengan daya angkat pesawat.
Semakin tinggi dari permukaan laut, maka udara semakin tipis dan membuat daya angkat pesawat berkurang.
Di beberapa tempat dengan suhu panas, juga dibuat landasan lebih panjang. Karena udara akan memuai dan merenggang.
Berdampak dengan daya angkat pesawat ketika terbang.

Landasan paling panjang ada ada di 2 negara, China dan Rusia.
Sebuah landasan sepanjang 5,5km dan landasan terpanjang tersebut berada di Qamdo Bamda Airport China, karena posisi airport berada di ketinggian 4334 meter dari permukaan laut dan menjadi airport tertinggi di dunia untuk pesawat jet.
Bila dibayangkan, posisinya lebih tinggi dari gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3700m.

Pesawat take-off
Rata rata pesawat jet harus melaju sampai 240-285 km perjam.
Pesawat terbesar Airbus A380 dapat take off setelah mencapai kecepatan 240km perjam.
Cukup untuk terbang dengan panjang landasan 2km, tapi landing membutuhkan panjang landasan 2,9km
Pesawat Boeing 747-8 membutuhkan panjang landasan sampai 3km.

Panjang landasan terdapat tanda atau marka landasan
Dimana pilot harus menentukan untuk terbang atau membatalkan penerbangan.

Vs batas minimum kecepatan yang sudah dicapai.
Vmc minimum kontrol speed
V1 batas pesawat di landasan untuk pilot memutuskan terbang atau membatalkan bila terjadi sesuatu hal. Dan pesawat masih dapat menghentikan / pengereman sebelum sampai di ujung landasan.

Vr batas minimum pesawat diijinkan mulai menaikan hidung pesawat.
Vmu batas pesawat harus siap terangkat
Vlof batas roda pesawat sudah harus diatas landasan.
V2 roda pesawat sudah harus berada 10 meter di atas landasan.

Jarak pesawat akan takeoff di landasan

Bandara Soekarno Hatta. Sangat terlihat adanya garis tepat di tengah landasan.
Dari batas garis tersebut sebagai batas untuk pesawat siap terbang.
Posisi pesawat bersiap menaikan hidung pesawat, dan bila sebuah pesawat telah garis tersebut artinya pesawat dipastikan terbang ke udara.
Urutan ke 4 bandara tersibuk dengan 83 juta penumpang di tahun 2017

Panjang landasan bandar udara Soekarno Hatta mencapai 3,6km dari awal garis Touch Down sampai marka terakhir di ujung landasan.
Dan lebar dari 2 landasan mencapai 2,4km

 Arti garis di tengah landasan pesawawt udara

Dibawah ini terlihat di bandar udara Soekarno Hatta.

Pesawat mendarat sejajar di dua landasan dalam waktu bersamaan.

Pesawat mendarat bersamaan di Soekarno Hatta International Airport

Changi airport
Memiliki panjang landasan 2 landasan dengan panjang 4km dan 3,5km. Dengan lahan sangat sempit, lebar antara 2 landasan di Change dibuat dengan jarak minimum 1,7km. Changi Airport digunakan untuk pendaratan pesawat terbesar Airbus A380 yang dimiliki oleh Singapore Airlines. Setidaknya 24 pesawat jenis tersebut parkir di Changi.
Kebutuhan pesawat Airbus A380 membutuhkan panjang landasan 2,7km untuk mendarat. Walau take off hanya membutuhkan panjang landasan 1,8km.
Perluasan bandara menambah 1 landasan baru, tahun 2018 masih tahap konstruksi.

Beijing airport
Total 3 landasan. Memiliki 2 landasan paralel dengan panjang 3km, dan satu landasan 3,1km, dan lebar antar landasan dibuat minimum 1,56km, dan satu landasan disebelahnya  dengan jarak 1,89km.
Bandar Udara tersibuk nomor 2 di dunia, nomor 1 di Asia
Ketiga landasan digunakan untuk take-off dan landing.

Pesawat 
mendarat bersamaan di Beijing International Airport

Haneda airport Tokyo.
Memiliki 4 landasan.
Landasan 1 dengan panjang 2,4km, dengan landasan cross landing utama 3km. Disisi sebelahnya landasan paralel 1.7km. Dan landasan cross lain dari pulau buatan sepanjang 2,5km.
Urutan ke 17 bandara tersibuk dengan 63 juta penumpang di tahun 2017

Narita airport Tokyo
2 landasan dengan panjang 4km dan 2km. Landasan tidak sejajar, landasan lebih pendek memiliki posisi lebih jauh dan terpisah 2,37km.
Kedua landasan mengangi pesawat landing dan take off bergantian.
Dan kedua landasan dapat di darati oleh 2 pesawat bersamaan.

Narita International Airport 
dengan 2 landasan berdekatan

Hong Kong International Airport
Memiliki 2 landasan paralel dengan panjang 3,6 dan 3.3 km, terpisah dengan jarak 1,6km.
Melakukan pendaratan pesawat di satu landasan, dan take off pesawat di landasan lain.
Tahun 2017 menjadi bandara tersibuk nomor 8, dengan 72 juta penumpang.

Hong Kong International Airport 
dengan 2 landasan berdekatan

Shanghai Pudong international airport
Memiliki 5 landasan dengan 2 + 2 + 1 landasan.
3 km, 3,9km, 3,6km, 3,6km dan 3,3km.
Bandara tersibuk nomor 9 setelah Hong Kong, dengan 72 juta penumpang tahun 2017

Dubai Airport AUE
Memiliki 2 landasan sepanjang 2,7km. Tetapi landasan sejajar hanya berjarak 500 meter.
Disana menjadi gudangnya 100 lebih pesawat terbesar tipe Airbus 380 milik Emirates Airlines
Pesawat landing dan take off bergantian diantara 2 landasan.
Masuk daftar bandar udara tersibuk nomor 3 dengan 88 juta penumpang di tahun 2017

Dubai Airport dengan 2 landasan berdekatan maka pesawat landing dan take off bergantian

Abu Dhabi Airport UAE
Sebagai pusat maskapai Etihad Airways, serta hub untuk cargo Singapore Airlines.
Memiliki 2 landasan dengan panjang 4km dan 4,2km, landasan sejajar terrpisah dengan jarak 2km.
Landasan dibuat lebih panjang karena banyak pesawat angkut yang mendarat memiliki bobot lebih berat.

Bandara paling banyak memiliki landasan sejauh ini adalah Chicago Ohare tidak hanya 2 atau 3 landasan tapi 8 landasan.
Kedua Dallas Ft. Worth airport dengan 7 landasan pesawat

Urutan ke 6 bandara tersibuk dengan 79 juta penumpang.
Los Angeles urutan ke 5 dengan 85 juta penumpang.

Airport paling banyak memiliki landasan pesawat

Bila anda ingin merasakan kecepatan 250km perjam, dan pernah naik pesawat.
Sebenarnya anda sudah merasakan kecepatan tersebut. Karena rata rata roda pesawat sudah mulai naik dari landasan kecepatan diatas 200km perjam.

Setiap pesawat komersil memiliki sistem GPS. Dan dapat ditelusuri arah pesawat terbang dari layanan Flightradar24

Dunia penerbangan sekarang sudah sangat sibuk. Bila pilot atau pramugari meminta ponsel dimatikan total. Jet komersil dapat mencapai kecepatan supersonik tapi terjadi dengan dorongan angin. Ventilasi udara di pesawat dapat menghindari penyakit.

Satelit cuaca GOES-16 dan GOES-17 mampu mengambil gambar setiap 30 detik. 2 satelit cuaca memantau secara realtime petir di permukaan Bumi, meningkatkan peringatan dini dengan badai dan tornado dan kondisi cuaca lainnya.

Mengapa pesawat jet tidak mampu terbang ke ruang angkasa. Walau mampu terbang di ketinggian 15km dari permukaan laut, tapi tidak pernah mencapai batas atmosfer. Oksigen atau udara sudah tidak tersedia di batas ruang angkasa. Hanya mesin roket yang mampu membawat pesawat lebih tinggi.



Yang ini bukan komunikasi biasa seperti komunikasi satelit dan pesawat, tapi untuk komunikasi pesawat ruang angkasa. DSN atau Deep Space Network adalah sistem antena yang berada di 3 negara. Sekarang dipasangkan VPN untuk perlindungan peretas. Biaya terlalu besar bila diganggu.

Melihat sayap pesawat modern agak melengkung. Apakah sayap pesawat akan rusak dan patah bila mendapat tekanan sangat besar. Airbus A350-1000 terbang perdana, mulai masuk armada perusahaan penerbangan tahun depan

Dari ketinggian 34 ribu km, disana terdapat satelit cuaca Himawari-8. Mengambil gambar untuk peringatan cuaca, seperti topan yang berada di Asia dengan resolusi tinggi 5500x5500 pixel. Keunggulan satelit Himawari dapat mengambil foto setiap 10 menit, atau rata rata sehari mengirim gambar cuaca 144 gambar

Sebuah pesawat Boeing 777 dengan beban 250 ton turun dengan keras di landasan. Ban pesawat menahan semua beban ke landasan, tapi tidak meledak. Mengapa ban mampu menopang begitu besar, apakah ban pesawat beda dengan ban mobil biasa. Tentu saja.



Khusus untuk perusahaan penerbangan dengan armada pesawat sangat besar. Walau pramugari dianggap sebagai pekerjaan glamor, kebanyakan dari mereka baru mengenal. Beberapa istilah di awak kabin juga berbeda.

Mungkin kita bertanya mengapa bandara diberi nama dengan 3 huruf. Awalnya bukan 3 tapi 2 huruf. Nama bandara diatur oleh IATA sebagai badan regulasi perbangan internasional. Seperti CKG adalah nomor bandara Cengkareng, walau nama bandara aslinya adalah Soekarno Hatta.

Telepon satelit memiliki jangkauan yang tidak bisa dipenuhi oleh telepon biasa. Setidaknya ada 2 tipe jaringan telepon satelit. Dari sistem satelit orbit rendah, dan sistem GeoSnyc posisi satelit. Bentuk telepon satelit saat sudah diperkecil, yang mahal untuk koneksi internet atau menghubungkan ke opeator lain.

Dari video BBC menceritakan bagaimana cara kerja reaktor nuklir. Seperti memanaskan ketel air dan mengerakan turbin. Pembangkit listrik reaktor nuklir mengunakan teknik yang sama, tetapi pemanas mengunakan reaksi dari plutonium.

Pembangkit nuklir dengan bahan bakar thorium menjadi solusi pembangkit yang aman dan murah. Bahan thorium lebih banyak dibanding uranium, biaya perawatan murah. Skala kecil dengan biaya 1000 dollar menyalakan 10 rumah seumur hidup

Amerika tahun lalu memiliki jadwal 9,8 juta penerbangan. Dibanding pesawat jaman dulu yang mengunakan kontrol manual. Teknologi pesawat saat ini mengunakan teknologi digital. Pilot hanya perlu mengawasi instrumen  ketika auto pilot diaktifkan.



Bicara airport, sekarang sudah 10 layanan gratis tersedia. Walau hanya di beberapa airport menyediakan bioskop, tempat tidur kecil sampai perpustakaan. Ketiga layanan tersebut paling diminati.


No popular articles found.