Sinyal FRB 190523 bersumber dari 8 miliar tahun lalu dan peneliti menangkap suara dari ruang angkasa


Science | 6 July 2019

FRB adalah sinyal radio dari ruang angkasa.

Sumber dapat berasal dari tabrakan lubang hitam, bintang neutron dan hal lainnya.

Tetapi yang dicari oleh peneliti seperti sinyal dari masa lampau.

Astronom sering mendeteksi ledakan radio cepat (singkat) yang misterius dan kuat lainnya dan menghantam Bumi dari sumber tak dikenal. Dipastikan bersumber dari di luar angkasa seperti galaksi lain.

Ledakan radio cepat ini tertangkap oleh teleskop radio dengan gelombang (frekuenso) sangat rendah, rentang frekuensi 580 megahertz - hampir 200 MHz lebih rendah daripada semburan radio cepat / FRB lainnya yang pernah dapatkan sebelumnya. Umumnya sinyal FRB terditeksi pada sinyal frekuensi 700Mhz.

Peneliti telah menangkap puluhan sinyal dari ruang angkasa yang terdokumentasi.

Dibawah ini sinyal radio yang tertangkap berdasarkan karateristik atau sinyal dari sumber pancaran.

Click gambar untuk memperbesar rentang frekuensi radio sampai gelombang nuklir

Rrentang sinyal frekuensi radio dari ruang angkasa dalam Mhz

Di tahun 2019 telah dilaporkan sinyal FRB tertangkap 13 ledakan suara, dan 7 diantaranya pada rentang 400Mhz dan tertangkap oleh perangkat Chime.
Peneliti mengatakan setiap hari ada 2000-10000 FRB terjadi dilangit.



Jika Anda belum pernah mendengar semburan radio cepat (FRB), gelombang frekuensi radio tersebut dapat berasal dari beberapa peristiwa yang paling eksplosif dan misterius di alam semesta.

Sinyal tersebut hanya dapat dihasilkan oleh energi setara kekuatan sebesar 500 juta matahari dan dapat terjadi hanya dalam waktu milidetik, bahkan dapat tertangkap satu kali dalam detik. Masalahnya peneliti tidak tahu apa penyebabnya.

Mungkin sinyal dihasilkan dari kekuatan magnit sangat tinggi seperti tabrakan 2 bintang magnestar, bergabungnya 2 benda yang sangat padat seperti 2 lubang hitam, atau runtuhnya sebuah bintang dan lainnya.

Salah satu sinyal yang terdeteksi dapat terjadi berulang tertangkap antena teleskop radio, sinyal diterirma dari beberapa FRB berada di lokasi yang sama. Sedangkan sinyal radio lain hanya tertangkap 1 kali bahkan dalam hitungan mili detik saja.

Sehingga peneliti mengetahui dari mana asal sumber sinyal frekuensi tersebut. Beberapa dapat diketahui asal sumber sinyal, yang lain tidak.

Sinyal radio seperti seseorang membunyikan bel dan berdenting Ting 1 kali, lalu menghilang.

Karena sebagian besar sinyal kadang datang hanya sekali setelah terdeteksi lalu tidak muncul kembali. Sehingga memberi informasi sangat sedikit darimana asal sumber frekuensi tersebut dipancarkan.

2019 Juli FRB 190523
Sinyal dari FRB 190523 yang berhasil ditangkap ini hanya sekali pada 2 Juli 2019. Dan pelacakan menujukan sumber sinyal berasal dari 8 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.
Sinyal tertangkap oleh  Observatorium Radio Owens Valley - OVRO milik CalTech di dekat Bishop, California

2019 Juni 2019 9 FRB
Dan hanya berbeda 1 minggu dari tim Australia, mengunakan antena Australian Square Kilometer Array Pathfinder. Dan sinyal tersebut diperkirakan berasal dari 4 miliar tahun cahaya.
Observasi dari Rusia juga melaporkan menangkap sinyal FRB termasuk dengan sinyal FRB yang berulang. Tim Rusia menangkap sinyal ke 3.
FRB 121029, FRB 131030, FRB 140212, FRB 141216, FRB 151125.1, FRB 151125.2, FRB 160206, FRB 161202, FRB 180321
Sepertiga sinyal tersebut berasal dari galaksi Andromeda dan galaksi Triangulum M33. Mengambil data tahun 2012 sampai 2018.
Dan satu sinyal yang berulang  FRB 151125 atau pernah terditeksi tahun 2015.

Sampai tahun 2019, teknologi astronomi belum mampu menentukan keberadaan sumber sinyal FRB.
Setidaknya astronom memiliki peluang sumber yang menghasilkan sinyal radio dari ruang angkasa.
Apakah sinyal tersebut akibat ulah alien. Bila ya, tentu saja alien tersebut sudah sangat maju. Walau mereka masuk kategori alien kuno.



2019 Januari FRB 180814.J0422+73
Peneliti menangkap sinyal FRB yang dinamai FRB 180814.J0422+73 dari 13 ledakan yang menghasilkan frekuensi, dalam periode 3 minggu.
Tertangkap pada musim panas 2018, dan diumumkan ke media Januari 2019.
Bersumber dari lokasi yang sama

Diperkirakan sinyal tersebut bersumber dari kondisi ekstrem atau tidak biasanya, atau mungkin saja misteri sebuah teknologi dari peradapan lan.

Peneliti menangkap sinyal dari peralatan  Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment / CHIME di British Columbia.
13 sinyal dengan 7 diantaranya pada rentang frekuensi 400Mhz.
Kekuatan sinyal setara energi yang dihasilan matahari selama 12 bulan. Dan berasal dari sebuah galaksi yang jauhnya 1,5 miliar tahun cahaya.


2018 Juli

Menurut sebuah laporan di Telegram The Astronomer, pada pagi hari 25 Juli 2018, dari berbagai teleskop radio di British Columbia, Kanada, mendeteksi FRB yang sangat aneh. Sinyal tertangkap oleh teleskop radio CHIME

Semburan radio cepat diberi nama FRB 180725A.

Bagian yang paling menarik bahwa sinyal intens ditransmisikan dalam frekuensi radio rendah 580 megahertz - menjadi sinyal pertama FRB di bawah 700 MHz.

Informasi dari Telegram Astronomer adalah papan pengumuman yang dipasang oleh peneliti terakreditasi - jadi sementara ini adalah deteksi asli yang dapat dipercayai, penting untuk dicatat bahwa mereka belum mengkaji dengan rekan dan tim independen bahwa sinyal memang sudah dipastikan sinyal berasal dari luar angkasa.

Kedengarannya seperti hal yang konyol untuk dikatakan, tetapi jangan lupa ada kejadian lucu ketika teleskop radio yang sangat sensitif menditeksi sebuah frekuensi 1998.

Para peneliti berpikir mereka telah menemukan jenis sinyal radio baru yang berasal dari luar angkasa
17 tahun kemudian diketahui sinyal itu berasal dari oven microwave di fasilitas penelitian.

Sejauh ini, semua tanda menunjukkan ini adalah deteksi FRB yang baru baru ini sangat menarik.

"Kejadian-kejadian ini terjadi baik siang maupun malam, tetapi waktu kedatangan mereka tidak berhubungan dengan aktivitas di tempat sumber yang tidak diketahui," Patrick Boyle, seorang manajer proyek untuk Percobaan Pemetaan Intensitas Hidrogen Kanada (CHIME), kutipan Telegram Astronomer.

Jadi, apa yang para ilmuwan pikir sinyal aneh ini bisa?

Sinyal FRB 180725A peneliti menangkap suara dari ruang angkasa 25 Juli 2018

Manusia mengunakan sinyal GPS dari satelit. Perangkat menangkap sinyal GPS dari ruang angkasa untuk menunjukan lokasi. Sinyal buatan tersebut dapat diprediksi datangnya, karena dipancarkan oleh satelit buatan manusia.

Sedangkan pesawat ruang angkasa akan mengandalkan beberapa frekuensi berulang dari alami yang berada di ruang angkasa untuk sistem navigasi ruang angkasa. Dimana asal sinyal yang bersifat tetap dan menjadi sinyal navigasi keberadaan pesawat ruang angkasa.

FRB dapat digambarkan sinyal radio yang tertangkap oleh teleskop radio khusus untuk astronomi di Bumi.
Sinyal memiliki panjang gelombang berbeda beda, seperti merah gelombang radio panjang, dan biru gelombang pendek.



Spektrum sinyal FRB dari ruang angkasa

Sumber suara lain seperti FRB, sinyal begitu singkat dapat menandakan sebuah aktivitas yang terjadi di ruang angkasa.

Penelitian terbaru pada FRB berulang menunjukkan adanya sumber aktivitas bintang neutron.

Tetapi hipotesis lain untuk FRB termasuk bersumber dari black hole, bintang pulsar dengan bintang pendamping, bintang pulsar yang membuat meledak, sejenis bintang yang disebut blitzar, koneksi dengan semburan sinar gamma (yang kita sekarang tahu dapat disebabkan adanya bintang-bintang neutron yang saling bertabrakan), dan bintang magnetar memancarkan flare raksasa.

Peneliti menambahkan bahwa mungkin bahwa FRB bisa menjadi mesin yang menembak pada pesawat ruang angkasa alien raksasa, baik, menurut fisikawan Harvard.

Apa yang kita ketahui adalah bahwa mereka mencakup penyebaran frekuensi - penyebaran yang lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya, deteksi baru ini menunjukkan - dan suara tersebut tampaknya datang dari tempat yang sangat jauh, mungkin miliaran tahun cahaya.
Ini menunjukkan apa pun yang menjadi penyebabnya, sumber sumber suara tersebut berasal dari aktivitas yang sangat energik.

Terlepas dari sumbernya, jika kita bisa menjadi lebih baik dalam mendeteksi mereka dan memahami asal mereka, mereka dapat membantu mengungkap petunjuk tentang asal-usul Alam Semesta dan Epoch of Reonisation yang misterius, waktu di mana medium antarbintang, terutama hidrogen, menjadi terionisasi. di alam semesta yang sangat awal.

"FRB seperti senter yang sangat kuat yang kita pikir dapat menembus kabut ini [medium antarbintang] dan dilihat dari jarak yang sangat jauh dan terditeksi di Bumi" kata Anastasia Fialkov dari Pusat Harvard-Smithsonian untuk Astrofisika tentang penemuan FRB lain tahun lalu.

"Ini bisa memungkinkan kita mempelajari 'fajar' alam semesta dengan cara baru."

Pencarian sinyal FRB membutuhkan peralatan berbeda, seperti yang digunakan oleh astronom. Dari teleskop optik atau inframerah dan gamma ray.
Dan menampilkan bentuk visual seperti galaksi yang sangat jauh dengan jarak puluhan milyar tahun cahaya.

Teknik lain mengunakan sumber sinyal radio. Untuk mencari sumber sinyal radio lebih akurat, akan mengandalkan peralatan teleskop radio Deep Synoptic Array yang baru beroperasi tahun 2021.

Dengan alat baru dan canggih yang datang akan membantu kami mendeteksi lebih banyak lagi FRB seperti ini, para ilmuwan optimis itu tidak akan lama sampai kita dapat mempersempit dari mana mereka berasal mereka dan, mudah-mudahan dapat mengetahui apa penyebabnya.



Data suara dari ruang angkasa tipe FRB dicatat oleh FRBcat.org

Berita terkait
Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. Tetapi dengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Sebuah lubang hitam  ASASSN-19bt telah menghancurkan sebuah bintang. Tertangkap pengamatan teleskop TESS selama 70 hari, nyaris sebelum bintang tersebut hancur disedot oleh Black Hole. Kejadian langka di alam semesta, yang hanya terjadi 10.000-100.000 tahun sekali untuk ditemukan dengan kondisi khusus.



Pemandangan planet Mars 360 derajat seperti panorama melihat gurun yang tidak berpenghuni. Nasa JPL baru merilis foto terakhir ketika robot berada di punggung Vera Rubin Ridge selama 1 tahun. Robot akan turun meneruskan perjalanan dan menjelajah ke daerah gunung Sharp di planet Mars

Dimulai tahun 1998, stasiun ruang angkasa Rusia Zarya berubah namanya menjadi ISS. Dari ukuran satu modul kecil, ISS saat ini memiliki lebar 72 x108 meter atau seluas lapangan bola Softball. Sampai tahun 2010 belum ada penambahan modul baru, tapi tahun 2016 - 2017 Rusia akan menambah modul disana sampai 4 ruang baru. Berapa suhu di stasiun ruang angkasa, dingin atau sejuk.

Asus ROG Phone tampil dengan 8 GB RAM dan 512 GB storage. Procesor terbaru Snapdragon 845, layar AMOLED 6 inci HDR 9-Hz. Dengan sistem pendingin AeroActive Cooler. Smartphone ini dirancang untuk beban besar seperti aplikasi permainan. Oktober 18 dipasarkan, Amerika pertama Pre-order

Kami tidak tahu apakah ada orang yang melihat secara langsung ketika terjadi ledakan yang sangat terang tersebut. Sumber cahaya GRB 080319B berasal dari benda yang jauhnya 7,5 miliar tahun cahaya. Atau ledakan yang tercatat tersebut di tahun 2008 berasal dari ledakan 7,5 miliar tahun lalu.

5 sinyal misterius dari ruang angkasa tertangkap teleksop radio dalam bentuk sinyal yang disebut Fast Radio Burst. Sejauh ini ada 11 sinyal radio yang pernah di rekam sebelumnya diterima oleh para astronomi. Akhirnya terjawab di tahun 2017. Dari mana asal sinyal radio di ruang angkasa.



Supernova disebabkan dari ledakan bintang, antara ledakan dari bintang mati. Kedua dari gaya tarik bintang mati ke bintang yang masih menyala. Terjadinya supernova SN2017cbv disebabkan dengan teori kedua, tapi ledakan bintang lebih kecil yang menganggu bintang ukuran lebih besar

Satelit SDO diluncurkan 11 Februari 2010, hari ini genap 7 tahun beroperasi mengamati permukaan matahari. Nasa merilis hasil rekaman matahari selama 5 tahun  dan 6 tahun (sampai 2016). Aktivitas matahari Juli 2017 terlihat terdapat lubang.

Apakah Supernova. Sederhananya sebuah bintang yang meledak adalah Supernova. Bila letaknya tidak jauh dari Bumi akan tampak cahaya sangat terang. Apakah ledakan bintang berbahaya bagi manusia di Bumi, berapa jarak aman kembali di revisi

Update pesawat ruang angkasa Juno menangkap suara di planet Jupiter pada 27 Agustus 2016. Suara di ruang angkasa memiliki frekuensi. Tetapi suara yang di dengar di pesawat ruang angkasa adalah gelombang frekuensi rendah, berbeda dengan suara yang di dengar manusia yang harus melintas melalui media udara. Melewati batas tata surya, masih ada suara yang bisa di dengar oleh pesawat Voyager 1

Bertahun tahun manusia hanya mengetahui bila suara tidak akan terdengar di ruang hampa. Bagaimana dengan bintang, apakah bersuara. Berbeda dengan cahaya, suara memerlukan medium untuk melintas. Misalnya suara seseorang berbicara akan terdengar karena adanya medium udara.

Bila mendengar suara di ruang angkasa, katanya tidak berbeda dengan suara di hutang belantara. Seperti ada burung, gerakan daun pohon yang berbunyi, seperti itu. Tapi suara itu bukan di bumi.

Kalangan radio amatir sering menangkap suara tersebut, baru diketahui asalnya. Akhirnya ditemukan sumbernya saat ini.



Sebuah team dioperasikan oleh pasukan Air Force ke 20 Space Control dan dibuat oleh Lockheed Martin, Northrop dan Raytheon. Pekerjaan pasukan ini memantau semua satelit yang ada di atas orbit, termasuk stasiun ruang angkasa international sampai teleskop Huble.




No popular articles found.