Teknologi pengiriman ke ruang angkasa


Kategori : Technology | Date : 15 July 2018
16 Maret 1926, insinyur Amerika Robert Goddard meluncurkan roket pertama dengan bahan bakar cair.

Roket hanya terbang selama 2,5 detik, dan mencapai ketinggian 60 meter di sebuah lapangan. Tapi pencapaian tersebut awal dari semua penerbangan roket antariksa.

92 tahun berlalu, roket berbahan bakar cair tetap menjadi norma untuk mengirim muatan ke ruang angkasa.
Setiap peluncuran adalah hal menarik, menawarkan bukti berulang kali manusia menghadapi hambatan dan mampu mengirim satelit ke ruang angkasa.

Menjadi pertanyaan, sudah beberapa dekade mesin roket masih mengunakan bahan bakar padat dan cair. Apakah tidak ada teknologi lain yang mampu mengirim ke ruang angkasa.

Setidaknya 14 astronot telah meninggal dari kegagalan peluncuran ke ruang angkasa.

Duduk di atas roket sangat berbahaya. Seperti anda sedang duduk di atas bensin dan disana menyala. Satu kesalahan maka bagian atas akan terbakar.

Kebutuhan peluncuran roket, 85% berat massa roket adalah propelan atau bahan bakar. Dan bagian lain untuk bodi roket dan sisanya diperhitungkan sebagai beban kargo.

Biaya roket tidak murah. 1kg muatan mencapai biaya $10.000. Itupun hanya mencapai orbit rendah.

Untuk jangka panjang, roket juga memboroskan. Ada sisa bagian yang tidak terpakai lagi dan terbakar ketika masuk ke atmofer bumi, dan sebagian lagi menjadi rongsokan di ruang angkasa di orbit tinggi.

Beberapa ide mulai muncul, beberapa rancangan dibuat untuk menghemat pengiriman  astronot atau barang ke ruang angkasa.



StarTram
Rancangan peluncuran roket ini mengunakan teknologi yang sudah ada. Tapi harganya luar biasa, di anggarkan $20-50 miliar dollar. Bila berhasil, ongkos pengiriman ke ruang angkasa hanya $20-50 perkg.

Mengunakan magnetik tabung, pesawat ada di dalam tabung dan diluncurkan dengan kecepatan tinggi sampai mampu kecepatan tertentu dan melawan gravitasi bumi.

Teknologi pesawat ke ruang angkasa StarTram


Orbital Ascender
Ide dari JP Aerospace. Membuat sebuah pesawat ukuran besar tapi berbentuk V.
Disebut Ascender mampu membawa cargo dan astronot ke sebuah stasiun Dark Sky / Orbital Ascender yang berada di ketinggian 50km di atas permukaan bumi.
Dari stasiun tersebut pesawat Ascender bekerja mengunakan power ion dan meluncur ke ruang angkasa.

Pesawat Orbital Ascender

Penerbangan roket ke ruang angkasa saat ini masih ada yang murah.

SpaceX
Baru merubah semua permainan di industri ruang angkasa. Membuat biaya pengiriman cargo lebih murah, mengurangi pemakaian bahan material roket, dan memperbaiki sistem bahan bakar. Roket dapat terbang dan kembali turun ke bumi, dan di daur ulang.

Falcon Heavy
Perusahaan roket tersebut menawarkan biaya paling murah. Dengan biaya sekitar 1.411 / kg.
Mengalahkan biaya pesaing yang masih mencapai ribuan dollar.
Dalam beberapa dekade ke depan, biaya tersebut dikatanan akan lebih murah. Tentu setelah perusahaan Falcon Heavy mulai mendapatkan keuntungan dari investasinya.

Tetapi semua masih mengunakan bahan bakar atau sistem roket pendorong.

Peluncuran adalah biaya. Bagi peneliti sangat sulit meminta dana besar di bidang teknologi antariksa.

Walau sempat muncul disain pesawat ruang angkasa. Semua terkendala dengan konstruksi dan pembangunan.Membuat pesawat ruang angkasa ukuran besar dan berat dari Bumi, belum tersedia teknologi yang mampu mengangkat beban tersebut ke ruang angkasa.
Menempatkan ukuran pesawat ruang angkasa berukuran raksasa setidaknya harus dirakit di atas. Tetapi kendalanya bagaimana membawa semua komponen dan di rakit di ruang angkasa.

Tahun 1965 ketika dua ilmuwan Arno Penzias dan Robert Wilson sedang mencari jawaban, adanya sinyal yang diterima oleh antena radio milik Bell Labs. Penemuan mereka digunakan untuk teleskop Cobe, WMAP dan paling detil Planck dalam pemetaan alam semesta

Bagaimana reaktor fusi nuklir bekerja. Mengapa lebih aman dan menjadi energi masa depan.Reaktor fusi nuklir Wendelstein 7-X di  Jerman, dan reaktor ITER rampung 50 persen. Mengapa fusi nuklir sangat penting, atau harapan energi. Test Fusi Nuklir di dalam reaktor, plasma dengan panas jutaan derajat berada di dalam tabung reaktor

Perbedaan procesor PC vs procesor smartphone. Keduanya berbeda, khusus dalam tugas menangani pekerjaan dan kebutuhan. Satu dirancang untuk hemat power, yang lain untuk kalkulasi sangat komplek. Mungkin suatu hari kemampuan CPU desktop PC akan dicapai procesor smartphone.



Boeing membuat satelit ABS-3A dengan bahan listrik. Satelit komunikasi dengan berat 2 ton memberikan sinyal frekuensi C dan Ku-band di daerah Amerika Selatan, Timur Tengah dan Afrika. Berbeda dengan teknologi satelit generasi sebelumnya memerlukan tangki bahan bakar ukuran besar

Rocket Atlas V berhasil diluncurkan di Cape Vanaveral Air Force.  Membawa GPS 2F-4 ke orbit dan menjadi bagian dari satelit GPS yang sudah ada. GPS akan ditempatkan di ketinggian 16 ribu km diatas bumi

TeleGeography, sebuah peneliti dan perusahaan konsulting telekom memberikan gambar sebanyak apa kabel serat optik sekarang. Sampai tahun 2013 sudah ada 244 jalur kabel bawah laut, dan 232 sudah bekerja, 12 jalur dalam perencanaan, dan satu lagi jaringan


No popular articles found.