Melakukan perjalanan selama 3,5 tahun.
Pesawat berangkat pada Desember 2014. Untuk mengejar asteroid Ryugu yang masuk kelas asteroid tipe C. Memiliki permukaan gelap dan lebih gelap dibanding asteroid tipe S Itokawa.

Asteroid Ryugu memiliki orbit putaran dari badannya sendiri dengan kecepatan 7,5 jam. Berita baiknya, putaran yang kuat dapat menarik probe ketika diturunkan ke permukaan.

Peneliti tidak mengetahui banyak tentang asteroid tipe C kata McFaddden dari Nasa. Diperkirakan komposisi batuan asteroid tipe C mirip seperti komposisi asteroid lain di tata surya. Warna hitam bisa disebabkan kandungan karbon.

Penelitian dengan asteroid untuk mencari jawaban asal mula tata surya kita.

Pesawat atau probe antariksa Jepang Hayabusa 2 telah mencapai asteroid Ryugu.

Probe akan mengirim 4 lander atau robot kecil yang akan mendarat diatas permukaan asteroid Ryugu.
Disebut Mascot yang berukuran kotak sepatu akan mendarat disana. Tapi hanya membutuhkan waktu beberapa jam, karena baterai lander akan habis.
Agustus 2018 akan ditentukan dimana lokasi pendaratan di asteroid Ryugu. Karena waktunya sangat singkat untuk lander mengambil sampel dan kembali.

Mengambil batuan dari permukaan asteroid tapi akan kembali ke pesawat utama sambil membawa sampel batuan.

Batuan yang diambil dari asteroid, dalam rencana dapat dikirim pulang ke bumi pada tahun 2020.

Juni 2018


Jaxa badan antariksa Jepang sempat mengambil gambar posisi pesawat Hayabusa 2 yang telah berada 300km jauhnya. Dan akhir Juni 2018, pesawat telah mencapai jarak 40km. Pada tanggal 27 Juni 2018 diperkirakan telah mencapai jarak 10km.

Asteroid Ryugu jarak 40km dari pesawat ruang angkasa Hayabusa 2 27 Juni 2018