Asteroid Ryugu dikejar pesawat Hayabusa 2 tiga setengah tahun


Kategori : Science | Date : 3 October 2018
Melakukan perjalanan selama 3,5 tahun.

Pesawat berangkat pada Desember 2014.

Untuk mengejar asteroid Ryugu yang masuk kelas asteroid tipe C.

Memiliki permukaan gelap dan lebih gelap dibanding asteroid tipe S Itokawa.

Asteroid Ryugu memiliki orbit putaran dari badannya sendiri dengan kecepatan 7,5 jam.

Berita baiknya, putaran yang kuat dapat menarik probe ketika diturunkan ke permukaan.

Peneliti tidak mengetahui banyak tentang asteroid tipe C kata McFaddden dari Nasa.

Diperkirakan komposisi batuan asteroid tipe C mirip seperti komposisi asteroid lain di tata surya. Warna hitam bisa disebabkan kandungan karbon.

Penelitian dengan asteroid untuk mencari jawaban asal mula tata surya kita.

Pesawat atau probe antariksa Jepang Hayabusa 2 telah mencapai asteroid Ryugu.



Probe akan mengirim 4 lander atau robot kecil yang akan mendarat diatas permukaan asteroid Ryugu.
Disebut Mascot yang berukuran kotak sepatu akan mendarat disana. Tapi hanya membutuhkan waktu beberapa jam, karena baterai lander akan habis.

Agustus 2018 akan ditentukan dimana lokasi pendaratan di asteroid Ryugu. Karena waktunya sangat singkat untuk lander mengambil sampel dan kembali lepas dari asteroid.

Batuan dari permukaan asteroid akan dijemput kembali oleh pesawat utama Hayabusa2 untukl membawa sampel batuan.

Batuan yang diambil dari asteroid, dalam rencana dikirim pulang ke bumi dan sampai pada tahun 2020.

Juni 2018
Jaxa badan antariksa Jepang sempat mengambil gambar posisi pesawat Hayabusa 2 yang telah berada 300km jauhnya.

Dan akhir Juni 2018, pesawat telah mencapai jarak 40km. Pada tanggal 27 Juni 2018 diperkirakan telah mencapai jarak 10km.

Asteroid Ryugu jarak 40km dari pesawat ruang angkasa Hayabusa 2 27 Juni 2018

Agustus 2018
Pesawat ruang angkasa Hayabusa2 telah mengabadikan permukaan asteroid Ryugu.

Diabadikan dari camera telephoto ONC-T dan camera ONC-W. Terlihat permukaan asteroid terdiri dari batuan.

Pengambilan gambar ketika pesawat mencapai jarak 851 meter diatas permukaan asteroid.

Asteroid Ryugu 
jarak 851 meter Hayabusa2 8 Agustus 2018

September 2018
Rover A1 yang dilepas dari Hayabusa telah mendarat di permukaan asteroid.

DI posting oleh badan antariksa Jepang Jaxa, pada tanggal 21 September 2018.

Asteroid Ryugu probe telah mendarat di atas asteroid September 2018

Foto dari lander Mascot
5 Oktober 2018, sebuah lander yang dilepas dari pesawat Hayabusa2, telah mendarat dan mengabadikan permukaan asteroid.

Mascot yang disebut sebagai lander tersebut mengabadikan permukaan asteroid Ryuku.

Mascot awalnya dirancang untuk mengambil data selama 16 jam. Tapi melihat kinerja Mascot masih memiliki baterai yang cukup 1 jam (total 17 jam).
Setelah mendarat, lander diperintahkan oleh pusat kontrol Mascot di Jerman untuk mengirim data yang telah diambil.



Ilmuwan mengambil semua data dari 4 instrumen untuk dikirim kembali ke pesawat Hayabusa2 yang terbang diatas asteroid Ryuku.

Dari pesawat Hyabusa2, informasi dapat langsung di kirim ke bumi. Dan foto dibawah ini sebagai permukaan sebuah asteroid Ryuku.

Asteroid Ryugu permukaan asteroid dari lander Mascot 5 Oktober 2018

[JAXA Hayabusa 2 Project]

Asteroid Oumuamua bukan asteroid biasa dan datang dari antar bintang Pertama terditeksi 19 Oktober dari teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Ini benda diluar tata surya kita, tapi darimana asalnya. Benda bersejarah ini disebut UI A / 2017 telah melintas ratusan juta tahun lalu. Kira kira terjawab 2018

Sebuah gumpalan batuan besar asteroid masuk kategori berbahaya melintas deka bumi Agustus 2018. Memiliki ukuran 160 meter atau sebesar wahana London Eye. Dari situs Earth Close Approach Nasa, asteroid tersebut meluncur sampai kecepatan 32 ribu km perjam mendekati pada 25 Agustus 2018.

Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 memang sangat samar, hanya berupa sebuah titik merah. Yang diartikan melakukan perjalanan miliaran tahun sampai tertangkap oleh peralatan teleskop di Bumi. Menjadi salah satu galaksi terjauh dengan 13,3 miliar tahun cahaya. Tapi ada yang aneh, mengapa disana sudah bersinar. Sedangkan alam semesta baru berusia 13,8 miliar tahun



Di sekitar galaksi Bima Sakti terdapat Local Group galaksi atau Bima Sakti menjadi bagian grup tersebut. Tetapi kelompok galaksi di Local Group ternyata bergerak dan mendekati grup lain yang lebih besar. Disebut Great Attractor. Apakah keduanya akan bertabrakan.

Miika Pursiainen dari University of Southampton menunjukan penemuan baru dalam presentasi bersama ESA dan ilmu ruang angkasa pada 3 April lalu. Sesuatu yang sangat terang terjadi. Tapi bukan ledakan sebuah bintang atau dikenal dengan nebula. Ilmuwan mengapa cahaya yang mendadak terang terjadi.

Perjalanan antariksa memang berbahaya. Dari awal berangkat dan pulang, semuanya memiliki resiko tinggi. Tapi satu penelitian baru ini cukup menarik kita menelaah resiko berada di ruang angkasa. Hasilnya DNA manusia memang berubah, walau sebagian masih kembali seperti semula.

Ilmu astronomi untuk membayangkan sebesar apa sebuah galaksi. Bayangkan tata surya itu hanya sebesar pasir, lalu letakan pasir di sebuah rumah ibadah . Dikalikan seribu kali ruangan rumah ibadah itulah ukuran sebuah galaksi, atau mungkin lebih besar lagi


No popular articles found.