Pemimpin perusahaan investasi Cradle Fund  temukan telah meninggal. Akibat terluka dari ledakan baterai smartphone ketika tertidur.

Penyebab awal dikatakan akibat dia menghirup asap dari baterai yang t erbakar.

Tetapi menurut informasi yang dirilis oleh Cradle, Hassan meninggal akibat komplikasi luka ledakan telepon gengamnya sendiri.

Tidak jelas merek dan tipe smartphone apa yang menyebabkan dirinya menjadi korban.

Dari harian Malaysian Insight mendapatkan informasi, Hasan diperkirakan memiliki 2 smartphone.

Satu model Blackberry, dan satu lagi produk Huawei. Kami belum mendapat konfirmasi model yang mana yang meledak.

Pemerintah lokal juga menyebutkan lebih lanjut penyebab kematian CEO Cradle.

Smartphone meledak pemiliknya meninggal di Malaysia mengapa baterai smartphone dapat berbahaya

Mengapa baterai smartphone dapat meledak.

Tentu kita ingat ketika kesalahan disain dari Samsung Galaxy Note 7 yang membuat perusahaan Samsung harus menarik produknya dari pasar. Karena beberapa smartphone tersebut terbakar dengan sendirinya. Akibat baterai yang di tempatkan terlalu ketat, sampai bagian baterai terjepit ke bodi smartphone lalu meledak sendiri.
Disini adalah kesalahan disain, karena ukuran baterai terlalu besar dimasukan ke dalam bodi smartphone yang kecil.



Tapi kejadian yang sering terjadi, bahan baterai lithium sebenarnya tidak 100% aman. Pelarian energi ion di dalam baterai dapat terjadi kapan saja. Hanya kejadian baterai sampai meledak adalah kejadisan sangat langka. Dan dapat terjadi kapan saja. Baik ketika di charger, dalam posisi stand-by atau ketika digunakan.

Walau semua produk baterai lithium sudah melalui pemeriksaan kualitas dan test sebelum dikemas. Dari jutaan baterai yang diproduksi, ada kemungkinan 1,2 unit atau lebih cacat atau mengalami kerusakan tidak biasanya. Dari produsen tidak dapat memeriksa kondisi tersebut, dan baru terjadi ketika baterai sudah berada ditangan penguna.

Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika mengunakan smartphone.
Menghindari baterai terlalu panas, kabel charger yang tidak memadai atau berkualitas rendah, adaptor charger berkualitas rendah sampai membahayakan penguna dengan sengatan listrik dari charger,. Dan terakhir baterai smartphone sendiri yang mengalami cacat produksi walau produsen telah memeriksa sesuai standar. Hal terakhir ini yang disebut kejadian langka ketika baterai smartphone model apa saja bisa meledak.