Terbentuknya alam semesta yang kosong mulai terisi oleh gas hidrogen akibat sebuah ledakan besar yang disebut Big Bang

Tapi ketika itu tida ada bintang yang bersinar. Disebut era kegelapan, karena isi alam semesta hanya gas akibat ledakan besar.
Dari panas yang sangat tinggi, akhirnya alam semesta mendingin.

Gas mulai terakumulasi lalu berkumpul dan membentuk gumpalan gas sangat besar. Sampai akhirnya membentuk sebuah galaksi mini.

Peneliti belum dapat memperkirakan kapan alam semesta mulai bersinar, atau lahirnya bintang pertama. Atau kapan bintang pertama mulai bercahaya.

Galaksi MACS1149-JD1 pertama diamati pada tahun 2012. Dilanjutkan pada tahun 2016 dan 2017 oleh sebuah tim astronom.
Mereka mengunakan teleskop ALMA di Chile. Dengan teknologi 64 teleskop radio.

Mereka mengukur sebuah galaksi MACS1149-JD1 dengan cahaya begitu merah karena letaknya sangat jauh. Dan menganalisa adanya gas oksigen yang terionisasi.

Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 memang sangat samar, hanya berupa sebuah titik merah. Yang diartikan melakukan perjalanan miliaran tahun sampai tertangkap oleh peralatan teleskop di Bumi.

Mengunakan instrumen gelombang microwave yang sangat sensitif pada teleskop Alma. Dan mengukur panjang Red Shift dari perubahan cahaya galaksi.
Dihitung, galaksi MACS1149-JD1 berada pada 13,3 miliar tahun lalu, atau 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Sebelumnya peneliti mengatakan Big Bang terjadi pada 13,8 miliar tahun lalu. Atau galaksi MACS1149-JD1 sudaah terbentuk dan bercahaya setelah 550 juta tahun terjadinya Big Bang.



Apa artinya bagi galaksi MACS1149-JD1, besar kemungkinan menjadi galaksi paling jauh yang pernah di amati oleh manusia. Setidaknya untuk sementara waktu.

Disini yang menarik. Ketika terjadi Big Bang, para ilmuwan mengatakan alam semesta hanya berisi gas paling awal yaitu gas Hidrogen.
Ketika gas hidrogen terakumulasi dalam jumlah sangat besar maka dapat memicu munculnya bintang.
Ketika bintang kehabisan hidrogen, maka bintang akan meledak. Selama bintang menyala dan membakar gas hidrogen, akan menghasilkan elemen lain termasuk elemen berat.
Dapat dilihat pada tabel periodik elemen dari asal mula materi di alam semesta.

Di galaksi MACS1149-JD1 terditeksi mengandung oksigen dalam jumlah besar. Ilmuwan mengatakan bintang ini telah mengalami siklus kehidupan.
Dan disimpulkan bintang yang membuat cahaya di galaksi MACS1149-JD1 telah lahir setelah 300 juta tahun terjadinya Big Bang.

Penemuan ini menjadi bukti lain, yang menunjukan kapan sebenarnya bintang pertama lahir di alam semesta.
Mungkin penemuan galaksi MACS1149-JD1 hanya salah satu dari puncak gunung es yang menemukan penemuan lain. Tentu alam semesta harus di observasi lebih jauh.

Dibawah ini bentuk dari galaksi MACS1149-JD1 dengan jarak 1,3 miliar tahun cahaya.

Galaksi MACS1149-JD1 usia 500 juta tahun setelah Big Bang

Dibawah ini simulasi dari bintang yang terbentuk di galaksi MACS1139-JD1 oleh ESO
Memperlihatkan simulasi pembentukan galaksi pertama dan munculnya bintang setelah Big Bang.