Galaksi MACS1149-JD1 galaksi terjauh baru berusia 550 juta tahun setelah Big Bang


Kategori : Science | Date : 22 May 2018
Terbentuknya alam semesta yang kosong mulai terisi oleh gas hidrogen akibat sebuah ledakan besar yang disebut Big Bang

Tapi ketika itu tida ada bintang yang bersinar. Disebut era kegelapan, karena isi alam semesta hanya gas akibat ledakan besar.
Dari panas yang sangat tinggi, akhirnya alam semesta mendingin.

Gas mulai terakumulasi lalu berkumpul dan membentuk gumpalan gas sangat besar. Sampai akhirnya membentuk sebuah galaksi mini.

Peneliti belum dapat memperkirakan kapan alam semesta mulai bersinar, atau lahirnya bintang pertama. Atau kapan bintang pertama mulai bercahaya.

Galaksi MACS1149-JD1 pertama diamati pada tahun 2012. Dilanjutkan pada tahun 2016 dan 2017 oleh sebuah tim astronom.
Mereka mengunakan teleskop ALMA di Chile. Dengan teknologi 64 teleskop radio.

Mereka mengukur sebuah galaksi MACS1149-JD1 dengan cahaya begitu merah karena letaknya sangat jauh. Dan menganalisa adanya gas oksigen yang terionisasi.

Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 memang sangat samar, hanya berupa sebuah titik merah. Yang diartikan melakukan perjalanan miliaran tahun sampai tertangkap oleh peralatan teleskop di Bumi.

Mengunakan instrumen gelombang microwave yang sangat sensitif pada teleskop Alma. Dan mengukur panjang Red Shift dari perubahan cahaya galaksi.
Dihitung, galaksi MACS1149-JD1 berada pada 13,3 miliar tahun lalu, atau 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Sebelumnya peneliti mengatakan Big Bang terjadi pada 13,8 miliar tahun lalu. Atau galaksi MACS1149-JD1 sudaah terbentuk dan bercahaya setelah 550 juta tahun terjadinya Big Bang.



Apa artinya bagi galaksi MACS1149-JD1, besar kemungkinan menjadi galaksi paling jauh yang pernah di amati oleh manusia. Setidaknya untuk sementara waktu.

Disini yang menarik. Ketika terjadi Big Bang, para ilmuwan mengatakan alam semesta hanya berisi gas paling awal yaitu gas Hidrogen.
Ketika gas hidrogen terakumulasi dalam jumlah sangat besar maka dapat memicu munculnya bintang.
Ketika bintang kehabisan hidrogen, maka bintang akan meledak. Selama bintang menyala dan membakar gas hidrogen, akan menghasilkan elemen lain termasuk elemen berat.
Dapat dilihat pada tabel periodik elemen dari asal mula materi di alam semesta.

Di galaksi MACS1149-JD1 terditeksi mengandung oksigen dalam jumlah besar. Ilmuwan mengatakan bintang ini telah mengalami siklus kehidupan.
Dan disimpulkan bintang yang membuat cahaya di galaksi MACS1149-JD1 telah lahir setelah 300 juta tahun terjadinya Big Bang.

Penemuan ini menjadi bukti lain, yang menunjukan kapan sebenarnya bintang pertama lahir di alam semesta.
Mungkin penemuan galaksi MACS1149-JD1 hanya salah satu dari puncak gunung es yang menemukan penemuan lain. Tentu alam semesta harus di observasi lebih jauh.

Dibawah ini bentuk dari galaksi MACS1149-JD1 dengan jarak 1,3 miliar tahun cahaya.

Galaksi MACS1149-JD1 usia 500 juta tahun setelah Big Bang

Dibawah ini simulasi dari bintang yang terbentuk di galaksi MACS1139-JD1 oleh ESO
Memperlihatkan simulasi pembentukan galaksi pertama dan munculnya bintang setelah Big Bang.


Melakukan perjalanan selama 3,5 tahun, pertama kali dalam sain mengirim probe langsung ke asteroid.  Pesawat berangkat pada Desember 2014. Untuk mengejar asteroid Ryugu yang masuk kelas asteroid tipe C.5 Oktober 2018, sebuah lander yang dilepas dari pesawat Hayabusa2, telah mendarat dan mengabadikan permukaan asteroid.
Mascot yang disebut sebagai lander tersebut mengabadikan permukaan asteroid Ryuku.

Sebuah gugus bintang RCW 38 diabadikan dengan teleskop VLT oleh ESO. Tampilkan gambar terbaru dimana komplek bintang padat ini berjarak 5.500 tahun cahaya.Mengunakan pencitraan inframerah HAWK-I yang dipasng pada teleskop VLT di Chili. Instrumen tersebut dapat menangkap benda yang tidak terlihat sebelumnya. Apakah semua bintang disana masuk ketegori bintang raksasa, separuhnya tidak.

Ketika galaksi terbentuk dan mulai membentuk bintang. debu dan gas baru ada setelah ledakan bintang generasi pertama. Tapi di galaksi A2744_YD4 terlihat sudah ada dengan 3 materi dari bekas supernova



Gravitasi lensa disebabkan cahaya terhalang sebuah black hole, membuat benda seperti galaksi mengalami pembesaran cahaya. Dimana letak gravitasi lensa, gambar dari teleskop Hubble memperlihatkan bidang yang sangat kecil. Bila di perbesar akan terlihat kelompok galaksi Abell S1063, dimana galaksi dibelakangnya juga muncul akibat pembesaran garvitasi lensa.

Kelompok galaksi MACS J067 7015 diabadikan oleh teleskop Hubble. Usianya sangat muda, kurang dari 1 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta. Bentuk galaksi kuno ini berukuran kecil dan jumlahnya cukup banyak. Gambar diabadikan Hubble datang terlambat untuk dilihat oleh teleskop sampai 12 miliar tahun cahaya.

Dengan teleskop Alma, astronomi dapat melihat pembentukan formasi gas sebelum menjadi galaksi. Usia foto yang diambil ini mencapai 800 juta tahun sebelum terjadinya alam semesta (big bang). Begitu jauhnya, gas asal mula pembentukan galaksi memiliki cahaya kemerahan.

Sebuah galaksi HATLAS J090311.6+003906 tampak karena efek gravitasi lensa. Bila dilihat dari bumi, posisi galaksi yang sangat jauh tersebut muncul karena berada di belakang sebuah galaksi SDP.81.



Tim astronomi dari universitas Yale dan UC Santa Cruz baru saja mengumumkan mereka menemukan galaksi paling jauh yang ditemukan saat ini. Galaksi EGZ-ZS8-1, diperkirakan memiliki jarak 13 miliar tahun cahaya. Bila dihitung mundur, baru terbentuk 670 juta tahun setelah alam semesta mulai terbentuk

Karena lensa gravitasi dari galaksi lain, Hubble menemukan 3 galaksi tersembunyi. Diperkirakan jaraknya mendekati 500 ribu tahun setelah terjadi Big Bang atau pembentukan alam semesta. Karena sangat jauh sekalee, bentuknya masih berwarna merah samar.

Galaksi Andromeda adalah galaksi terdekat dengan galaksi Bima Sakti. Kedua galaksi ini menjadi galaksi terbesar di satu kluster. Tapi ada satu galaksi M33 sebagai galaksi terdekat kedua, dan galaksi ini sedang mengarah ke galaksi kita Bima Sakti.

Sebuah gugus galaksi yang jaraknya sangat cadas, 5 milyar tahun cahaya. Diabadikan oleh Hubble, ESA, Nasa teleskop ruang angkasa. Memberikan penampakan luar biasa dari galaksi yang sangat jauh, maklum fotonya saja harus diabadikan selama 14 jam.

Umumnya sebuah galaksi memiliki 2 spiral atau lebih. Tetapi galaksi NGC 4725 hanya satu memiliki satu spiral saja. Mungkin aneh, tetapi biasa bagi penemuan di dunia astronomi.


No popular articles found.