Ketika di pinggir kota Puerto Rico gelap karena mati lampu. Rumah Mayra NIeves Rosa tetap menyala.

Setiap kali lampu padam di pulai itu, 9 panel surya miliknya masih memberikan energi listrik. Rosa dan temannya salah satu dari banyak penduduk di Puerto Rico yang lepas dengan jaringan listrik.

Diawali seringnya badai besar seperti badai Maria, mereka tidak lagi melihat kebelakang.

Rosa mengatakan ke media Earther dalam bahasa Spanyol. Saya terus bekerja dengan notebook. Kulkas saya tetap jalan, dan panel surya memungkinkan saya melakukan aktivitas rutin walau listrik padam.

Rosa dibantu oleh saudara iparnya Manuel Rivera. Panel surya baru dipasang pada Desember 2017 lalu.
Manuel juga memiliki panel surya, tapi sudah dipasang lebih lama, sejak tahun 2013.

Rosa mengatakan tagihan listriknya turun. Dari $200 setiap bulan sekarang hanya 10 dollar. Katanya dia ingin memasang tambahan panel surya lagi.

Badai Maria melanda pulau yang ditinggali Rosa. Pemandaman jaringan listrik paling lama dialami masyarakat yang ada di atas ketinggian seperti wilayah pegunungan. Bahkan mencapai 7 bulan sebagian penduduk mengalami pemadaman listrik bergilir.
Perusahaan panel surya swasta seperti Sunrun dan Sonnen telah menyumbang banyak instalasi baru bagi energi terbarukan.
Dibantu dengan Casa Pueblo di Adjuntas, sebuah kelompok kecil yang berdedikasi ikut membantu dan memberi sumbangan ke masyarakat memiliki pembangkit surya sendiri.

Rumah Rosa dijuluki sebagai Cucubano, yang diartikan sebagai kunang-kunang. Karena semua listrik padam, hanya rumah Rosa yang masih menyala. Sampai warga disekitar bertanya, bagaimana mama Cucubano. Nama Rosa diganti dengan kunang kunang.

Biaya instalasi panel surya tidak murah. Rosa harus menghabiskan uang $3.500, biaya yang tidak murah bagi masyarakat lain. Dan perbaikan kerusakan peralatan juga mahal disana.



Panel surya menghemat listrik di Puerto Rico