Setelah terjadi Big Bang, alam semesta terus mengembang.

Seperti balon yang di tiup, udara di dalam balon atau partikel di dalamnya ikut mengembang. Di bagian dalam,  sebagian menjauh dan sebagian mendekat. Gas terakumulasi menjadi galaksi baru, dan galaksi keril bertabrakan dengan galaksi lain.

Proses terus terjadi dalam 13 miliar tahun, proses beberapa galaksi yang bergabung menjadi satu galaksi yang besar dan terus membesar.

Setiap galaksi bergerak, mungkin kita bertanya seberapa cepat.

Apakah semua mengembang dan bergerak dengan kecepatan yang sama. Seperti 4 orang berdiri di satu titik dan bergerak menjauhi titik utama. Dan pergerakan saling menjauh dengan kecepatan yang sama.

Gerakan galaksi bagi astronom mengatakan tidak sama, di sebagian tempat seperti galaksi galaksi yang ada bergerak dengan kecepatan 2,2 juta km perjam dari sisi pantauan.

Tapi tidak semuanya bergerak saling menjauh, dahulunya mungkin yah. Tapi setelah itu, bergerak secara acak.

Walau jarak antar galaksi yang jauh, dapat terjadi tabrakan, terlihat seperti adanya daya untuk tarik menarik dan hal lain. Atau seperti galaksi Andromeda yang akan bertabrakan dengan Milky Way / Bima Sakti nanti.

Apa yang memperlambat gerakanantar galaksi tersebut. Disebut materi yang menarik materi lain.

Untuk itulah ada yang disebut gugusan bintang, galaksi dan supercluster galaksi. Galaksi yang berkelompok seperti membentuk cabang, seperti ranting dimana terbentuk dari pola ratusan bahkan ratusan ribu galaksi bada di antara cabang tersebut



Setelah miliaran tahun, semua galaksi masih terus bergerak. Hal utama yang diteliki adalah grup lokal galaksi kita perlahan bergerak ke arah Great Attractor. Great Attractor adalah tempat dimana terkumpulnya jumlah galaksi yang lebih besar dibanding jumlah galaksi Local Grup /  grup lokal.

Posisi galaksi Bima Sakti menjadi salah satu galaksi yang berada di supercluster Laniakea. Dan menjadi salah satu galaksi dari total 100 ribu galaksi (mungkin lebih).

Galaksi Bima Sakti di cabang gugus Laniakea

Lihat juga Dimana bumi berada mungkin kita kaget melihatnya

Salah satu teori yang menyebabkan galaksi ikut berkumpul menjadi satu adalah materi gelap (1).
Teori lain disebut kepadatan yang berlebih. Dimana massa padat ternyata memberikan daya tarik gravitasi yang kuat (2).

Teori energi gelap atau Dark Matter diperkirakan menjadi bagian dari isi alam semesta. Sekitar 71% dari isi alam semesta ini berisikan materi gelap tersebut.
Tapi itu baru teori, para ilmuwan tidak tahu seperti apa bentuk sebenarnya materi gelap tersebut dan bagaimana interaksi yang mempengaruhi isi alam semesta.

Di tahun 1970an, ketika astronom mulai memetakan ruang angkasa mengunakan gelombang microwave dari masa lampau yang masih tertangkap di bumi. Seperti frekuensi suara, tapi bersumber dari 12 - 13 miliar tahun lalu. Menjadi jejak sisa sejarah lahirnya galaksi dahulu, dan disebut Cosmic Microwave Background / CMB.

Itulah sisa dari cahaya / sinyal yang masih ada dan dapat dibuktikan bahwa dahulunya memang terjadi Big Bang. Sedangkan lebih dalam lagi, untuk memperkirakan seperti apa Big Bang tidak dimungkinkan. Karena merupakan titik dari awal terbentuk alam semesta.

Sinyal CMB yang ditangkap oleh teleskop radio di Bumi. Bentuknya homogen atau mirip saja, kecuali adanya sedikit perbedaan suhu.

Observasi teleskop radio Parker pada pertengahan tahun 2000an menemukan kelompok galaksi lain. Disanalah disebut Great Attractor sebagai salah satu struktur terbesar di alam semesta dan ada di sebelah grup galaksi kita atau Local Group

Dari pusat obsevasi teleskop radio di Australia tersebut. Muncul penemuan baru dari seluruh galaksi yang di analisa. Dan mendapatkan apa yang disebut benang yaitu Web Cosmic.

Walau tidak semua dapat dianalisa, karena manusia melakukan pemantauan di dalam galaksi, dan hanya melihat sebagian dari isi alam semesta, sedangkan arah disisi ke tengah galaksi terganggu oleh banyaknya bintang bahkan inti galaksi.

Galaksi Bima 
Sakti bergerak ke kelompok lain

Astronom hanya dapat mengetahui bahwa galaksi kita dan semuanya ada di grup SuperCluster.
Dan bergerak menuju ke kelompok galaksi lain, Great Attractor.
Nasib kelompok galaksi kita nanti, hasilnya tidak ada yang tahu.

Gambar atas bila melihat benda ke segala arah dimana dibagi dalam kelompok SuperCluster atau kumpulan galaksi dari posisi di Bumi.

Gambar kedua diatas, peneliti memperhitungkan gerakan dari bulatan atau cluster dari galaksi yang berkelompok.
Dan semuanya bergerak dengan kecepatan berbeda beda.
Seperti tanda panah Pink adalah letak dari galaksi Bima Sakti. Dan garis samar kuning menjelaskan arah kelompok galaksi Local Group mengarah ke arah grup galaksi lain yang disebut Great Attractor
Dan bergerak cukup lambat sekitar 600 km perdetik.
Tetapi di isi dari Great Attractor adalah wilayah galaksi yang padat, ditandai dengan warna merah.

Semuanya tidak akan terjadi dalam waktu dekat seandainya bagian dari Great Attractor akhirnya ditabrak oleh Local Group.

Masalah paling utama adalah di depan mata, dan bukan hal penting mendapat jawaban tabrakan antara super cluster dari kelompok galaksi nanti.
Perubahan iklim, jatuhnya asteroid besar yang mengancam kehidupan di bumi. Atau ancaman dari hancurnya Matahari kita setidaknya dalam 7-8 miliar tahun kedepan. Dan lebih jauh lagi dari runtuhnya medan Boson Higgs.
Mungkin saat ini masih menjadi misteri, apa yang terjadi dengan Great Attractor bagi kehidupan galaksi kita.