Peneliti telah menemukan deposit mineral langka di lepas pantai Jepang dengan jumlah sangat besar. Dan dapat memasok kebutuhan dunia selama berabad-abad.

Penelitian yang diumumkan media Nature 10 April 2018 lalu, cadangan tersebut mencapai 16 juta ton logam berharga.

Mineral langka di bumi digunakan untuk segala hal. Mulai dari baterai smartphone hingga kendaraan listrik.

Dari definisi materi langka di Bumi ada 17 metal. Berada di baris ke dua dari bawah dalam daftar tabel periodik.

Unsur tersebut ternyata berlimpah di kerak bumi. Tapi jumlahnya tersebar luar.

Karena sangat jarang ditemukan dalam substansial besar, atau metal tersebut dapat mengumpal di satu tempat dalam jumlah besar.

Saat ini hanya ditemukan di beberapa tempat yang layak memproduksi materi langka secara ekonomis. Umumnya biayanya sangat mahal untuk di ekstrak.

China telah mengendalikan dengan ketat pasokan mineral dunia selama ini. Di mulai tahun 2010, dan harga mulai naik 10%.
Pemerintah China tidak ingin mengekplorasi besar besaran untuk memenuhi mineral langka bagi pasar global. Mereka tahu mineral tersebut dibutuhkan dan cadangan yang terbatas.

Memaksa Jepang dan negara lain membeli sangat mahal dengan harga yang ditentukan oleh negara tentangga mereka.

Jepang temukan kandungan mineral langka untuk memasok dunia selama ratusan tahun



Menurut penelitian tersebut ditemukan :
Kandungan Yttrium yang mampu memenuhi kebutuhan industri selama 780 tahun. Sebagai bahan semi konduktor dan lampu LED
Kandungan Dysprosium untuk 780 tahun
Kandungan Europium 620 tahun
Kandungan Terbium 420 tahun.

Kandungan yang ditemukan di pulau Minamitori, sekitar 1850km dari tenggara Tokyo ini menjadi zona ekonomi ekslusif Jepang. Sehingga Jepang memiliki hak tunggal bila dapat mengelola 4 mineral yang terkandung tersebut



Mineral langka dapat terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Tetapi banyak mineral di planet kita terbentuk dari awal ledakan supernova sebelum bumi terbentuk.
Ketika bumi terbentuk, mineral masuk ke mantel bumi paling dalam. Dan lapisan batu dibawah kerak bumi.
Karena aktivitas teknonik dari kerak bumi, materi tersebut berpindah dari mantel ke permukaan. Atau setidaknya lebih dekat ke permukaan Bumi.
Proses pelapukan dimana batuan terurai menjadi sendimen terjadi selama jutaan tahun. Dan membuat mineral langka akhirnya tersebar ke seluruh planet.

Bila Jepang telah menemukan materi langka sebagai cadangan ekonomi negara Jepang. Bagaimana mereka dapat menambang materi yang ada dibawah tanah tersebut. Dan nilainya apakah lebih ekonomis bagi dunia.

Beberapa negara yang memiliki materi langka atau memiliki cadangan deposit seperti mineral ini. Dapat menjadi roda perekonomian, bahkan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dengan dana dari pertambangan.

Cadangan langka lain adalah Emas. Juga digunakan untuk industri elektronik sebagai pelindung anti korosif. Mineral emas ternyata tidak dapat diproduksi oleh manusia dengan mudah. Bila ingin diproduksi dibutuhkan proses dengan reaktor nuklir yang biayanya jauh lebih mahal dari produksi.

Emas dengan kandungan atom Au ada di elemen nomor 79. Emas dihasilkan akibat tabrakan bintang, dampaknya akan muncul elemen r atau Platinum dan Emas.