Daur ulang sampah elektronik di Korea untuk bahan lithium dan kobalt


Kategori : Green | Date : 14 April 2018
Negara maju mendaur ulang sampah menjadi barang berharga baru dari baterai Lithium
Pekerja di pedesaan Korea Selatan mulai menambang baterai.

Apakah tidak ada tambang mineral, sampai baterai menjadi bahan tambang bagi masyarakat.
Tentu saja mereka tidak mengali tanah dan mencari bijih berharga.

Tapi memilah dari tumpukan sampah baterai lihtium yang berasal dari notebook dan baterai smartphone bekas.

China yang membatasi penjualan bahan langka selerti Lithium memicu pencarian bahan diluar negara tersebut. Secara global pengunaan produk dengan bahan langka memang dibutuhkan dan kekurangan pasokan.

Korea Selatan beralih mencari bahan yang dapat di daur ulang kembali. Seperti bahan kobalt, lithium dan logam langka lain dari limbah bekas.

Di tahun 2016, Korea Selatan berhasil mendaur ulang bahan dari sampah elektronik. Dan jumlahnya tidak main main, mencapai 18,38 milaiar dollar. Dan memenuhi kebutuhan 22% bahan yang dibutuhkan di Korea Selatan.

Salah satu perusahaan adalah SungEeli HiTech, menjadi industri terbesar daur ulang baterai di Korea Selatan. Beberapa tahun lalu perusahaan tersebut berada dipersimbangan jalan, ketika mulai melakukan ektrak materi sampah yang masih mengandung emas dan perak.

Sekarang perusahaan tersebut menjadi rantai pasokan perusahaan besar seperti Samsung dan LG Chem yang membuat produsen baterai lithium paling baik di dunia.

Presiden perusahaan SungfEel mengatakan tahun ini memaksa mereka harus meningkatkan kapasitas produksi sampai 3x lipat. Kami menerima minat industri, salah satunya perusahaan produsen mobil listrik.
Dan industri lain juga tertarik masuk ke bisnis ini seperti pabrik baja dan perusahaan baterai lain.



China yang awalnya memiliki cadangan bahan Lithium. Sekarang tidak mencukupi, dan mengambil produk dari Kongo serta Chili.

Pabrik SungEei HiTech memproses 8000 ton pertahun untuk bahan lithium dan sisanya adalah logam bekas yang di daur ulang.
Dari bahan tersebut dihasilkan 830 ton lithium fosfat, 1000 ton kobal dan 600 ton nikel.
Tahun 2019 diharapkan dapat meningkat sampai 24 ribu ton, dan akan terus diperluas pada tahun 2021 termasuk memenuhi kebutuhan luar negeri.

Daur ulang sampah elektronik di Koera untuk bahan lithium dan kobalt

Bahan kobal dalam 3 tahun terakhir terus naik. Antara tahun 2016-2017 naik sampai 4 kali lipat. Korea Utara mengimpor 3,5 juta ton nikel dan bahan kobal mencapai 13,972 ton di tahun 2017 lalu.
Samsung mungkin sudah melalukan bisnis untuk daur ulang.

Dengan daur ulang komponen elektronik, mungkin dapat membantu peningkatan harga komponen elektronik. Dan industri Korea Selatan dapat melepas ketergantungan mengimpor bahan mineral dari pertambangan mentah. Masih ada lagi perusahaan skala kecil, setidaknya 150 usaha lain yang ikut mendaur ulang sampah.

Perusahaan SungEel mengatakan proses produksi daur ulang sampah tidak rumit dan mesin mereka bekerja secara otomatis. Setelah pekerja mengeluarkan bahan yang di recycle, dan dikeringkan. Bahan digiling menjadi bubuk untuk dipisahkan berdasarkan individu logam.
Perusahaan menerima sampah elektronik sekitar 60-70 dari Amerika dan Eropa, sisanya dari Korea sendiri.
Banyak perusahaan daur ulang mencari bahan utama yaitu emas dan perak. Tetapi SungEei lebih memilih mendaur ulang bahan Kobal dan memproduksi bubuk logam yang di ekstrak.

Berapa banyak sampah plastik digunakan manusia. 44,8% digunakan untuk kemasan, termasuk botol minuman dan tas plastik. Angka sampah plastik dapat dikatakan fantastik, melebihi produk yang pernah dibuat oleh manusia kecuali semen dan besi. Apakah manusia ikut terkontaminasi plastik.

Baterai NantEnergy dengan bahan seng atau zinc mamberikan media penyimpan baterai di  beberapa desa di Asia dan Afrika. Termasuk digunakan untuk menara ponsel di Amerika dalam 6 tahun terakhir. Biayanya hanya $100 per kWh untuk baterai solar cell atau panel surya. Harga tersebut sudah cukup rendah untuk mengubah energi listrik dapat disimpan

Ketika listrik padam, rumah Rosa tetap menyala. Bahkan dijuluki sebagai rumah kunang kunang karena dirumahnya saja yang masih bersinar. Sering mengalami pemadaman listrik, Rosa akhirnya memasang instalasi panel surya. Biaya listrik perbulan turun, bahkan hanya membayar 5% dari biasanya.



Bagaimana memanfaatkan baju bekas. Mungkin sudah sedikit sobek atau terkena kotoran tinta. Dan tidak layak di pakai lagi. Satu tip daur ulang baju bekas dapat di jadikan sarung bantal. Mengunakan baju bekas orang dewasa menjadi baju baru anak anak.

Sekarang kita akan bertanya, sampai kapan bahan bakar habis. 100 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sebentar lagi. Pikirkan saja dalam waktu 8 tahun mungkin sudah tidak banyak mobil bensin dan diesel. Bahan bakar minyak tetap ada tapi tidak ada yang tertarik mengunakan kendaraan bensin.

Sebuah perusahaan asal Kanada mendaur ulang kontainer bekas ukuran 6 meter dan 12 meter untuk kolam renang pribadi di rumah. Tidak perlu membuat tempat untuk kolam renang, tidak perlu mengali. Cukup dipasang di belakang rumah.

Membuat dudukan smartphone dari barang bekas. Seperti box bekas pelindung, kotak bekas harddisk dapat dibuat untuk dudukan smartphone di rumah atau tempat kerja. Hanya mengunakan gunting untuk membuat lubang dudukan sandaran smartphone sendiri. Dan bisa dikerjakan dalam beberapa menit.



Perusahaan EcoDomus merubah masalah lingkungan dari sampah plastik menjadi solusi rumah.  Plastik menjadi bahan ajaib di abad ke 20. Sekarang sampah plastik dapat dijadikan bahan bangunan. EcoDomus mengambl sampah setiap hari sektiar 5,5 ton, dan di daur ulang menjadii tembok rumah dengan 120 papan perhari.

Daur ulang barang bekas dari kayu menjadi bangku, botol pastik menjadi tempat barang, botol selai menjadi tutup lampu, pengikat barang jadi tas dan lainnya Kay bekas dapat dijadikan kursi duduk. Membuat lampu dari gelas atau toples kaca, atau membuat parkir tempat sepeda dari kayu bekas.


No popular articles found.