Boeing KC-46 Pegasus adalah pesawat tanker udara.

Tipe pessawat dikembangkan oleh Boeing dari disain jet Boeing 767.

Disain pesawat Boeing KC-46 Pegasus dipilih pada tahun 2011 oleh angkatan udara Amerika USAF. Untuk penganti tanker KC-135 Stratotanker.

Pertama terbang 2015, dan resmi disiapkan tahun 2018. Harga sebuah pesawat sekitar 147 juta dollar.

Mengunakan 2 mesin Pratt & Whitney PW4062, dengan kcepatan terbang 915 km perjam (maksimum), dan konstan 851km perjam.
Seperti pesawat seperti jet komersil berada di rentang 12km di atas permukaan laut.

Belum banyak negara yang memiliki pesawat tanker udara untuk pengisian bahan bakar ke pesawat lain kecuali Amerika Serikat


Korea Selatan dikabarkan telah  memiliki 4 tanker udara dengan 4 Airbus A330 MRT.
Jepang memilih 3 tanker Boeing KC-46
Inggris memilih KC-46 untuk penganti pesawat tanker lama.
Dan Kanada sedang menyiapkan penganti CC-150 Polaris dari buatan Boeing.

Indonesia masih mempelajari antara Boeing KC_46 dan Airbus A330 MRT dalam modernisasi peralatan pesawat.
Pertimbangan bagi Indonesia cukup ketat. Karena mempertimbangkan tipe pesawat jet tempur yang dimiliki saat ini, biaya pengoperasian, kebutuhan di masa mendatang. Serta paling dipertimbangkan adalah pendanaan dan tranfer teknologi ke pihak Indonesia.

India mempertimbangkan beberapa pilihan, dari Boeing, Aibus dan Ilyushin (terakhir di diskualifikasi).

Kebutuhan pesawat tanker udara KC-46 Pegasus.
Salah satunya untuk memberikan bahan bakar di udara bagi pesawat angkat.

Amerika memiliki pesawat angkat Globemaster untuk pengiriman bantuan sampai peralatan perang. Pesawat angkut militer terbesar di dunia ini dapat terbang nonstop tanpa berhenti untuk  pengisian bahan bakar. Dan telah diuji coba bersama Boeing KC-46.

Pesawat KC-46 dibuat fleksibel. Selain sebagai tanker terbang, dapat membawa 104 penumpang, 18 cargo, 53 medis

Pengisian bahan bakar di udara

Salah satu teknologi dibawah ini mungkin terlihat baru.

Ketika 2 pesawat KC-46 bukan mengisi bahan bakar ke pesawat lain di udara, tapi memindahkan bahan bakar ke pesawat lain.

Salah satu pesawat memindahkan 146 ribu pound bahan bakar ke pesawat lain Dengan kecepatan pompa mencapai 1200 gallon per menit.

Pengisian bahan bakar di udara KC-46

Pengisian kedua pesawat adalah rangkaian test yang harus dilewati. Untuk mendapatkan sertifikasi FAA atau STC.
Kapal tanker yang dirancang harus melewati batas standar yang ditentukan.

Pesawat telah di uji terbang selama 2700 jam, dan telah melakukan percobaan pengisian bahan bakar bagi berbagai pesawat seperti F-16

Pesawat KC-46 seharusnya telah siap pada bulan Oktober 2018. Tetapi masih menunggu penyelesaian masalah untuk di kirim ke USAF.