Perkiraan cuaca dapat dilakukan dengan simulasi computer yang komplek.

Mengambarkan atmofer, termasuk pergerakan udara, panas matahari, dan formasi awan serta hujan.

Ramalan cuaca dapat diprediksi setidaknya sampai 5 hari ke depan dengan teknologi modern. Tanpa computer, perkiraaan cuaca hanya memiliki akurasi sampai 3 hari.

Tetapi kita tidak perlu mengunakan super computer untuk perkiraan cuaca.

Bila ingin memprediksi dalam hitungan jam ke depan, dapat mengandalkan visual. Yah, dengan melihat jenis awan, suhu yang dirasakan.

Kita dapat mengenali bentuk formasi awan, dan dapat diperkirakan apakah akan terjadi hujan. Atau cuaca akan tetap cerah.

Awan Cumulus
Awan ini terbentuk ketika udara mendingin sampai ke titik embun. Suhu dimana udara tidak dapat  menahan semua uap air di bagian awan.

Pada suhu tersebut, uap air akan membentuk tetesan air dan awan yang terbentuk berubah ke bentuk berbeda.
Awan yang naik akan mencapai ketinggian tertentu dan bersentuhan dengan area dingin.

Pada hari cerah, radiasi matahari akan memanaskan tanah. Pada gilirannya juga memanaskan udara diatasnya. Udara hangat ini akan naik secara konveksi dan membentuk Kumulus. Awan tipe Cumulus memiliki bentuk seperti kapas.



Jika kita melihat langit yang dipenuhi awan kumulus. Dan tidak lama awan akan membentuk basis mendatar dan saling berjajar. Dan berada pada tingkat atau ketinggian yang sama. Maka awan tidak akan jatuh menjadi hujan.
Kita akan aman, walau cuaca terlihat berawan.

Jenis awan Kumulus tidak memberi hujan


Awan Cumulonimbus
Awan Cumulus dapat terbentuk menjadi besar, dan membentang naik lebih tinggi naik ke atmofer.
Bila melihat bentuk awan ini, kemungkinan besar akan terjadi hujan lebat.

Umumnya awan Cumulonimbus terjadi pada musim panas. Dari awan Cumulus di pagi hari dapat berubah dan terbentuk menjadi awan lebih besar Cumulonimbus (hujan badai) di sore hari.

Awan Cumulonimbus dapat terlihat dengan baik, membentuk seperti awan yang naik lebih tinggi tapi tipis di bagian tepi.
Awan jenis ini tidak lagi terbentuk akibat tetesan air, tetapi dari kristal es. Penerbangan juga menghindari melintas di bagian awan ini.

Terjadinya hujan akibat awan Cumulonimbus, ketika udara hangat naik secara konveksi. Secara bertahap mulai mendingin sampai suhu yang sama dengan atmofer di sekitar. Pada tingkat tersebut, udara dan awan tidak lagi terapung, dan tidak dapat naik lebih tinggi. Dan dimulai proses hujan.

Jenis awan Cumulonimbus memberi hujan dan petir

Awan Cirrus
Terbentuk di bagian atmofer yang sangat tinggi. Terlihat seperti garis kecil dan tipis halus serta tidak menutup bagian langit. Seluruh bagian awan Cirrus terdiri dari kristal es.

Bila udara hangat yang lebih ringan mendorong awan ini ke tempat lebih tinggi dimana udara semakin dingin.
Awan yang terlihat semakin menipis menunjukan akan terjadi hujan setidaknya dalam 12 jam ke depan.

Jenis awan Cirrus memberi hujan

Awan Stratus
Bentuk awan Stratus adalah bagian awan yang rendah dan menutup semua bagian langit.



Startus terbentuk dari udara yang naik perlahan, atau dorongan angin dan membawa udara lembab dari permukaan tanah / laut yang dingin.
Awan stratus yang tipis kadang bisa cepat berubah berwarna suram atau gelap.

Tetapi bukan berarti awan Stratus akan membentuk hujan dan badai. Umumnya hanya mencapai hujan gerimis ringan.
Awan Stratus identik dengan kabut.

Jenis awan Startus kadang tidak membentuk hujan


Awan Lenticular
Jenis awan Lenticular tidak memberikan informasi apakah akan terjadi hujan. Tetapi memberi gambaran kondisi cuaca dari gerakan atmofer yang luar biasa rumitnya.
Bentuk awan yang halus terebentuk akibat kekuatan udara di atas pegunungan.

Ketika melewati gunung, udara akan kembali ke tingkat sebelumnya. Saat turun maka awan akan menghangat dan awan kembali menguap.

Jenis awan Lenticular terbentuk akibat tekanan udara atmofer

Jenis awan dengan ketinggian.
Tidak semua awan dapat dibedakan apakah membawa hujan atau tidak.

Bagian lain adalah tempat awan yang berada di ketinggian.

Jenis awan

Awan Cirrus, Cirrocumulus dan Cirrostratus umum berada di ketinggian 3-7km. Dan berada di ketinggian 20-60km dari permukaan bumi bila berada di wilayah tropis.

Awan Altocumulus, dan altostratus akan berada di ketinggian 2-4km, di wilayah tropis berada di ketinggian 7 - 7,6km.

Awan Stratocumulus, Cumulus dan Stratus adalah awan yang rendah, dan berada di ketinggian 2km di wilayah tropis.



Dan masih ada beberapa jenis awan lain, seperti bentuk yang unik. Dapat berbentuk seperti ombak atau bola di atas langit.
Setidaknya awan Cumulonimbus dengan bentuk sangat besar dan naik ke atas, adalah awan yang sangat mudah di prediksi akan terjadi hujan.