Timelapse Everest dan Bima Sakti fotografer Elia Saikaly


Kategori : Digital | Date : 29 March 2018
Fotografer dan pembuat film  Elia Saikaly mampir ke gunung Everest.

Dia membuat pemandangan dengan foto galaksi Bima Sakti disana.

Sementara para pendaki tidur, dia mengabadikan pemandangan dengan camera Canon.

Ketika langit gelap dan udara dingin. Memperlihatkan apa yang dilihat di atap tertinggi dunia.

Elia menceritakan pengalaman membuat foto Timelapsenya.

Dia berada di Camp2 pada ketinggian 6.200 meter. Elia tidur tidak jauh pada ketinggian 6000 meter selama 3 hari.

Timelapse Everest dan Bima Sakti fotografer Elia Saikaly

Foto dibuat pada jam 11 malam sampai jam 2 pagi. Ketika langit sangat cerah dan pemandangan terbuka.

Elia mengatakan dia tidak pernah melihat langit dengan galaksi BIma Sakati sejerih seperti yang dilihat di Everest. Begitu hidup dan sangat hidup katanya.

Tidak mudah membuat foto yang satu ini.



Karena camera, shutter, baterai dan manusia dibekukan di ketinggian 6000 meter.

Foto dibuat dari Canon 1D C, 2 unit 5D Marks, 5DS R dan lensa 24mm, 16mm dan 11-24mm.



Membuat foto Timelapse galaksi waktu terbaik ada di bulan Maret sampai Agustus.

Oktober 2018, satu camera lebih kecil dengan model TinyMos Nano1. Memiliki ukuran 3x lebih kecil dari Tiny1 yang dirilis 2015. Disain lebih portabel, disebutkan kemampunanya 3x lebih baik dibanding Tinymos Tiny1. TinyMos Nano1 mengunakan sensor Sony dengan resolusi foto 12MP dan merekam video 4K.

Nikon Astro D850 aslinya adalah dari bodi Nikon D850. Dirancang untuk foto astronomi, perbintangan dan galaksi. Memiliki internal pendingin dengan heatsink dan fan khusus. Bagian depan ditempatkan unit filter.  Membuat camera lebih besar dari ukuran bisa, karena sensor dipindah ke bagian depan

Fotografer Tristan merekam 2 pendaki yang menaklukan El Capitan. Tebing setinggi hampir 1000 meter, rata rata pendaki membutuhkan waktu 3-4 hari. Tapi kedua pendaki ini memecahkan rekor kurang dari 3 jam. Bagaimana mereka mendaki, teknik yang unik terlihat dalam video Timelapse. Kedua pendaki terlihat terpisah tapi saling bekerja sama.



Dipanggil Birdman, ahli meteorologi asal Perancis menjadi pemandu burung dan pilot selama 20 tahun. Sebuah karya tentang alam, mengabadikan angsa terbang begitu dekat bagi wisatawan. Perjalanan pemandu burung harus melintas antar negara.

Adrien membuat video timelapse. Tapi satu tingkat dari fotografer profesional. Pergi ke beberapa negara di tahun 2017. Hasil videonya  sekelas Nasa. Bahkan selama foto dibuat sempat terlihat meteor sampai satelit lewat

Asif Islam membuat video timelapse, dimana bintang. Di kota tidak dapat mengabadikan bintang, bagaimana bila kita menjauh dari kota. Bahkan mencapai tempat di taman nasional. Disana langit tampak berbeda, dan terlihat penuh dengan bintang serta galaksi Bima Sakti.

Ketika terbang pada malam hari, lihat ke arah selatan. Mungkin anda akan melihat galaksi Bima Sakti. Dibuktikan oleh Wick adalah pilot Swiss Airline berusia 30 tahun. Mengunakan camera yang ditaruh di ruang pilot, dia merekam penerbangan dari Zurich ke Sao Paulo dengan camera.



Fotografer Murali kembali memberikan pelajaran, bagaimana melihat nebula Orion. Melihat garis galaksi pada prinsipnya sama, menjauhi polusi lampu di kota. Cahaya lampu yang menerangi atmofer akan menutup cahaya bintang termasuk cahaya dari orion nebula.

Tim Uncaged mencoba mengabadikan galaksi Bima Sakti dengan teknik video Timelapse. Hasilnya sangat menarik, dan diambil pada bulan Agustus 2016 lalu. Dimana beberapa anak sekolah dan sekitar 600 astronom berkumpul untuk mengabadikan hujan meteor Perseids.

Mengabadikan galaksi di kota sangat berbeda dibanding daerah bebas cahaya, dimana daerah yang tepat. Foto galaksi Bima Sakti di atas Jakarta 4 Juli 2016 jam 1:45, inti galaksi yang tidak pernah kita lihat. Pada tanggal 18 April 2016, dengan mudah untuk membuat foto galaksi di tempat terang dari tengah kota. Teknik foto galaksi Bima Sakti

Dari judul Patience atau kesabaran, dengan efek video menarik. Video Timelapse ini hasil kompilasi fotografer Paul RIchardson. Dia membuat film pendek selama melakukan perjalanan di Eropa dan beberapa lokasi lain. Hasilnya 300.000 foto untuk membuat video singkat dikumpulkan selama 2 tahun

Sean mahasiswa pHD astronomi membuat video di puncak gunung Mauna Kea Hawai. Foto diabadikan dekat dengan teleskop observasi. Walau mengunakan camera Canon, dia lebih mengandalkan lensa produsen non Canon. Untuk mengisi baterai, mengunakan baterai lithium RC sebagai powerbank.

Konstantinos Vasilakakos membuat video timelapse dengan latar belakang galaksi Bima Sakti. Lengkap dengan video resolusi 4K. Dia mengabadikan galaksi Bima Sakti mengunakan camera Nikon D610 ditambah 3 lensa Samyang 14mmf2.8, Nikkor 50mm f1.4 dan Nikkor 70-200f.28


No popular articles found.