Ini dunia internet, dan semua di akses via online. Bagaimana dengan kompetisi foto kelas dunia.

IPOTY- International Photographer of the Year 2017 kelihatannya bergengsi.

Kompetisi foto IPOTY mengenakan biaya kepada fotografer yang mengirim fotonya untuk di perlombakan.

Katanya foto yang masuk akan di nilai oleh para juri. Termasuk juri kelas dunia.

Tetapi apakah benar IPOTY memang mengunakan juri yang terdaftar di situs mereka.

Pada kontes terakhir di tahun 2017, ternyata beberapa nama juri yang dimasukan ke dalam situ IPOTY bahkan tidak mengetahui, serta pernah di minta tapi tidak pernah melakukan tugasnya sebagai juri.

Penipuan kompetisi foto IPOTY International Photographer of the Year  cuma tipu tipu

Jessica Auer dan Naomi Harris menjadi nama sebagai juri di IPOTY.

Keduanya menceritakan sebenarnya nama mereka yang dipakai. Ada yang dihubungi dan diminta sebagai juri. Tapi tidak pernah di panggil kembali.

Dari 11 nama fotografer yang telah dikonfirmasi juga tidak mengetahui adanya kontes foto tersebut. Ada yang mengirim email dan menanyakan nama mereka masuk daftar, tapi sudah 2 minggu tidak dijawab.



IPOTY sudah terlihat jelas penipuan di internet. Dimana para pencinta foto, hobi dan kalangan profesional membayar sejumlah uang untuk foto yang mereka sertakan dalam kompetisi.
Aturan IPOTY mengharuskan mereka yang ikut serta membayar $15-20, dan minimum usia peserta 18 tahun.

Yang mendapat uang tentu yang membuat situs atau acara IPOTY. Sedangkan nama juri dari kalangan profesional hanya disertakan.

Siapa pemenangnya tentu ada, tapi tentu saja tidak jelas dan bisa saja di penyelengara yang menentukan sendiri atau jangan jangan dari mereka sendiri juga.

Masalah IPOTY bukan di tahun 2017 saja. Tahun 2015 dari pihak yang sama meminta juri benar benar menilai foto yang masuk.

Tapi nama si fotografer saja yang dipakai, dan tidak menganggap nama baik mereka.

Bagaimana dengan nama mitra yang ada di daftar pendukung acara tersebut. Setelah dihubungi tapi belum mendapat jawaban.
Masih ada lagi, akun IPOTY untuk tahun 2018 ini juga dihapus dan hilang dari Facebook.
Salah satu skandal penipuan kelas dunia, walau masih skala recehan. Jadi cari saja yang gratisan, toh ketipu juga cuma foto aja yang dikirim.
Berapa nilainya, IPOTY kemungkinan mendapatkan 131-223 ribu dollar.

Kontes foto Monochrome Photography Awards
Kompetisi foto ini juga mencurigakan. Memiliki struktur web seperti IPOTY.
Kabarnya juri yang ada tidak terlibat dalam penilaian foto.
Nama Stavars telah sebulan menghilang dari internet. Tapi masih ada informasi tentang nama Stavars dari cache internet.
Tapi nama pendiri tersebut memiliki beberapa situs, dan terlihat mengunakan IP server yang sama.

2 kontes foto dengan nama  International Photographer of the Year dan MonoVisions Photography Awards juga berada di server yang sama.
Untuk menghubungi pihak penyelengara, hanya ada sebuah form dan alamat email.
Cerita scam di internet ini sudah lama terjadi. Sebastian Markis memiliki profil kosong di sosial media.  Katanya pernah di wawancarai oleh sebuah media Monovisions. Nyatanya nama Sebastian Markis kemungkinan tidak pernah ada atau nama samaran dari si penipu Stavars.