Teleskop Hubble menemukan galaksi NGC 1277, tapi peneliti mengatakan ini galaksi yang aneh.

Galaksi NGC 1277 memiliki ukuran 1/4 dari Bima Sakti, tapi memiliki populasi bintang yang aneh.

Ditemukan pertama tahun 1975 oleh Lawrence Parson.

Yang lebih aneh lagi, inti galaksi di tengah terdapat sebuah lubang hitam supermasif atau sangat besar. Massanya mencapai 17 miliar lebih besar dari matahari kita.

Dengan lebar hanya 1/4 galaksi kita, lubang hitam tersebut memiliki massa 14% dari seluruh isi galaksi.

Galaksi NGC 1277 aneh isinya di dominasi lubang hitam

Secara umum, inti lubang hitam raksasa yang normal, rata rata hanya mencapai 0,1% dari isi seluruh galaksi.

Karl Gebhardi tim peneliti universitas Texas Austion mengatakan ini galaksi benar benar aneh. Ini isi semuanya hanya lubang hitam, dan dapat menjadi objek penelitian dimana kelas baru tipe galaksi.
Yang dimaksud isi debu dari galaksi tertarik ke dalam lubang hitam, membuat ukuran lubang hitam menjadi sangat besar (dalam massa).

Jarak galaksi NGC 1277 mencapai 240 juta tahun cahaya. Letaknya di cluster Perseus.  Galaksi tersebut terlalu agresif melahirkan bintang, 1.000x lebih cepat dari galaksi kita.

Keunikan lain, diperkirakan terjadi pada sekitar 10 miliar tahun terakhir. Kumpulan bintang cukup langkah atau bintang tua yang terlihat tidak berubah.



Peneliti memperkirakan galaksi NGC 1277 mengalami ledakan bintang cukup lama. Kondisi bintang disana di aduk aduk 1000x lebih cepat. Setelah semua proses selesai, galaksi menjadi stabil dan tenang.

Peneliti memperkirakan 1 dari 1000 galaksi besar merupakan galaksi aneh seperti ini.

Keunikan lain. Disana terdapat 2 kelompok bintang, antara bintang merah dan biru.
Bintang merah adalah bintang tua yang kaya akan logam dan lahir bersamaan dengan proses pembentukan galaksi. Artinya bintang berwarna merah telah melewati proses daur ulang dan menjadi generasi bintang ke sekian kali.

Bintang berwarna biru disana juga muncul, cenderung memiliki bahan metal lebih sedikit.

Bila terdapat 2 kelompok bintang merah dan biru hadir di sebuah galaksi, galaksi ini diperkirakan telah menelan galaksi lain atau galaksi satelit yang lebih kecil.
Bintang berwarna biru adalah bintang baru. Karena gas dan debu disana sudah terpakai untuk membentuk bintang lebih tua.
Sedangkan satelit galaksi yang tertarik itulah yang menghasilkan bintang baru berwarna biru. Itu analisa dari Michael Beasley, juga Instituto de Astrofisica de Canarias yang baru pertama kali melihat tipe galaksi NGC 1277.

Perbedaan bintang merah menunjukan galaksi tersebut pernah berhenti memproduksi bintang cukup lama.
Kurangnya jumlah bintang berwarna biru menunjukan NGC 1277 tidak pernah tumbuh lebih jauh lagi.

Di galaksi Bima Sakti terdapat lebih dari 180 kelompok gugus bola bintang (Globular Cluster) berwarna merah dan biru. Munculnya cukup banyak gugus galaksi, karena galaksi Bima Sakti terus menarik galaksi satelit dan setidaknya beberapa lusin galaksi satelit ikut masuk ke dalam.

Posisi galaksi NGC 1277 memiliki posisi unik, berada di cluster galaksi Perseus, disana terdapat 1000 galaksi.
Tetapi galaksi NGC 1277 juga bergerak amat cepat. Ketika melewati kelompok galaksi lain, galaksi NGC 2177 cenderung tidak menabrak galaksi lainnya.
Akibatnya galaksi ini tidak sempat menarik isig alaksi lain untuk menjadi bagiannya.

Peneliti mencari galaksi sejenis dengan peralatan Sloan Digital Sky Survey dan menemukan 50 kandidat galaksi yang padat dan cukup besar.
Hanya NGC 1277 yang teridentifikasi memiliki ukuran lubang hitam jauh lebih besar dibanding galaksi lain.



+ www.nasa.gov