Di era digital, foto adalah file digital

Dahulu sebuah camera memerlukan film. Kita haru membeli dalam bentuk roll film berisi 24 - 36 film, termasuk ukuran ISO tersendiri.

Setelah mengambil gambar, film akan di cetak di studio foto. Proses awal adalah mencuci film menjadi film negatif.

Teknologi film sudah lama ditinggalkan.
Kita sekarang dapat mencetak langsung dari file foto digital yang lebih praktis.
Dimulai akhir abad ke 20 atau sekitar akhir 2000an teknologi digital camera mulai di kenal umum.

Foto saat ini disebut sebagai file foto digital positif. Dimana kita dapat melihat langsung file sesuai warna aslinya pada perangkat elektronik.
Proses foto digital diawali dari membuat foto atau gambar yang melalui lensa, dan diteruskan sampai tertangkap ke sensor digital.
Lalu diproses pada sensor sesuai warna RGB. Dan disimpan dalam format file  foto digital seperti JPG, TIFF atau RAW dengan memory card.
Bentuknya berubah menjadi file foto digital tanpa memerlukan film.

Dahulu untuk mencetak foto harus dibuat dari film. Kata singkatnya diawali dari tahap membuat film negatif, tahap selanjutnya proses mencetak foto
Jadi ada urutan proses. Pertama membuat foto terlebih dahulu dengan film analog.
Film foto dibawa untuk di proses pencucian. Terakhir foto dicetak.

Tahapan, menjepret sana sini, gambar foto akan disimpan dalam film roll tertutup, di proses ke mesin pencetak untuk pencucian foto atau proses manual di studio.



Bila ingin mencetak, maka proses kedua dengan membawa file foto hasil cuci, masuk ke dalam sistem lain di dalam mesin cetak foto.
Di dalam mencetak foto, cahaya lampu mesin cetak akan menyinari klise foto, dan bayang film jatuh ke kertas foto.
Proses membutuhkan waktu, dan bahan kimia, sampai menjadi cetakan foto diatas kertas.

Teknologi cetak foto digital tidak berbeda dengan teknologi cuci cetak negatif foto jaman dulu.

Bedanya ada bagian yang dihilangkan yaitu cuci foto, kita tidak lagi membutuhkan klise film negatif. Dan langsung melalui proses cetak foto.
Atau dicetak dengan printer berwarna, dan peralatan digital lain.

Cukup dengan file yang disimpan di memory card ke studio foto. Dan studio cetak foto yang memproses menjadi cetakan foto.
Disini bagian mencuci film tidak dilakukan, karena prosesnya adalah foto digital dan mengunakan sensor camera.
Proses klise foto negatif di mesin cetak digantikan dengan bayangan cermin khusus untuk repro gambar.

Gambar digital adalah gambar positif yang dapat kita lihat sesuai aslinya.

Mungkin dari kita ada yang menyimpan klise negatif film jaman dulu. Dan ingin melihat foto kembali / merepro menjadi gambar positif seperti dilihat di smartphone atau computer. Atau mencetak ulang dari sumber klise film.

Bagaimana menampilkan gambar ulang dari film negatif menjadi foto digital

Tekniknya sangat mudah, dengan perangkat yang kita miliki sebenarnya dapat dilakukan untuk merubah film negatif menjadi gambar yang dapat dilihat

Cara merubah film negatif, dapat mengunakan mengunakan layar smartphone, layar computer / notebook sebagai lampu.
Memberikan bayangan dari klise film negatif, dan kita mengambil ulang gambar negatif dengan camera.
Dengan cahaya dari layar notebook dan smartphone, sudah cukup bagi kita dalam merepro ulang sebuah foto.

Contoh gambar dibawah ini mengunakan layar smartphone, untuk klise film negatif hitam putih.

Merubah film negatif menjadi foto digital

Untuk film negatif berwarna

Karena ukuran film berwarna dimulai dengan ukuran 35mm. Ukuran klise film semakin kecil



Disini disarankan mengunakan cahaya dari lampu. Misal lampu LED, lampu LED TL dan lainnya.

Caranya dengan menempelkan klise film di depan cahaya lampu agar warna negatif dari foto lama dapat terlihat dan ditangkap dengan camera.

Merubah film negatif berwarna menjadi foto digital berwarna

Bila ingin mengunakan lampu smartphone atau layar monitor LCD. Sebaiknya ditambahkan dengan difusser atau pembias cahaya.
Dapat berbentuk plastik, kertas tembus pandang, agar bercak pixel LCD dapat dihilangkan dan membias, dan dot pixel LCD tidak muncul.

Mengingat layar LCD terdiri dari banyak pixel. Bila film diletakan langsung pada layar tipe LCD.
Maka dot pixel layar ikut tampak di dalam foto.

Contoh pada gambar dibawah ini. Klise film negatif berwarna yang ditempelkan pada layar smartphone.
Akan memunculkan garis dari cahaya dot pixel layar LCD.

Klise film negatif akan muncul bercak seperti dot pixel di monitor dan layar smartphone

Cara membuat foto negatif menjadi positif dapat dilihat gambar dibawah ini.

Bagian paling depan adalah cahaya untuk menyinari klise film, lalu ditutup dengan klise film negatif, dan terakhir sensor camera untuk menangkap gambar negatif.

Cara mengambil gambar untuk foto film klise negatif dengan camera DSLR

Bagian penting adalah fokus dari lensa camera selama proses repro.

Bila memiliki camera DSLR akan memudahkan kita memfokus dari klise foto, maka hasil foto negatif menjadi sangat baik dan tajam.

Beberapa camera smartphone memiliki kemampuan dengan fokus akurat dan tajam. Sedangkan camera DSLR kita dapat memfokus lebih mudah langsung pada lensa.

Merubah film  negatif berwarna dengan camera DSLR fokus dan tajam

Proses merubah negatif film foto menjadi file digital

Setelah mengambil gambar film negatif seperti teknik di atas, hasil tetap dalam gambar foto negatif.

Hanya bentuk gambar sudah kita pindahkan dari film negatif menjadi file digital.

Mengunakan 2 software Adobe Lightroom dan Adobe Photoshop.

Kita tinggal membalik file foto negatif menjadi positif. Caranya dengan membalik semua warna dengan Lightroom mengunakan fitur Tone Curve.
Atau mengunakan fitur Invert mengunakan software Photoshop.

Contoh merubah klise film negatif menjadi foto digital



Bila ingin merubah foto negartif menjadi foto digital. Dapat mengikuti tip video dibawah ini.



Tip ini bermanfaat untuk.
Siapa tahu masih ada klise negatif film dirumah yang disimpan, kita dapat belajar melakukan proses repro film
Sekarang kita dapat merepro ulang foto lama, dan membuat backup atau menyimpan dalam bentuk digital.
Melihat kembali seperti apa foto lama, misal foto keluarga tapi hanya tersisa negatif film saja.
Menyimpan dengan baik dengan format foto digital, sebelum semua kenangan menghilang dalam klise film lama.
Bila hasilnya baik, hasil foto repro dapat kita cetak di studio foto digital.