Tahun 2017 seorang peretas membersihkan server computer dari perusahaan spyware.
Semua file seperti file foto, dan data dihapus dari server mereka.

FlexiSpy secara aktif menawarkan produk aplikasi mata-mata bagi pacar yang pencemburu di retas oleh hacker putih.

15 Februari 2018. Satu lagi peretas juga membersihkan server cloud milik perusahaan Retina X Studio.
Perusahaan berbasis di Florida menjual aplikasi Spyware, targetnya untuk orang dewasa untuk pengawasan anak anak.

Tapi yang terjadi berbeda. Aplikasi di infeksi ke rekan / kerja mereka tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Aplikasi mata mata malah balik di bobol oleh peretas

Di dunia nyata, tidak ada yang mengetahui siapa yang sedang diawasi.



Banyak orang mulai menginfeksi perangkat mata mata secara diam diam di telepon pacar, anak anak hanya untuk mengawasi.
Membuat aplikasi spyware mampu mengendalikan penuh untuk melihat isi perangkat seperti foto dari ponsel, membaca pesan, atau daftar situs yang mereka kunjungi sampai melacak keberadaan mereka.

Juru bicara Retina x mengatakan via email. Mereka sudah menditeksi adanya pelanggaran data baru sejak tahun 2017. Tapi hari Jumat pagi diketahui peretas memberi kabar data di server mereka di hapus. Walau pihak perusahaan Retina X belum mengkonfirmasi bahwa sistem mereka sudah disusupi.

Kepada harian Motherboard, peretas mengatakan mereka menghapus sekitar 1TB data.

Alasannya. Mereka menganggu privasi khususnya anak muda. Dan aplikasi tersebut memang menganggu orang lain. Hal inilah yang memotivasi dirinya menghapus semua data di perusahaan Retina X.
Saya tidak ingin hidup di dunia dimana generasi muda tumbuh tanpa hak privasinya.

Aplikasi Retina X dibuat untuk mengakses foto dan hal penting, lalu dikirim ke server Cloud Rakspace. Peretas menemukan kunci dan kontainer di dalam aplikasi Android PhoneSheriff dari salah satu produk Retina X.

Penemuan kunci API tersebut sengaja dikaburkan. Peretas khawatir ada hacker lain yang memanfaatkan kunci tersebut, dan mereka malah berniat yang tidak benar.