Aplikasi olahraga melacak pangkalan militer


Kategori : Security | Date : 30 January 2018
November 2017, layanan aplikasi olahraga berbasis mobile phone meluncurkan peta yang mengupdate kemana aktivitas penguna

Data lokasi penguna dapat melihat semua member secara terbuka.

Termasuk tempat tempat populer untuk olahraga, lokasi tempat berlari dari setiap pelari. Sekaligus data pangkalan militer.
Yang terakhir ini agak unik, tanpa disadari tentara mengunakan aplikasi yang mencatat lokasi via GPS.

Tidak itu saja, pelacakan nomor telepon kabarnya dapat dilihat antar member.

Intinya, aktivitas seseorang yang seharusnya menjadi data pribadi menjadi terlihat di seluruh dunia. Kelihatannya lucu, bila seseorang mengaktifkan aplikasi dan melihat berapa jauh aktivitas yang dilakukan ternyata dilihat juga oleh para member diseluruh dunia. Termasuk tempat vital seperti area militer.

aplikasi melacak keberadaan seseorang

Tidak hanya Strava, situs layanan dewasa juga mencatat negara mana saja para pengunjung situs dewasa Pornhub.

Peneliti keamanan Jepang pernah menemukan kelemahan dari aplikasi grindr. Sangat mungkin sistem mereka melihat kemana para member sedang berada.

Tahun 2010 Foursquare layanan media sosial meminta lokasi ketika member ingin Logon. Data keberadaan member juga tampil secara tidak sengaja.

Bocornya data dengan teknologi satelit bukan pertama dilakukan oleh Strava. Tapi banyak aplikasi yang mengunakan pencatatan kemana seseorang pergi. Tujuannya untuk mendapat data geografi, atau membuat pelacakan bagi teman dan keluarga.



Banyak aplikasi meminta akses ke informasi pribadi, walau sebenarnya tidak diperlukan.

Tujuan pembuat aplikasi mengambil data agar penguna dapat melihat iklan yang tepat.

Contoh saja sebuah aplikasi Jam Alarm, meminta akses terlalu banyak. Meminta data panggilan telepon, lokasi, media dan lainnya untuk diakses oleh aplikasi. Jelas tidak ada hubungannya dengan fungsi aplikasi Jam Alarm.
Biasanya pembuat aplikasi akan mengambil data dan menjual ke pihak lain yang membutuhkan. Dan data pribadi akan dibuat anonim tanpa nama.

Facebook, Google, Tripadvisor atau Groupon, perusahaan tersebut mengambil data penguna. Tapi datanya disimpan dengan sangat baik. Walau layanan internet raksasa akan selalu memantau aktivitas penguna termasuk lokasi.

Kasus Strava untuk aktivitas olahraga mendadak heboh di media internet. Karena member di seluruh dunia dapat melihat keberadaan orang lain. Kesalahan bukan di Strava tapi member yang tidak memperhatikan setting default aplikasi yang seharusnya dinonaktifkan.

Pilihan untuk menonaktifkan lokasi kepada orang lain dapat di nonaktifkan, tapi menu setting agak tersembunyi. Dan penguna umumnya langsung mendaftar dan mengunakan tanpa melihat setting lebih lanjut.

Strava sudah menyatakan mereka memperhatikan privasi penguna. Tapi membernya tidak melakukan.
Google dan Facebook lebih bermain cantik, karena mereka menampilkan privasi langsung di menu bagian depan dan terlihat oleh penguna.

Google memiliki Timeline, data di TImeline adalah histori dari lokasi penguna dan dapat dihapus secara manual

Bila anda menginginkan privasi. Ada baiknya membaca Permission dari apa yang diminta oleh aplikasi
Dan melihat lebih dalam dengan fitur opsi dan menu yang ada.

Demikian juga dengan Whatsapp, pada menu opsi terdapat setting pilihan berbagi foto status. Dengan pilihan berbagi ke semua orang, yang dikenal atau tidak sama sekali.

Bila kita merasa masalah privasi adalah bagian penting dan tidak perlu diungkap. Sebaiknya melihat setting aplikasi agar tidak terlalu terbuka di media sosial.

2 peretas menghapus data server layanan aplikasi mata-mata. Karena dianggap tidak menghargai privasi remaja. Selain berbahaya, aplikasi mata-mata juga digunakan untuk memata-matai pacar dan rekan usaha.

Anda percaya dengan nama sebuah perusahaan pembuat aplikasi. Atau lebih memilih aplikasi yang dibuat perusahaan kecil. Atau merasa aman dengan UC Browser dan Dolphin. UCbrowser diminta di hapus dari smatphone tentara, masalah keamanan negara

Sebuah studi baru, beberapa layanan website mengunakan script pihak lain. Fungsinya untuk mencatat apa yang diketik di perangkat elektronik. Sekitar 50 ribu situs teratas, dari 1 juta situs melakukan pencatatan aktivitas pengunjung. Setidaknya 400 situs lebih adalah situs ternama.



Perusahaan Kaspersky dituduh memata-matai computer milik kontraktor Amerika. Untuk mencuri data yang dianggap penting dengan scanner antivirus. Kaspersky membuat bantahan bila malware masuk karena antivirus dinonaktifkan oleh staf NSA

Rilana Hamer di Belanda baru memiliki camera IP Cam untuk mengawasi rumahnya. Tidak lama suara muncul di camera, seperti ada yang memata-matai dirinya. Tidak hanya sekali sampai dia sempat merekam kejadian aneh tersebut.

Aplikasi bodong alias bohong terkadang muncul di Google Play. Ada aplikasi yang dapat membuat camera smartphone tembus pandang, ada lagi yang menjual antivirus bodong alias bohong. Google akhirnya mengunakan algoritma untuk menurunkan rangkin aplikasi berkualitas rendah.

Aplikasi Meitu menjadi kontroversi. Foto seseorang dari smartphone seperti di make up ala artis. Aplikasi foto dari Meitu memang keren, seperti membuat foto dengan efek anime. Tapi aplikasi mengaktifkan camera, lokasi, status telepon, GPS, nomorMAC dan IMEI bahkan meminta ijin untuk membuat panggilan telepon



Dengan harga $50 sudah mendapatkan sebuah smartphone dengan layar HD dan jaringan 4G LTE. Tapi apa yang dilakukan di dalam smartphone. Bagaimana memeriksa malware Adups di smartphone murah. Perusahaan keamanan Kryptowire, Trustlook dan Anubis Network temukan backdoor.

Film kegiatan mata-mata Snowden mengatakan NSA memiliki semua data backdoor dari peralatan digital. Cerita Snowden akan dibuat sebagai film. Setelah dia menjadi bagian NSA, sebagai badan penyadapan Amerika. Seperti apa canggihnya, sampai setiap orang yang memiliki hubungan dengan teknologi digital dapat diketahui.

Ada sisi gelap dimana konten bisa hilang di situs pencarian Google. Tidak semua informasi akan ditampilkan oleh Google, kadang dapat muncul di situs pencarian lain. Tapi sebagian data yang disembunyikan adalah data berbahaya yang sama seperti kejahatan di dunia nyata.

Browser Baidu mengambil data pribadi, hal ini diungkap oleh peneliti Citizen Lab Canada. Bukan data biasa tapi banyak data yang dikirim ke server Baidu Server. Bahkan data yang diambil tidak di enskripsi.

Penguna smartphone mengunakan kunci yang mudah digunakan. Seperti pola lock dari pin, tetapi kunci sederhana tersebut mudah di tebak kata peneliti.

Layanan populer VPN Hola ternyata menjual bandwidth dari pengunanya sendiri. Hola adalah jaringan VPN paling populer, menyebut sebagai kebebasan internet, dan browsing tanpa dikenal. Free tidak berarti Free, internet penguna malah dibajak



Aplikasi untuk mata mata mSpy berfungsi penuh di perangkat Android dan iOS. Bisa melacak panggilan telepon, lokasi, dan ketikan tulisan di smartphone. Aplikasi dapat dibeli bebas untuk mematai matai smartphone.


No popular articles found.