November 2017, layanan aplikasi olahraga berbasis mobile phone meluncurkan peta yang mengupdate kemana aktivitas penguna

Data lokasi penguna dapat melihat semua member secara terbuka.

Termasuk tempat tempat populer untuk olahraga, lokasi tempat berlari dari setiap pelari. Sekaligus data pangkalan militer.
Yang terakhir ini agak unik, tanpa disadari tentara mengunakan aplikasi yang mencatat lokasi via GPS.

Tidak itu saja, pelacakan nomor telepon kabarnya dapat dilihat antar member.

Intinya, aktivitas seseorang yang seharusnya menjadi data pribadi menjadi terlihat di seluruh dunia. Kelihatannya lucu, bila seseorang mengaktifkan aplikasi dan melihat berapa jauh aktivitas yang dilakukan ternyata dilihat juga oleh para member diseluruh dunia. Termasuk tempat vital seperti area militer.

aplikasi melacak keberadaan seseorang



Tidak hanya Strava, situs layanan dewasa juga mencatat negara mana saja para pengunjung situs dewasa Pornhub.

Peneliti keamanan Jepang pernah menemukan kelemahan dari aplikasi grindr. Sangat mungkin sistem mereka melihat kemana para member sedang berada.

Tahun 2010 Foursquare layanan media sosial meminta lokasi ketika member ingin Logon. Data keberadaan member juga tampil secara tidak sengaja.

Bocornya data dengan teknologi satelit bukan pertama dilakukan oleh Strava. Tapi banyak aplikasi yang mengunakan pencatatan kemana seseorang pergi. Tujuannya untuk mendapat data geografi, atau membuat pelacakan bagi teman dan keluarga.

Banyak aplikasi meminta akses ke informasi pribadi, walau sebenarnya tidak diperlukan.

Tujuan pembuat aplikasi mengambil data agar penguna dapat melihat iklan yang tepat.

Contoh saja sebuah aplikasi Jam Alarm, meminta akses terlalu banyak. Meminta data panggilan telepon, lokasi, media dan lainnya untuk diakses oleh aplikasi. Jelas tidak ada hubungannya dengan fungsi aplikasi Jam Alarm.
Biasanya pembuat aplikasi akan mengambil data dan menjual ke pihak lain yang membutuhkan. Dan data pribadi akan dibuat anonim tanpa nama.

Facebook, Google, Tripadvisor atau Groupon, perusahaan tersebut mengambil data penguna. Tapi datanya disimpan dengan sangat baik. Walau layanan internet raksasa akan selalu memantau aktivitas penguna termasuk lokasi.

Kasus Strava untuk aktivitas olahraga mendadak heboh di media internet. Karena member di seluruh dunia dapat melihat keberadaan orang lain. Kesalahan bukan di Strava tapi member yang tidak memperhatikan setting default aplikasi yang seharusnya dinonaktifkan.

Pilihan untuk menonaktifkan lokasi kepada orang lain dapat di nonaktifkan, tapi menu setting agak tersembunyi. Dan penguna umumnya langsung mendaftar dan mengunakan tanpa melihat setting lebih lanjut.

Strava sudah menyatakan mereka memperhatikan privasi penguna. Tapi membernya tidak melakukan.
Google dan Facebook lebih bermain cantik, karena mereka menampilkan privasi langsung di menu bagian depan dan terlihat oleh penguna.

Google memiliki Timeline, data di TImeline adalah histori dari lokasi penguna dan dapat dihapus secara manual

Bila anda menginginkan privasi. Ada baiknya membaca Permission dari apa yang diminta oleh aplikasi
Dan melihat lebih dalam dengan fitur opsi dan menu yang ada.

Demikian juga dengan Whatsapp, pada menu opsi terdapat setting pilihan berbagi foto status. Dengan pilihan berbagi ke semua orang, yang dikenal atau tidak sama sekali.

Bila kita merasa masalah privasi adalah bagian penting dan tidak perlu diungkap. Sebaiknya melihat setting aplikasi agar tidak terlalu terbuka di media sosial.