Smartphone baterai lepas pasang perlahan menghilang


Kategori : Shortstory | Date : 2 January 2018
Smartphone baterai lepas pasang perlahan menghilang

Baterai smartphone yang dapat dilepas mungkin tidak menarik di produksi oleh produsen.

Samsung terakhir membuat Galaxy S dan Note tahun 2014 dengan baterai dilepas untuk smartphone Android high end. Selanjutnya baterai dipasang permanen.

LG menyerah pada tahun 2016 menyisakan LG G5. Selanjutnya sebagian besar produsen smartphone beralih dengan baterai permanen.

Mengapa produsen smartphone akhirnya menghentikan produksi smartphone dengan baterai dapat di lepas pasang.

Apakah produsen smartphone Android mulai mengikuti langkah Apple dengan iPhone.

Beberapa alasan produsen akhirnya mengunakan teknologi bateraia permanen.

Baterai yang dapat dilepas pasang membuat produsen terbatas menempatkan perangkat. Karena memerlukan cover plastik sebagai penutup di belakang smartphone.

Dengan baterai lebih ramping dan ditanam di bodi smartphone. Produsen dapat menempatkan bahan lebih mewah seperti bodi metal dan terlihat lebih menarik dan smartphone tertutup rapat.

Daya tahan air. Bila bagian cover plastik atau penutup dibelakang bagian baterai juga rentan terkena air. Lebih baik menyegel secara internal agar komponen lebih terlindung. Tidak hanya air, smartphone juga terlindung terhadap debu. Dengan disain tertutup, produsen dapat menambahkan fitur sebagai smartphone tahan air.



Baterai yang dapat dilepas pasang setidaknya membutuhkan ruang. Dengan baterai permanen, produsen dapat mengemas ukuran smartphone yang sudah penuh sesak untuk mendapatkan ruangan lebih walau dalam hitungan milimeter.

Sedangkan smartphone dengan baterai yang dapat dilepas, produsen perlu melindungi komponen di dekat baterai termasuk kemungkinan masuknya air. Membuat sebuah smartphone sedikit lebih tebal dan terasa ditangan. Ukuran smartphone yang tebal, produsen akan kehilangan perhatian dari konsumen, karena smartphone terlihat lebih besar dari pesaing.

Dengan ruang yang tersisa, produsen dapat menempatkan perangkat lain. Misalnya speaker, mungkin dapat dibuat 2 speaker (stereo). Atau pengisian nirkabel dimana tidak lagi diperlukan pengisian bateari dengan kabel, melainkan memanfaatkan induksi listrik untuk mengisi baterai.
Dan salah satu fitur pada pengaman sidik jari dan dual camera, saat ini umum ditempatkan di bodi belakang smartphone.

Smartphone dengan baterai yang dapat dilepas pasang umumnya dibuat kotak. Alasannya agar mudah dikeluarkan dari ponsel. Beberapa disain ponsel yang melengkung harus menempatkan baterai lebih ke tengah. Membuat ruangan lebih banyak terpakai.
Baterai permanen dapat dibuat memanjang, bahkan dapat dipasangkan 2 unit baterai dalam satu kemasan.

Smartphone dengan baterai yang dapat dilepas pasang sebenarnya lebih baik. Bila dilihat dari sisi penguna, khususnya tidak harus membuang smartphone ketika baterai mulai lemah. Cukup membeli baterai penganti. Bila tidak diproduksi lagi atau harganya mahal, konsumen dapat memilih baterai pihak ketiga yang mungkin lebih baik atau lebih murah.

Baterai cadangan di smartphone dapat dibawa dan dapat digunakan ketika sangat dibutuhkan.

Tetapi teknologi memang berubah. Port PS2 di computer, Floppy akhirnya pergi dari computer. Sama seperti teknologi smartphone, baterai harus dibuat permanen agar smartphone lebih menarik.

Bagi kita yang menghargai, seharusnya smartphone masih tetap mempertahankan baterai yang dapat dilepas pasang. Untuk mengurangi sampah elektronik, dan menghemat uang penguna serta memperpanjang usia pemakaian smartphone

Sayangnya tidak semua berjalan dengan benar dan penguna sendiri tidak menghargai sisi kebutuhan smartphone dan memilih estika disain. Dari sisi produsen yang masih mempertahankan smartphone dengan baterai lepas pasang, cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumennya.

Prediksi Marketer menyebut, pertumbuhan produk smartwatch hanya 11,9% untuk tahun 2018. Dan akan turun sampai 1 digit saja di tahun 2019. Alasannya sederhana, harga smartwatch mungkin terlalu mahal. Bahkan biayanya mencapai harga satu smartphone kata Cindy Liu dalam tulisan laporan tahunan

Saat ini memory card di dominasi oleh produk UHS-I Class 1 dan Class 3, apa berbedaan keduanya. Asosiasi SD mengumukan standar baru SD Specification 5.1. UHS III tampil tahun 2017 dengan kecepatan tranfer 624MB/s. Tahun 2018 microSD A3

Bayangkan sebuah smartphone tidak memiliki bagian atas. Yang biasa dipasangkan merek smartphone, sedangkan bagian bawah tetap sama karena digunakan untuk tombol smartphone. Disebut Sharp Conner R memiliki bezel sangat tipis.



Catatan astronomi kuno ternyata sudah melihat supernova. Seperti catatan SN 185 dari astronomi China, SN 1054 sebagai catatan nebula kepiting dan SN 1006 ketika sebuah bintang sangat terang terjadi. Catatan filsafat tersebut menyebutkan, sebagian besar di utara, kadang di selatan. Bentuk bintang bintang muncul dan bersinar selama hampir 3 bulan, lalu perlahan redup dan menghilang.

Smartphone saat ini memiliki layar besar, antara 5 inci menjadi standar, dan semakin besar sampai sekelas phablet 6 inci lebih. Apakah smartphone dengan layar 4 inci sudah ditinggalkan. Kabarnya 20% konsumen di Amerika malah menginginkan smartphone seperti model lama, 4 inci.

VP ZTE Bai Bo mengatakan pabrik smartphone di China tidak lagi tertarik membuat smartphone murah untuk pasar China sendiri. Smartphone high end berada antara RMB $2000-$3000, sudah menjadi tren tahun ini. ZTE mengikuti pasar untuk pertumbuhan dan kualitas smartphone lebih baik.


No popular articles found.