Smartphone baterai lepas pasang perlahan menghilang

Baterai smartphone yang dapat dilepas mungkin tidak menarik di produksi oleh produsen.

Samsung terakhir membuat Galaxy S dan Note tahun 2014 dengan baterai dilepas untuk smartphone Android high end. Selanjutnya baterai dipasang permanen.

LG menyerah pada tahun 2016 menyisakan LG G5. Selanjutnya sebagian besar produsen smartphone beralih dengan baterai permanen.

Mengapa produsen smartphone akhirnya menghentikan produksi smartphone dengan baterai dapat di lepas pasang.

Apakah produsen smartphone Android mulai mengikuti langkah Apple dengan iPhone.

Beberapa alasan produsen akhirnya mengunakan teknologi bateraia permanen.

Baterai yang dapat dilepas pasang membuat produsen terbatas menempatkan perangkat. Karena memerlukan cover plastik sebagai penutup di belakang smartphone.

Dengan baterai lebih ramping dan ditanam di bodi smartphone. Produsen dapat menempatkan bahan lebih mewah seperti bodi metal dan terlihat lebih menarik dan smartphone tertutup rapat.

Daya tahan air. Bila bagian cover plastik atau penutup dibelakang bagian baterai juga rentan terkena air. Lebih baik menyegel secara internal agar komponen lebih terlindung. Tidak hanya air, smartphone juga terlindung terhadap debu. Dengan disain tertutup, produsen dapat menambahkan fitur sebagai smartphone tahan air.



Baterai yang dapat dilepas pasang setidaknya membutuhkan ruang. Dengan baterai permanen, produsen dapat mengemas ukuran smartphone yang sudah penuh sesak untuk mendapatkan ruangan lebih walau dalam hitungan milimeter.

Sedangkan smartphone dengan baterai yang dapat dilepas, produsen perlu melindungi komponen di dekat baterai termasuk kemungkinan masuknya air. Membuat sebuah smartphone sedikit lebih tebal dan terasa ditangan. Ukuran smartphone yang tebal, produsen akan kehilangan perhatian dari konsumen, karena smartphone terlihat lebih besar dari pesaing.

Dengan ruang yang tersisa, produsen dapat menempatkan perangkat lain. Misalnya speaker, mungkin dapat dibuat 2 speaker (stereo). Atau pengisian nirkabel dimana tidak lagi diperlukan pengisian bateari dengan kabel, melainkan memanfaatkan induksi listrik untuk mengisi baterai.
Dan salah satu fitur pada pengaman sidik jari dan dual camera, saat ini umum ditempatkan di bodi belakang smartphone.

Smartphone dengan baterai yang dapat dilepas pasang umumnya dibuat kotak. Alasannya agar mudah dikeluarkan dari ponsel. Beberapa disain ponsel yang melengkung harus menempatkan baterai lebih ke tengah. Membuat ruangan lebih banyak terpakai.
Baterai permanen dapat dibuat memanjang, bahkan dapat dipasangkan 2 unit baterai dalam satu kemasan.

Smartphone dengan baterai yang dapat dilepas pasang sebenarnya lebih baik. Bila dilihat dari sisi penguna, khususnya tidak harus membuang smartphone ketika baterai mulai lemah. Cukup membeli baterai penganti. Bila tidak diproduksi lagi atau harganya mahal, konsumen dapat memilih baterai pihak ketiga yang mungkin lebih baik atau lebih murah.

Baterai cadangan di smartphone dapat dibawa dan dapat digunakan ketika sangat dibutuhkan.

Tetapi teknologi memang berubah. Port PS2 di computer, Floppy akhirnya pergi dari computer. Sama seperti teknologi smartphone, baterai harus dibuat permanen agar smartphone lebih menarik.

Bagi kita yang menghargai, seharusnya smartphone masih tetap mempertahankan baterai yang dapat dilepas pasang. Untuk mengurangi sampah elektronik, dan menghemat uang penguna serta memperpanjang usia pemakaian smartphone

Sayangnya tidak semua berjalan dengan benar dan penguna sendiri tidak menghargai sisi kebutuhan smartphone dan memilih estika disain. Dari sisi produsen yang masih mempertahankan smartphone dengan baterai lepas pasang, cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumennya.