Pernah bertemu dengan beberapa orang, dan langsung bisa klik. Langsung cocok, dan berkomunikasi dengan baik bahkan berlanjut berteman dengan baik.

Atau anda pernah berjalan bersama, dan ngobrol dengan seseorang. Ternyata obrolan menjadi sangat lama dan berlanjut menjadi teman. Bahkan teman baik yang mengajak anda jalan jalan, mentraktir sampai menjalankan usaha bersama.

Kita atau orang lain yang melihat akan bingung. Bagaimana mungkin orang yang baru bertemu, dan cepat menjadi akrab. Tetapi di dunia psikologi, kebiasaan orang bersahabat bukan hal aneh, bahkan dapat di teliti dengan dasar pengetahuan dan kebiasaan dari seseorang.

Peneliti menyebut Friendship Chemistry, istilah dari hubungan instan antara teman terasa begitu mudah, alami dan cepat.

Peneliti mengatakan orang yang menyetujui pendapat orang lain, terbuka dan pekerja keras cenderung memiliki sifat Friendship chemistry.

Faktor penting lain, mereka tidak menutup dirinya melainkan melakukan hal sebaliknya. Cenderung terbuka dengan dirinya, bahkan mau berbagi pengalaman hidup yang sama dan saling bercerita. Sifat keterbukaan seseorang dengan orang lain, cenderung bertemu dan merasa cocok. Walau tidak semua orang memiliki sifat tersebut.

Tip Bertaman yang baik dengan cepat disebut Friendship Chemistry

Dari sebuah studi tahun 2015, istliah Friendship chemistry oleh Kelly Campbell seorang profesor universitas California.

Dia menyimpulkan beberapa orang lebih memungkinkan mendapatkan Klik. Bila seseorang menyenangkan, atau ketika bertemu dan merasakan rasa persahabatan.
Mereka cenderung terbuka dengan dirinya, terlebih dengan pengalaman yang pernah di alami dan menceritakan ke orang lain.
Tidak sampai disana, secara umum tipe orang seperti ini memiliki beberapa sifat kuat lainnya. Seperti pekerja keras dan terorganisir dengan rapi.

Peneliti mengambil sampel dari 1300 orang dewasa, dan menanyakan apakah mereka pernah bertemu dengan orang yang memiliki sifat Friendship chemistry.

Jika responden menjawab ya, mereka diminta memikirkan hal spesifik yang membuat dirinya merasa cocok.
Sedangkan mereka yang menjawab tidak, diminta mengisi data kepribadian tentang dirinya.

Peneliti mengatakan dari jawaban para mahasiswa sampai profesional. Ada 3 sifat membuat seseorang menjadi Friendship chemistry, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik.

Jadi ada aspek tersendiri, dan tidak hanya kepribadian masing masing invididu yang membuat seseorang cocok dan cepat bersahabat atau tidak cocok dengan orang lain.

Satu bagian penting. Terbuka, orang yang mau menceritakan atau membagi pengalaman secara pribadi adalah faktor paling kuat dan orang lain merasa terbuka. Dan berbagi cerita atau pengalaman akan terasa saling menguntungkan.

Berdasarkan etnis kecenderungan orang kulit putih memiliki keterbukaan tentang dirinya.

Salah satu kesalahan yang merubah sifat orang menjauhi dirinya sebagai Friendship chemistry. Bila seseorang merasa dirinya pernah mengalami diskriminasi, orang tersebut akan selalu berada dilingkungan tersebut. Dampaknya menjadi tidak terbuka.

Hal lain yang menarik dari pertemanan seperti kebiasaan yang sama. Campbell memiliki 2 teman dan berbeda ras. Satu berkulit hitam dari Vancouver dan berkulit putih dari Amerika Selatan. Keduanya memiliki perbedaan, dimana satu konservatif dan satu lagi liberal.
Nyatanya hubungan mereka dapat bertemu dan cocok berasarakan faktor yang muncul dalam penelitian. Seperti humor (misalnya).
Dan membuat seseorang menjadi baik hati, dan mau turun tangan dan berbagi dengan gaya hidupnya.

Bila seseorang memiliki sifat kurang atau tidak peduli, tidak mau terbuka orang lain. Sifat ini membuat orang lain merasa tidak Klik dengan dirinya. Dan pembicaraan akan berakhir dengan basa basi.

Untuk bersahabat dengan teman lain, dan berjalan dengan baik. Inti dari penelitian ini, seseorang harus terbuka dengan dirinya. Mau bercerita tentang dirinya dan berbagi pengalaman. Sehingga orang lain dapat merasakan bahwa diri kita memang mau menerima orang lain dan mau mendengarkan masalah dari orang lain.