Sebuah tata surya dengan jarak 11 tahun cahaya dari Bumi kembali ditemukan, disana terdapat planet.

Bukan planet pertama tapi posisi planet ke 2. Diperkirakan memiliki iklim sejuk dan dapat mempertahankan kehidupan.

Planet Ross 128b mengorbit ke sebuah bintang merah kecil yang disebut bintang Ross 128.

Planet Ross 128b berada di posisi yang tepat atau dikenal Goldilock. Kemungkinan planet tersebut berbatu, dan posisinya cukup jauh dari posisi bintang.

Penemuan Ross 128b ditemukan dari pusat observasi European Southern Observatory's High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS) di Cile.
Dengan peralatan yang sangat presisi, tapi peneliti membutuhkan waktu untuk menganalisa planet Ross 128b.

Astronom Nicola dari observasi Jenewa mengatakan kami sudah mengamati bintang ini sejak Juli 2006.
Tahun 2013 pemantauan semakin intensif, walau hanya mendapatkan 127 pengamatan dari sinyal yang terditeksi dari planet Ross 128b.

Dibawah ilustrasi planet Ross 128b

Planet Ross 128b menjadi planet ke 2 paling dekat ke Bumi sebagai Exoplanet

Informasi yang didapat tentang Planet Ross 128b.
Ukuran 1,35x lebih besar dari Bumi.
Perkiraan, planet ini memiliki permukaan berbatu.
Posisi planet 1/20 dari jarak matahari ke bumi. Karena bintang disana lebih kecil yang disebut katai merah membuat planet ini tidak terlalu panas.
Menerima panas menerima radiasi 1,38x lebih banyak dari bintang disana dibanding Bumi yang menerima panas radiasi matahari.
Perkiraan suhu antara -60 deg.C sampai 20 deg.C
Exoplanet ke 2 setelah ditemukan planet Proxima b
Orbit planet ke bintang hanya 9,9 hari waktu bumi.

Bagian penting dari penemuan planet. Bintang Ross 128 relatif lebih tenang dibanding bintang sejenis. Membuat kondisi Ross 128 relatif lebih stabil.

Penemuan planet umumnya mengunakan metode transit. Ketika sebuah planet melintas di depan bintang dan pusat observasi atau teleskop ruang angkasa melihat adanya planet. Maka data diambil untuk dianalisa, seperti ukuran planet kecepatan atmofer dan lainnya.

Tetapi teknik Transit memiliki kelemahan, karena harus menunggu planet yang melintas tepat di depan bintang dan posisinya sejajar dengan tempat obserasi seperti teleskop di bumi.

Untuk menemukan planet dimana posisi planet tidak sejajar seperti metode transit. Yang dihitung adalah kecepatan radial bintang induk. Kesulitan mengetahui posisi planet untuk diambil datanya, ketika sinyal bintang dan planet ternyata sebanding. Membuat peneliti kesulitan mengurai kedua sinyal tersebut.
Itulah sebabnya mengapa penemuan planet Ross 128b dilakukan secara berkala sejak ditemukan 2006. Dan penelitian lebih intensif baru dilakukan tahun 2013.

Peneliti belum mengetahui apakah planet Ross 128b memiliki atmofer seperti di Bumi. Penelitian planet ini masih menunggu instrumen teleskop yang lebih kuat dibangin. Setidaknya pada tahun 2024 mendatang.