Ilmuwan astronom telah menemukan beberapa keunikan dalam menemukan planet ekstrasurya akhir akhir ini.

Melihat sebuah planet yang mengorbit ke bintang masih sangat sulit. Namun teleskop memudahkan para peneliti melihat lebih jauh.

Kali ini ditemukan sebuah bintang kerdil tetapi ada planet yang mengobit ke bintang dengan ukuran besar.

Secara umum sebuah bintang kerdil yang ditemukan, maka ada planet dengan ukuran lebih kecil.

Berbeda dengan bintang NGTS-1, disana ditemukan sebuah planet tapi ukurannya sangat besar.

Sebuah planet gas NGTS-1b ditemukan mengelilingi bintang NGTS-1.

Penemuan planet NGTS-1b adalah penemuan planet pertama dari teleskop Survey Transit Next Generation atau disingkat NGTS yang dipasang di Chile. Total memiliki 12 teleskop paralel untuk menyelusuri ruang angkasa.

Keanehan dari planet NGTS-1b membuat peneliti gagal menjelaskan mengapa planet tersebut bisa ada disana.

Bintang kerdil NGTS-1 memiliki planet raksasa membuat ilmuwan tertegun

Ukuran bintang kerdil umumnya hanya ditemukan planet berbatu seperti planet seukuran Bumi atau lebih kecil.

Karena sebuah bintang kerdil yang memiliki ukuran mungil tidak akan memiliki kelebihan bahan untuk membentuk planet planet yang besar. Planet NGTS-1b seharusnya tidak ada disana atau tidak lahir dibintang seperti kelas kurcaci.

Daniel Byliss penulis penelitian mengatakan ukuran planet NGTS-1b memiliki 25% dari ukuran radius bintang induknya. Bandingkan dengan matahari dengan planet Jupiter memiliki ukraun 10% dari radius matahari.
Keuniakn lain, posisi NGTS-1b sangat dekat ke bintang, dan mengitari bintang setiap 3 hari waktu bumi. Membuat planet tersebut memiliki jarak sangat dekat ke bintang.

Kedepan peneliti dapat mengungkap mengapa bintang NGTS-1 memiliki planet yang lebih besar dan lebih dekat. Sementara bintang kerdil lain rata rata tidak memiliki planet gas yang berada dibagian depan atau dekat ke bintang.