Emas dari mana asalnya


Kategori : Science | Date : 25 October 2017
Emas adalah materi yang berasal dari tabrakan 2 buah bintang neutron
Selama ribuan tahun, manusia mencari cara untuk mengubah materi emas atau membentuk bahan emas.

Ahli kimia kuno menganggap logam mulia emas sebagai bentuk materi tertinggi. Tentu saja itu cerita di jaman kuno, di era modern kita tahu bahwa emas memang materi langka di bumi.

Seiring kemajuan teknologi, dapat membuat batu permata sintetis. Mengapa emas tidak dibuat sendiri.

Ternyata bahan emas tidak diketahui bagaimana dapat diproduksi oleh alam.

Emas memiliki simbol atom kimia Au sebagai elemen nomor 79, tentu anda pernah belajar tabel periodik dimana semua elemen dasar ada di tabel tersebut.
Emas memiliki titik meleleh atau lebur di suhu 1000 derajat Celcius, dan titik didih pada suhu 2700 lebih derajat Celcius. Alias benar benar dapat mendidik dan benar benar cair.

Elemen emas dimana berdekatan dengan atom Palladium, Silver (perak) bahan baterai Cadmium, dan berada di samping elemen Platinum (Pt) di urutan nomor elemen 78.
Satu elemen emas ini memiliki 79 proton dan 118 neutron. Eleman cukup komplek untuk dibuat.

Emas yang dibuat alam adalah materi langka.

Tapi emas sebenarnya dapat dibuat oleh manusia, hanya saja teknologi saat ini membutuhkan reaksi nuklir untuk memproduksi material emas.

Biayanya sangat mahal dibanding menambang dan mengekstrak emas langsung.

Setiap materi memiliki atom, dan atom terdiri dari nukleus kecil yang terdiri dari proton dan neutron yang saling terikat.



Bila atom emas di ambil satu proton, maka menjadi platinum. Bila dilepas proton lebih banyak akan menjadi merkuri.
Prosesnya terlihat sederhana, tapi untuk menghilangkan proton itulah dibutuhkan reaksi nuklir atau panas yang sangat luar biasa.

Tidak ada rangkaian reaksi kimia yang dapat menghasilkan emas. Bila dibuat dengan reaksi nuklir, tentu tidak dapat dijual umum karena emas buatan akan terkontaminasi radioaktif.
Biaya pembuatanya juga tidak murah, lebih mudah mengambil dari alam.

Ilmuwan akhirnya memperkirakan bagaimana alam semesta memproses elemen emas.

Ketika ilmuwan mengunakan teleskop paling canggih, dan melihat tabrakan 2 bintang neutron. Dari radiasi yang terditeksi melalui sensor LIGO akhirnya aktivitas benda tersebut tertangkap.

Radiasi kosmik di sebuah tempat yang disebut GW170817, dimana 2 bintang neutron yang sangat berat bahkan lebih berat dari besi sintetis.

Kembali ke tabel periodik dimana manusia membuat daftar dari asal materi di alam semesta.

Alam semesta dimulai dari awal materi yaitu gas hidrogen dan helium dan semua berubah menjadi materi-materi lain.
Termasuk atom oksigen, hidrogen, karbon bahkan sampai plutonium. Disini adalah proses alami dari alam semesta.

Selama beberapa tahun para ilmuwan berteori bahwa ledakan bintang seperti dampak terjadinya supernova.
Juga memjelaskan adanya pembentukan materi baru yang terjadi tersebut. Bintang menyala jutaan bahkan miliaran tahun, lalu meledak menjadi supernova. Gas dan materi padat terlempar dari bintang.

Disana terjadi pembentukan bermacam-macam materi. Seperti materi lithium sebagai bahan baterai adalah dampak dari hasil ledakan bintang. Kita hanya mengambil mengolahnya dari batuan di bumi, seperti bahan garam dan mengambil bahan Li

Tetapi dari mana asalnya emas.

Peneliti memperkirakan terbentuknya emas dapat terjadi bila 2 bintang neutron bertabrakan.

Seperti apa bintang neutron, bisa dibandingkan sebuah bintang yang ukurannya dengan lebar 16km tapi begitu padat seperti skala matahari yang dikecilkan dan terus dikecilkan seukuran kota..
Atau sebuah materi dengan bobot 10 juta ton dikecilkan dengan kepadatan sesendok makanan.

Di alam semesta ini banyak yang hidup berdampingan. Seperti bintang kembar, dan bintang neutron. Mereka mengorbit selama ratusan juta tahun dan terus selaras. Tetapi sampai suatu hari keduanya akan saling mendekat dan bertabrakan.

17 Agustus 2017, satu tanda telah terditeksi oleh alat gravitasi Ligo di daerah rasi bintang Virgo. Gangguan kosmik tersebut terditeksi sebagai sepasang bintang neutron berukuran hanya sebesar kota dan bertabrakan dengan kecepatan 1/3 cahaya. Energi tabrakan tersebut melampaui kemampuan yang pernah di uji di laboratorium atom di Bumi.

Mengunakan teleskop Gemini di Cile, serta teleskop Hubble. Peneliti melihat seperti bara api ungun ditempat yang sangat jauh. Kilatan kosmik tersebut cepat memudar, dan dalam beberapa hari tersisa cahaya inframerah yang ghangat dan perlahan mulai menghilang.

Peneliti melihat spektrum kilonova seperti sidik jari atau adanya tanda tanda dari unsur terberat alam semesta. Cahaya dari tabrakan kedua bintang menunjukan adanya proses bahan dari elemen r atau Platinum dan Emas. Peneliti memperkirakan benda emas termasuk platinum terbentuk disana.

Ini pertama kali manusia melihat sebuah proses pembentukan materi kimia, tapi dilakukan oleh alam dimana salah satunya elemen emas terbentuk.Tabrakan tersebut bahkan menciptakan emas yang 10x lebih banyak yang dimiliki bumi.

Dan materi emas diperkirakan dihasilkan oleh kejadian seperti ini.

Membayangkan tabrakan yang terjadi pada 17 Agustus 2017 tersebut, disanalah salah satu tempat dimana emas terbentuk.

Dibawah ini adalah tabel elemen. Materi dimulai dari H dan He, dan materi diturunkaan kembali menjadi materi lain seperti besi, oksigen dan lainnya. Semua elemen dari batuan, udara dan bahan lain yang ada di bumi adalah proses dari evolusi di antariksa.



Tetapi elemen berwarna kuning mungkin tidak dibuat dengan cara biasa, eleman yang terbentuk dari kejadian luar biasa seperti tabrakan bintang neutron.

Gambar 2 para peneliti mengamati tabrakan bintang neutron

Gambar 3 tertangkapnya spektrum oleh teleskop yang menunjukan pembentukan materi baru setelah terjadi tabrakan bintang neutron.

Dari mana asal emas kemungkinan dari peristiwa langka tabrakan bintang neutron
Bila ribuan tahun lalu ahli kimia mulai mencari rumus untuk membuat materi.

Dan teknologi modern mencoba mencari campuran bahan untuk membuat emas.

Ternyata alam semesta sudah jauh lebih dahulu membuat emas dan belum tergantikan.

Karena dengan teknologi manusia saat ini belum memungkinkan membuat materi seperti yang dihasilkan oleh tabrakan 2 bintang neutron.

Berita terkait
Bila teori 2 peneliti senior ini benar. Sebenarnya tidak ada astronot yang benar benar meninggalkan atmofer bumi. Karena atmofer bumi masih mencapai bagian bulan, bahkan lebih jauh lagi. Pengertian ruang angkasa yang dimaksud, dimana manusia pergi dan benar benar tidak tersentuh lagi oleh bagian geocorona yang masih menjadi bagian dari atmofer Bumi.

Suhu terpanas dan terdingin. Dimana kondisi tersebut dapat tercapai. Dan bagaimana para ilmuwan melakukan percobaan. Intinya mencari pembuktian teori yang pernah dikemukakan, dari teori pembentukan alam semesta dan penyebabnya.Salah satu tempat dengan temperatur suhu terdingin tidak jauh dari Bumi.



Sangat jarang kita menemukan di planet ini dari batuan dengan usia lebih tua dari Bumi. Meteorit merupakan bukti, mengapa batuan tersebut penting. Ilmuwan memperkirakan telah menemukan sebuah batu yang usianya 4,6 miliar tahun. Hampir sama tuanya dengan tata surya kita, dan jauh sebelum Bumi ada seperti sekarang.

Pada 18 Oktober 2018, untuk kedua kalinya ke 5 planet di tata surya dapat dilihat bersamaan pada malam hari. Posisi dari arah barat atau setelah matahari terbenam. 5 planet akan bergeraka satu persatu naik ke atas cakrawala. Merkurius dan Venus berada di posisi bawah barat, dengan planet Jupiter terlihat lebih terang di atasnya. Posisi yang sama baru terjadi Juli 2020

Tahun 2016 sebuah meteorit ditemukan oleh seorang pencari emas. Awalnya dianggap emas, tapi nilainya lebih berharga dari itu. Sebuah batu yang jatuh dari ruang angkasa menghasilkan mineral uakitite. Pembentukan mineral diperkirakan hanya terbentuk ketika terkena suhu 1000 derajat C. Mineral uakitite disebut sebagai materi langka karena terbentuk hanya dalam kondisi ekstrem.

Di abad ke 17 Charles Messier astronom menemukan banyak benda di ruang angkasa. 93 nama masuk daftar di katalog Messier. Hubble membuat daftar benda ruang angkasa. Dari kelompok bintang, galaksi dan tentu saja yang baru ditemukan. Tentu dengan detil gambar dari teknologi di abad ke 20.

Perjalanan antariksa memang berbahaya. Dari awal berangkat dan pulang, semuanya memiliki resiko tinggi. Tapi satu penelitian baru ini cukup menarik kita menelaah resiko berada di ruang angkasa. Hasilnya DNA manusia memang berubah, walau sebagian masih kembali seperti semula.



Adrien membuat video timelapse. Tapi satu tingkat dari fotografer profesional. Pergi ke beberapa negara di tahun 2017. Hasil videonya  sekelas Nasa. Bahkan selama foto dibuat sempat terlihat meteor sampai satelit lewat

Dua lubang hitam ini berada pada jarak 750 juta tahun cahaya menunjukan kehancuran dua galaksi 0402-379 akibat kedua lubang hitam. Bentuk visual dari galaksi Galaksi 04020-379 dahulu kedua galaksi memiliki lengan spiral yang terbentuk dari garis bintang. Update foto VLBA

Gambar mahluk purbakala umumnya hanya kerangka, dan ilmuwan memberikan gambar seperti apa bentuk aslinya. Tapi fosil di Myanmar ini adalah fosil burung yang utuh, bahkan masih lengkap dengan kaki dan bulu dari burung di jaman 100 juta tahun lalu.

Supernova RCW 86 langka. Sisa bintang menjadi sebuah bintang neutron yang lahir di dalam supernova, tapi ada bintang tipe G seperti matahari berada di samping sebagai bintang biner. Bintang kedua tercemar bahan kalsium.

Di tahun 2010, Pan-STARRS1 atau Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System mulai mengambil gambar. Sampai seluruhnya selesai, dapat dicetak sepanjang 2,4km. Bahkan memerlukan kaca pembesar untuk melihat objek yang tersembunyi

KIC 11145123 atau bintang Kepler 11145123 letaknya 5000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh tim astronom Max Planck Laurent Gizon untuk penelitian universitas Gottigen Jerman.  Mereka mengukur seberapa bulat bintang tersebut.

Teleskop Array Murchison Widefield menangkap galaksi Bima Sakti dalam 12 warna. Tidak itu saha, setiap titik sinyal radio yang tertangkap juga mewakili galaksi yang lebih jauh. Dimana frekuensi radio telah mengalami perjalanan miliaran tahun untuk ditangkap oleh teleskop saat ini



Tata surya Elias 2-27 disana terdapat bintang seukuran separuh matahari kita. Terlihat sedang membentuk planet yang nantinya akan menjadi sebuah tata surya lengkap. Tapi bentuk lingkaran yang terlihat memiliki letak sangat jauh bahkan planet yang muncul mencapai 2-3 kali lebih jauh dari Pluto

Astronom menditeksi sinyal di konstalasi rasi bintang Hercules, mungkin sinyal kuat tersebut berasal dari alien pintar. Sinyal dari 100 tahun cahaya tersebut dapat menjadi kontak dari dunia luar alien. 39 kali percobaan hanya 1 sinyal terditeksi, kemungkinan sinyal berasal dari Bumi sendiri.




No popular articles found.