Minuman energi drink disukai kalangan muda.

Baik remaja maupun pekerja, khususnya mereka yang sering lembur Tujuannya untuk memberikan kesegaran tubuh, dan tetap fit.

Tetapi bahaya minuman energi drink mulai dipertanyakan, apakah aman.

Minum sekali dua kali mungkin tidak masalah, tetapi banyak yang mengunakan minuman energi drink atau minuman berenergi terlalu banyak. Tetapi diperlakukan dengan meminum setiap hari sebagai suplemen.

Minum energi drink tidak ada yang salah. Tetapi berapa banyak batas mengkonsumsi minuman tersebut.
Tanpa disadari maka tubuh akan dipaksa terus bekerja, dengan menghilangkan rasa ngantuk dan meningkatkan detak jantung.

Di dalam minuman berisi zat biasa saja, hanya dosisnya berbeda dibanding minuman lain.
Bila sering di konsumsi, dapat berakibat gagal ginjal. Bukan salah di minuman, tapi ada bagian tubuh yang mengalami kelelahan luar biasa.

Industri minuman rata rata menghasilkan lebih dari 30 miliar dollar pertahun di 160 negara.
Ada efek samping bila minum terlalu banyak seperti rasa cemas, sakit kepala, kelainan jantung, mual, kejang, sulit tidur bahkan kematian mendadak.
Data tersebut dikeluarkan oleh badan di Amerika dan Australia. Dan reaksi buruk juga meningkat di kalangan remaja.

Jacinta Francis Ph.D dari Telethon Kits Institute Perth Australia. Kami bingung menemukan masalah di minuman energi, dan menyarankan kampanye pendidikan bagi kalangan mudah. Agar remaja mengetahui resiko dan mencari alternatif lain seperti nutrisi, aktivitas fisik dan tidur yang cukup.

Penelitian dari 41 peserta yang diwawancarai dalam kelompok dan dipisahkan dengan perbedaan usia.
Peserta yang sudah terbiasa minum dan beberapa dari mereka mengkonsumsi cukup banyak.
Kebanyakan orang sadar minuman tersebut mengandung kafein dan gula. Tapi sebagian lagi tidak.
Peserta juga tidak mengetahui perbdaan dengan minuman olahraga, kopi atau minuman ringan termasuk energi drink.

Pertanyaan lain yang menarik. Mengapa mereka membeli minuman berenergi.
Katanya untuk peningkatan energi yang dirasakan. Kedua enak.

Dari sini peneliti memahami tidak semua peserta mengetahui manfaat minuman tersebut. Bahkan beberapa peserta tidak merasakan dampak dengan minuman berenergi tersebut.
Ada yang ikut ikutan untuk mengkonsumsi, seperti norma sosial. Ditambah promosi juga mendorong orang tertarik membeli.

Setelah diberitahu lebih lanjut dengan efek minuman berenergi. Disimpulkan ada 5 cara untuk membatasi konsumsi minuman ini.
Pembatasan penjualan, membuat kemasan yang kurang menarik bagi remaja, menaikan harga, mengurangi minuman lebih mudah dilihat di toko atau supermarket, dan terakhir melaksanakan penelitian dan memberikan informasi kepada orang lain.

Minuman berenergi tidak ada yang salah, bila diminum satu kali atau dua kali. Tapi terlalu sering mengkonsumsi dapat bermasalah bagi tubuh.