Asif Islam memberi film pendek dengan judul Where are the Star ?. Memberi gambaran ketika langit tertutup oleh cahaya buatan manusia, kita tidak bisa melihat bintang.

Dia mengunakan Darksitefinder.com untuk mencari lokasi yang kira kira lebih gelap. Perlahan dibandingkan dari satu tempat ke tempat lain, seperti menghitung mundur tempat pengambilan foto.

Disini dia membuat perbandingan di daerah yang terang, sampai menjauh ke daerah paling gelap.

Ketika mencapai daerah gelap, katanya sangat beresiko. Dia pergi ke gurun Los Angeles sampai Great Basin. Satwa liar ada disana tapi tantangan membuat foto dengan lokasi yang jauh dari polusi udara memang ada disana.

Intinya, manusia di kota modern tidak akan melihat bintang sebanyak video yang dibuat Asif. Karena orang membuat lampu dan mengarahkan ke semua arah, bukan ke arah bawah saja, tapi ke arah atas atau langit. Jadi cahaya lampu di kota memang terbuang begitu saja dan merusak pemandangan di atas langit.

Dia mengatakan astronom Neil deGrasse Tyson mengatakan, ketika anda melihat langit malam, anda baru menyadari betapa kecilnya kita yang berada di dalam kosmos.

Foto dibawah ini diambil berdasarkan data kegelapan. Masih ditingkat -15 sampai -12
Untuk -12 garis galaksi mulai terlihat, tetapi angka -13 keatas tidak mungkin mengabadikan galaksi Bima Sakti.

Foto galaksi di tengah kota tidak terlihat

Tingkat polusi cahaya -11 di dapat di mecusuar Wahon, di Santa Cruz California
Tingkat polusi cahaya -10 di dapat di pinggir pantai tempat pariwisata Natural Bridges Stats Beach
Tingkat polusi cahaya -10 di dapat semakin jelas, di gunung Santa Cruz
Tingkat polusi cahaya -9 semakin jauh dari kota, di Shark Fin Cove

Pada tinglat polusi cahaya semakin rendah, galaksi dengan titik cahaya bintang mulai muncul.
Click gambar untuk memperbesar

Foto galaksi di
pinggir kota mulai terlihat

Tingkat polusi cahaya -7 garis galaksi berwarna biru dengan debu kosmos mulai tambak, ditambah titik bintang mulai tampil. Diabadikan di Pigeon Point Lighthouse
Tingkat polusi cahaya -6 lebih gelap lagi di taman nasional Pinnacles. Langit yang awalnya terlihat hanya beberapa puluh titik, semakin tampak banyak titik cahaya bintang.
Tingkat polusi cahaya -5 di Jembatan Bisby Creek tidak berbeda dengan penampakan cahaya galaksi Bima Sakti di tingkat -6
Tingkat polusi cahaya -4 Setelah di taman nasional Zion Utah, langit yang diabadikan dengan camera mulai berbeda. Kuning dan titik cahaya muncul semakin banyak. Serta ukuran bintang semakin terlihat lebih besar.

Foto galaksi pada tingkat polusi cahaya -7 sampai -4

Tingkat polusi cahaya -3 dan -2, dibuat di Grand Teton taman nasional WY, gambar pertama terlihat semua langit penuh dengan bintang.
Demikian juga di Yosemite taman nasional, tidak ada langit yang kosong oleh cahaya bintang.

Memasuki area -2 hanya di dapat di daerah danau Mano dan Grand Prismatic spring di WY. Cahaya debu kuning galaksi, dan meteor melintas serta beberapa nebula dapat terlihat pada foto.

Foto galaksi pada tingkat polusi cahaya -2 sampai -2

Terakhir dengan tingka tertinggi -1
Tempat dimana Asif membuat foto di Grand Canyon. Ukuran bintang yang besar dapat dibedakan dengan ukuran bintang kecil. Sedangkan bintang lain yang lebih kecil.
Sebenarnya langit dibawah ini yang dapat diabadikan dengan camera setiap hari. Hanya saja cahaya buatan manusia pada malam hari di kota mengalahkan cahaya yang tampak di ruang angkasa.

Foto galaksi
pada tingkat polusi -1

Dibawah ini video timelapse dari Asif Islam

Where are the Stars? from Asif Islam on Vimeo.