Keseluruhan, masyarakat Jepang memiliki cukup kesehatan, dan menjadi bangsa dengan umur paling panjang tertinggi dari negara lain.

Tetapi faktor kematian di Jepang juga tinggi, dan rentan terhadap penyakit hipertensi. Salah satu penyebabnya adalah ginjal yang lebih kecil menyebabkan tekanan darah tinggi.

Jepang memiliki tingkat penyakit ginjal kronis tertinggi nomor 2 di dunia. 1 berbanding 8 orang Jepang terkena dampaknya. Sekarang periset dapat menentukan mengapa masyarakat Jepang memiliki masalah dengan ginjal mereka.

Di Australia sekitar 30% penduduk orang dewasa memiliki masalah tekanan darah tinggi. Dan 1 dari 9 setidaknya memiliki masalah gejala klinis penyakit ginjal kronis.

Lebih khusus lagi dari letak nefron / nephron / nephrone atau unit dari ginjal yang bertanggung jawab untuk penyaringan.

Perkembangan ginjal manusia hanya berlangsung selama 36 minggu atau selama kehamilan. Ketika seorang bayi dilahirkan maka proses pembentukan ginjal sudah selesai dan tidak dapat di ulang kembali.

Studi dari Monom University's Biomedicine Discovery Institute di Australia dan Jikei University School of Medicine di Tokyo. Orang Jepang memiliki Nefron lebih kecil dari rata rata, dan memiliki implikasi kesehatan lebih luas.

Ukuran jumlah Nefron yang lebih rendah menyebabkan hipertensi pertama kali terjadi di era 1980an kata Profesor John Bertram dari universitas Monash. Ahli tersebut telah berpengalaman puluhan tahun meneliti bagian nefron di ginjal.


Kesehatan ginjal lebih kecil hipertensi diteliti dari masyarakat Jepang

Hubungannya masuk akal, ginjal menentukan jumlah natrium dan renin serta bahan lain dalam aliran darah. Sodium meningkatkan tekanan darah dan renin yang mengaturnya.

Bila ukuran nefron terlalu kecil, maka akan sulit dihitung. Tim Bertram mempelajari 59 ginjal dan menemukan hubungan antara jumlah nefron dengan hipertensi.
Lalu berapa jumlah nefron di dalam ginjal manusia.

Rata rata manusia dapat memiliki 1 juta nefron, dan kehilangan 6000 nefron setiap tahun. Tetapi jumlah nefron sebagai penyaring di bagian ginjal bisa bervariasi, ada yang lebih banyak 200 ribu nefron dan yang lain dapat mencapai 2 juta nefron. Jumlah nefron terkait dengan berat bayi ketika lahir, bila bayi lahir dengan bobot lebih rendah maka jumlah nefron ginjal semakin sedikit dibanding mereka yang lahir lebih berat.

Orang Jepang tanpa menderita hipertensi atau penyakit ginjal dengan jumlah rata rata memiliki 640 ribu nefron.
Orang Eropa rata rata memiliki 900 ribu sampai 1 juta nefron.
Ketika seseorang memiliki masalah hipertensi, jumlah nefron turun sekitar 390 ribuan.
Ketika seseorang memiliki masalah dengan ginjal kronis, jumlahnya lebih rendah lagi hanya 268 ribuan.

Dalam penelitian ada 9 subjek hipertensi di Jepang, dan usianya rata rata 68 tahun.

Mereka memiliki 37% lebih sedikit jumlah nefron dari ukuran normal, dimana fungsi jaringan penyaring di dalam ginjal yang sangat penting.
Dampak pada ginjal juga berkolerasi dengan tingkat kelahiran lebih sedikit. Penelitian sebelumnya dilakukan pada populasi Afrika Amerika dan Aborigin Australia.

Jepang mengalami masalah dengan jumlah penduduk, dimana tingkat kelahiran semakin menurun. Bahkan jumlah penduduk yang terus menurun, sampai diperkirakan mereka akan punah.

Kelahiran prematur dan berat badan rendah pada bayi juga meningkat dalam 30 tahun terakhir. Go Kanzaki dari universitas Jikei mengatakan hasilnya berimplikasi pada masa depan bagi penduduk Jepang.

Ada kecenderungan wanita Jepang tetap ingin terlihat kurus selama kehamilan agar terlihat cantik, tapi beresiko bayi yang dilahirkan juga lebih kecil. Termasuk ukuran ginjal lebih kecil dan kurangnya bagian nefron.
Mayoritas wanita Jepang percaya bila bayi dapat dipertahankan tetap kecil, dapat memudahkan proses persalinan. Sehingga mereka berusaha mempertahankan berat tubuh selama kehamilan.
Untuk itulah dokter selalu meminta berapa berat tubuh ibu selama proses kehamilan.

Korelasi dengan diet tinggi lemak, konsumsi alkohol, antibiotik dan hormon stres terbukti berdampak negatif terhadap ginjal bayi nantinya. Walau penelitian ini perlu diteliti lebih lanjut kata Profesor Bertram.

Walau seseorang terlihat sehat ketika muda, tetapi ketika bayi dan lahir dengan berat badan lebih rendah. Seseorang memiliki resiko setelah 40 tahun kedepan.

Jadi jagalah ginjal kita dengan baik.

+ Monash University