Astrofografi yang tidak pernah kita pikirkan, hitungan detik sangat penting untuk menangkap objek foto seperti benda kosmis.

Bintang, planet, atau galaksi memang ada diatas sana, dan kita tidak terlalu terburu buru untuk mengabadikan. Karena mereka akan tetap disana, dan terus berada disana selama miliaran tahun ke depan.

Tetapi fotografer astronomi Dani Caxete dari Spanyol ini membuat foto unik

Pada tanggal 5 September 2017, ketika 2 bintik matahari muncul dan Nasa sendiri mengumumkan memang matahari sedang aktif. Bahkan memancarkan kilatan matahari di skala 9.

Untuk melihat lubang atau bintik matahari sebenarnya bisa dilihat langsung, tapi membahayakan mata kita.

Untuk melihat dengan aman, dapat mengunakan kacamata gerhana, kata Dani dan dia masih menyimpannya.

Berbeda dengan hasil fotografi yang mengandalkan camera telezoom. Dani lebih memilih mengunakan lensa teleskop.

Dia mengunakan lensa tipe reflaktor Long Pergn 80mm, dan filter Lunt Solar Systems Herschel agar cahaya dapat aman dan dapat diterima dengan baik. Satu lagi peratalan camera tipe Nikon D610.

Dani memang terobsesi dengan stasiun ruang angkasa ISS, setidaknya untuk mengabadikan dengan teknik lain. Dan dia memiliki beberapa foto di blognya.

Untuk mendapatkan foto yang satu ini, membutuhkan perencanaan terbaik. Syaratnya langit harus bersih, dan kita harus berada ditempat yang tepat.

Dengan memanfaatkan aplikasi CalSky, mengunakan Caxete. Anda dengan mudah memperhitungkan dimana matahari, bulan, planet, asteroid serta satelit. Termasuk posisi ketika satelit transit di depan bulan atau matahari.

Hasil fotonya dibawah ini.

Foto stasiun ruang angkasa di depan matahari Dani Caxete

Dibawah ini tip dari Dani, bagaimana dia mengejar posisi yang tepat untuk mendapatkan bayang stasiun ruang angkasa ISS.
Di dokumentasikan lengkap, dari perhitungan, perjalanan di kendaraan, menyiapkan teleskop dan camera, Boom, foto ISS melintas berhasil di dapat.