50 tahun lalu astronom menemukan sebuah bintang yang berputar sangat cepat.

Bahkan cahayanya terpolarisasi, walau ketika itu belum banyak diketahui karena terbatasnya teknologi instrumen.

Bintang Regulus salah satu bintang paling terang, dan masuk daftar 22 dari  bintang yang terlihat paling terang di Bumi.

Sedikit kebelakang, memahami cahaya yang terpolarisasi. Biasanya gelombang cahaya bintang akan bergerak ke arah manapun. Itu sebabnya kita dapat melihat bintang dilangit karena cahayanya memancar ke segala arah.

Tetapi gelombang cahaya dapat terpolarisasi, misalnya diputar ke satu arah tertentu.

Tahun 1968, astronom J Patrick Harrington dan George W Collins memperkirakan bintang yang berputar cepat akan memancarkan cahaya seperti terpolarisasi. Ketika bintang berputar sangat cepat sehingga membuat cahaya terdistorsi. Membuat cahaya bintang yang tampak tidak bulat tapi terlihat seperti gepeng.

50 tahun berlalu, sekarang astronom mengunakan instrumen baru. Untuk menditeksi cahaya bintang yang memiliki polarisasi.

Peneliti dari Australia, Amerika dan Inggris mengunakan perangkat polarimeter yang sangat sensitif. Dikembangkan tim universitas Australia New South Wales.
Disebut High Precision Polarimetric Instrument, HIPPI, menjadi perangkat polarimeter astronomi paling sensitif di dunia.

Instrumen HIPPI diarahkan ke bintang Regulus, yang jaraknya 79 tahun cahaya dari Bumi. Terletak di rasi bintang Leo.

Ukuran bintang Regulus lebih besar dari matahari. Matahari memiliki diameter 1,39 juta km, sedangkan bintang Regulus memiliki diameter 3.14x.

Regulus juga masuk sebagai bintang yang panas, karena memiliki warna cahaya biru.

Apakah bintang memiliki ukuran bulat seperti bola. Tidak juga.

Rotasi bintang dapat lambat dan pelan. Matahari memiliki putaran cukup lambat, maka terlihat bulat.

Beberapa bintang memiliki putaran jauh lebih cepat bahkan mencapai 100x lebih cepat dari bintang normal. Apa yang terjadi bila sebuah bola gas berputar terlalu cepat.

Bentuk bintang tidak lagi bulat, tapi berbentuk oval atau telur. Bahkan sebuah bintang dengan rotasi terlalu cepat akan terlihat lebih gepeng dan jauh melebar di bagian tengah, dibanding bagian atas dan bawah.

Bintang matahari memiliki rotasi 24 hari sekali, sedangkan Regulus memiliki rotasi dalam 16 jam sekali rotasi. Bayangkan sebuah bintang yang ukurannya sangat besar malah memiliki rotasi jauh lebih cepat dibanding bintang sekelas matahari.

putaran bintang regulus membuat bentuknya seperti telur

Bintang Regulus ini memiliki putaran 320km perdetik. Putaran bintang yang sangat cepat, dan menerbangkan bagian dirinya sendiri, serta membentuk kemiringan sudut 96,5 derajat.
Pemahanan bintang Regulus baru awal penemuan di bidang astronomi.

Mungkin peneliti dapat mengungkap lebih banyak rincian dari bintang terbesar dan terpanas di luar sana. Dan dapat mengetahui siklus hidup mereka lebih jauh.

Tidak hanya bintang Regulus. Beberapa bintang lain berputar sangat cepat, dan membuat bentuk bintang tidak bulat, tapi seperti telur (Oval).

Bintang Alderamin yang jaraknya 49 tahun cahaya dari Bumi, terletak di rasi bintang Cepheus adalah salah satu bintang dengan rotasi lebih cepat. Bentuknya tidak bulat dan mendekati bentuk telur.

Dan bintang Altair 17 tahun cahaya, memiliki putaran setiap 9 jam sekali.

putaran bintang alderamin dan altair membuat bentuknya seperti telur

Bila ditanyakan apakah bintang memang bulat sepenuhnya. Tidak juga, karena bintang adalah gas raksasa diruang hampa, bila putaran terlalu cepat maka bagian gas akan melebar ke arah luar. Karena kekuatan gravitasi bintang tidak mampu menahan gas di bagian luar. Bahkan sebuah bintang dengan rotasi sangat cepat, dapat melemparkan gas yang ada ke ruang angkasa.