Sebuah ponsel high end seperti iPhone atau Galaxy Note terbaru, ditawarkan dengan harga mendekati $1000.

Membuat kepala konsumen berputar, mahal. Tentu tidak diragukan, bila di kurs harga smartphone tersebut melewati batas 10 juta rupiah.

Tetapi banyak orang berpendapat, bila teknologi begitu canggih tentu harganya akan naik.

Kita bisa menerima sebuah smartphone yang harganya $1000, tidak masalah bila tertarik membeli.

Karena harga tersebut adalah model premium, dan penguna mendapatkan teknologi paling terbaru. Atau menjadi produk komoditi di kalangan tertentu.

Beberapa smartphone menawarkan kinerja yang cepat, mengunakan procesor yang sama. Tampilan gambar juga baik, jernis, dan perangkat lunak yang bagus, walau ada beberapa fitur masih tertinggal. Ditawarkan dengan dengan harga $500an atau lebih murah.

Tetapi harga di smartphone 500an dollar tersebut tidak pernah masuk headline atau berita utama.

Masalahnya ada disini. Produsen smartphone terus berlomba-lomba membuat produk tercanggih. Kata sederhananya, teknologi yang belum ada di smartphone lain.

Mengunakan komponen lebih mahal dan menonjol dengan harga tinggi. Apakah kecanggihan smartphone mahal akan digunakan oleh pengunanya, antara ya dan tidak.

Beberapa tahun ini produk smartphone menjadi dinamika dalam disain dan memisahkan kelas tersendiri di smartphone premium sebagai posisi teratas.
Disisi lain teknologi semakin turun, teknologi yang baru turun ke kelas model teratas dan diberikan ke model smartphone menengah dan seterusnya.

Smartphone yang canggih saat ini akan digantikan dalam 1 tahun. Setidaknya ada produsen lain yang mengunakan teknologi yang sama, walau tampil berbeda.
Dan produsen yang membuat smartphone high end juga mengeluarkan model lebih baru selanjutnya. Dari model 4, tahun depan 5, tahun selanjutnya 6 dan seterusnya.

Ketika produk pertama yang canggih membutuhkan investasi. Biaya tersebut harus ditutup oleh produsen smartphone untuk model pertama. Sebagai contoh tren teknologi VR, display HDR, audio berkualitas dan pemindai mata serta camera ganda, dijual sebagai disain smartphone baru. Walau produk yang berhasil dijual sedikit lebih tinggi dari model sebelumnya. Teknologi selanjutnya tampil dengan teknologi baru, disini produsen smartphone mengembangkan perangkat lain yang belum ada di smartphone merek pesaing.

Lihat teknologi smartphone bezelless di tahun 2017, membuat tampilan smartphone nyaris tanpa bingkai. Bahkan memindahkan tombol di tengah smartphone dan dimasukan sebagai tombol layar sentuh. Teknologi seperti ini langsung memicu harga smartphone naik.
Padahal beberapa tahun lalu, masyarakat baru berbicara teknologi layar AMOLED, dimana layar tersebut lebih mahal dibanding layar LCD.
Dan pergantian teknologi membuat produsen smartphone menengah juga mengunakan layar AMOLED yang lebih hemat power. Karena harganya sudah tidak berbeda jauh dibanding layar LCD biasa.

Camera dengan zoom optik juga menambah harga smartphone. Cepat atau lambat disain smartphone dengan lensa tunggal dipastikan hanya ada di kelas smartphone pemula.

Padahal di tahun 2016 masih jarang smartphone mengunakan dual camera.  Sekarang teknologi smartphone dengan dual camera bisa dilihat harganya. Hanya dikisaran $200-300.

Perbedaan smartphone mahal dan murah adalah pengembangan produk

Sejauh ini hanya Samsung Galaxy terbaru yang memiliki fitur perangkat Dex, dimana membuat smartphone dapat terhubung layaknya membuat smartphone menjadi computer dengan tambahan perangkat monitor / TV.
Sekali lagi mahalnya teknologi membuat penelitian dan pengembangan produk. Kembali ke biaya tersebut harus ditutup oleh pembeli.

Notebook rata rata harganya sama. Tetapi di Macbook Air berbeda, dan dijual jauh lebih tinggi. Disebutkan memiliki disain ringan, dan tipis.
Tentu tidak dapat dibanding dengan produk notebook kelas gaming untuk performa, atau notebook kantor tipe Enterprise.
Di Macbook memiliki teknologi Touch Bar dan Retina Display, fitur ini yang tidak ada di notebook biasa.
Sekarang beberapa produsen juga menawarkan notebook tipis dan ringan, tapi membutuhkan waktu beberapa tahun setelah Macbook Air lebih dahulu dipasarkan.

Jangan heran harga produk elektronik begitu mahal. Disini pembeli dapat mempertimbangkan sendiri, apakah kita membutuhkan teknologi terbaru yang ditawarkan. Pilihan ada di tangan kita.